Orang-orang Miskin dan Hina: Di manakah Kita

06/12/2016
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 173 kali

orang orang miskin dan hina

Dokumen ordo yang terbaru:

ORANG-ORANG MISKIN DAN DINA: DI MANAKAH KITA?

Garis-garis Petunjuk untuk Evaluasi Hidup Miskin dan Dina kita.

Pada tanggal 26 Mei 2015, para Saudara yang menghadiri Kapitel General diterima dalam audiensi dengan Paus Fransiskus, yang mendorong kita untuk menghidupi panggilan Fransiskan kita dengan setia. Sri Paus mengingatkan kita bahwa: “kedinaan meminta kita untuk berada dan merasakan diri kecil di hadapan Allah, dengan mempercayakan diri kita selurunya kepada kerahiman-Nya yang tak terbatas”, dan dikatakannya kepada kita, bahwa kedinaan itu berarti “bergerak melampaui pola struktur-struktur – yang memang bermanfaat, bila dipergunakan dengan bijak – bergerak pergi melampaui yang biasa-biasa dan melampaui wilayah-wilayah yang aman, dengan maksud memberikan kesaksian akan kedekatannya yang nyata pada mereka yang miskin, berkebutuhan dan tersingkirkan, dengan sikap saling berbagi dan melayani yang sejati”. Pada penutupan audiensi itu Sri Paus mengingatkan:

“… Kalian mewarisi otorita di antara umat Allah melalui kedinaan, persaudaraan, kelembutan hati, kerendahan hati, kemiskinan. Saya minta, amankanlah semuanya itu! Jangan sampai kalian menghilangkannya! Orang-orang sungguh menaruh harapan pada kalian, mereka mencintai kalian. Semoga penghargaan dari orang-orang yang baik itu, dan kedekatan hati serta penghargaan dari para gembala menjadi daya dorong bagi kalian dalam perjalanan iman kalian…”

Dokumen Akhir dari Kapitel General (no. 22-23) mengutip kata-kata terakhir dari ceritera perihal Bartimaeus: Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya(Mrk. 10:52), lalu dilanjutkan dengan menyatakan bahwa kita juga dipanggil untuk “mengikuti jejak-jejak Yesus dalam mengosongkan diri kita sendiri, dalam cinta yang merendah, bahkan menjadi lebih dekat dengan orang-orang miskin dan mereka yang tak dipedulikan oleh siapa pun”, dan diteruskan dengan penegasan yang merangsang pikiran: “Tuhan yang Bangkit itu telah hadir dan hidup pada wilayah-wilayah pinggiran itu!”

Tujuan dari dokumen sumber yang baru ini “Orang-orang miskin dan dina: Di manakah kita?”, adalah: memberikan garis-garis arahan, dengan maksud memberikan kemudahan munculnya evaluasi pada hidup miskin dan dina kita pada semua tingkat.

Sarana atau alat evaluasi itu dapat dipergunakan oleh para saudara dina masing-masing, pada pertemuan-pertemuan Kapitel setempat, oleh suatu Komite atau Definitorium, atau oleh semua saudara dina dari sebuah Provinsi atau Kustodi.

Dokumen ini ditandatangani pada 1 November 2016 oleh Minister General Ordo Saudara-saudara Dina Sdr. Michael A. Perry, OFM.

Untuk membaca seluruh dokumen tersebut, silahkan lihat di:

Poverta Minorita

(Penerjemah: Alfons S. Suhardi, OFM)

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *