Novena Santa Clara



Dilihat: 489 kali

[Index Clara]
[Unduh Novena Santa Clara]  |  [Unduh brosur Claris]

cover-novena-klara-1
A. Pengantar
B. Hari Pertama
C. Hari Kedua
D. Hari Ketiga
E. Hari Keempat
F. Hari Kelima
G. Hari Keenam
H. Hari Ketujuh
I. Hari Kedelapan
J. Hari Kesembilan

Dapat dipergunakan untuk mempersiapkan diri merayakan Hari Raya Santa Klara tgl 3 – 11 Agustus atau pada kesempatan-kesempatan yang lain

Digarap kembali oleh: Pater Avellinus van Vlijmen OFM
Rektor Suster-suster Klaris
Hoogcruts, pada Pesta Sakramen Yang Mahakudus, 1948

Diterjemahkan oleh: Pater Alfons S. Suhardi OFM
Biara St. Klara, Pacet – Cianjur, 2011

BEBERAPA KEBAJIKAN TERPENTING
DARI KLARA, IBU SERAFIN KITA
RENUNGAN DAN PENERAPANNYA

Renungan dan penerapan ini diuntai dalam bentuk sebuah novena sebagai persiapan bagi hari rayanya. Diterbitkan atas permintaan seorang biarawati dari biara St. Klara di Pescia.

Pengantar

Pada mulanya naskah ini diterbitkan bagi para religius anggota Ordo Santa Klara, atas permintaan salah seorang puteri mereka sebagai ungkapan syukur atas rahmat yang mereka terima berkat novena ini. Karena bahannya diambil berdasarkan pada kaul-kaul meriah, pastilah hal itu sesuai dengan para religius yang bersifat pingitan kepausan. Kendati dimaksudkan sebagai persiapan bagi pesta St. Klara dari tgl 3 hingga 11 Agustus, novena ini dapat dipergunakan juga pada kesempatan lain selama sembilan hari berturut-turut.

Novena ini diadakan di kapel atau di hadapan patung St. Klara, dan setiap renungan dan sapaan ditutup dengan 5 x Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan, disertai dengan antifona dan doa dari St. Klara. Demi terkabulnya apa yang dimohonkan, novena ini haruslah dijiwai dengan kepercayaan yang penuh pada perantaraannya yang dahsyat.

HARI PERTAMA
St. Klara menghinakan semua keduniawian; dia membiarkan rambut kepalanyanya dicukur dan mempersembahkan diri sebagai Pengantin Ilahi di depan altar Santa Perawan Maria.

St. Fransiskus memberikan jubah Ordo kepadanya

Renungan
Juga dalam hidup rohani, suatu permulaan yang baik sangatlah penting; untuk sebagian, hal itu mempermudah dan meneguhkan tugas-tugas kehidupan kita. Mereka yang memperoleh keistimewaan telah mendapatkan pendidikan dalam hal takut akan Tuhan pada masa mudanya, biasanya senantiasa dipenuhi dengan ketakutan yang penuh rahmat ini sampai pada hari kematiannya. Bagi kita hal itu diperkuat oleh Kitab Suci: orang tidak akan menyimpang dari jalan yang telah dilaluinya sejak masa mudanya. Si penabur menentukan sendiri apa yang dia panen.

Semenjak masa kanak-kanaknya, Klara telah bertekun dalam pengabdiannya kepada Tuhan. Dan sejalan dengan bertambahnya tahun-tahun umurnya, di dalam dirinya pun bertumbuh kesalehannya. Ketika selanjutnya dia berkenalan dengan Fransiskus, dia lalu mengambilnya sebagai bapa pembimbingnya. Berkat dorongan semangat dari Fransiskus, Klara pun meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Kristus dalam Jalan Salib-Nya. Dan hal itu dilakukannya dengan radikal. Dia meninggalkan rumah orang tuanya. Dia tanggalkan rambutnya yang lembut terurai itu dan pada malam Hari Minggu Palma dengan sepenuh hati dia mempersembahkan di depan altar, yang diberkati bagi Ratu Para Malaikat, cinta keperawanannya kepada Yesus, sang Pengantinnya. Dan setelah pakaian indahnya digantinya dengan pakaian yang miskin, dia pun menarik diri dari dunia untuk hidup dalam ketersembunyian sebuah biara.

Para pengantin Yesus adalah sekaligus perawan dan ibu. Mereka adalah perawan berkat kemandulan badani yang mereka lakukan dengan bebas; mereka adalah ibu berkat kesuburan rohani, yang memberikan kepada hidup mereka anak-anak rohani. Generat virgo filias, Perawan telah melahirkan banyak anak perempuan.– Sekarang ini, puteri-puteri rohani St. Klara menjadi sedemikian tak terhitung lagi, sehingga dia, setelah Bunda Tuhan, menjadi yang paling subur dan paling penuh kemuliaan di antara semua ibu rohani yang ada.

Sapaan kepada Ibu Klara
Betapa patut diteladani, bagaimana engkau telah meninggalkan dunia, demi menjadi putri pertama dari bapa orang-orang miskin. Betapa menariknya langkah-langkahmu yang pertama pada jalan kemiskinan dan matiraga. Quam pulchri sunt gressus tui, betapa indahnya langkah-langkahmu itu! Dan dengan langkah yang tegap engkau maju terus pada jalan itu sampai pada pengosongan diri sepenuhnya.

Maka, pada persimpangan jalan hidupmu, penyangkalan radikalmu terhadap dunia itu tidak lain merupakan langkah selanjutnya yang konsisten dari penyangkalan batinmu terhadap hal-hal duniawi dan fana, sehingga dalam pergaulanmu dengan Tuhan, dalam sikap kanak-kanak dan perawan, lambat laun hal-hal duniawi dan fana itu kehilangan daya tariknya. Secara batiniah engkau telah melepaskan diri dari hal-hal yang menyenangkan manusia di dunia: dari rambut kepalamu yang indah terurai dan dari pesona indahnya pakaian para bangsawan. Ketika Tuhan memanggilmu untuk melepaskan diri dari keduanya, makahal itu pun merupakan kebahagiaan bagimu. Dengan jalan itu engkau boleh mempersembahkan keperawananmu kepada Pengantin Ilahimu. Selanjutnya, dalam pakaianmu yang miskin sederhana itu, kecantikan batinmu pun akan berkenan pada-Nya.

Juga berlaku bagi panggilan kami dalam Ordo yang telah engkau dirikan ini, apa yang pernah dikatakan Kristus kepada para murid-Nya: “Bukan kamu yang telah memilih Aku, melainkan Akulah yang telah memilih kamu”.(Yoh 15:16) Betapa sering, mungkin kami telah berpikir-pikir perihal suara suci dari Tuhan, yang telah membuat kami meninggalkan semua hal demi untuk mengikuti-Nya. Yang seorang sudah mendengar suara itu dalam doa-doa yang saleh dari ayah dan ibunya untuk dapat mempersembahkan salah seorang anaknya kepada Tuhan. Bagi yang lain, suara itu merupakan sebuah pengingkaran atas kesenangan-kesenangan duniawi. Yang lain lagi pada mulanya telah membuatnya berjuang seperti Yakob yang telah bergumul melawan malaikat. Tetapi bagi semuanya, mengikuti suara tersebut sungguh merupakan hal yang manis memukau. Pastilah, kenang-kenangan yang manis dari masa-masa bayi kehidupan membiara kami, telah berkembang bersama-sama dengan pertumbuhan jiwa kami.

Dalam anggaran dasarmu, engkau telah dengan cermat menggariskan apa yang telah diminta oleh Tuhan dari mereka yang mau mengikuti-Nya tanpa syarat dalam kemiskinan, ketaatan dan kemurnian. Bagi kami, anggaran dasarmu itu merupakan suara dari Yesus sendiri. Karena itu, mintalah bagi kami rahmat, supaya kami, seturut contoh keibuanmu, dapat senantiasa mendengarkan suara Yesus dengan semakin sempurna, sebagaimana telah kami janjikan dalam profesi kami.

Doa
Selanjutnya didoakan
5 kali Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan,

demi mengikuti contoh St. Klara dalam hormatnya kepada sengsara Tuhan dan Sakramen Yang Mahakudus.
Sesudah itu Antifon:

Salve Sponsa Dei, Virgo Sacra, planta Minorum:
Tu vas munditiae, tu praevia forma Sororum:Clara, tuis precibus duc nos ad regna polorum.
V. Ora pro nobis beata Mater Clara

R. Ut digni afficiamur promissionibus Christi
Oremus:
Famulos tuos qauesumus Domine, beatae Virginis tuae Clarae, votivam commemorationem recensentes coe-lestium gaudiorum sua facias interventione participes et tui Unigeniti cohaeredes. Qui tecum vivit et regnat in saecula saeculorum. Amen.

Salam Pengantin Tuhan, Perawan Suci, tanaman Saudara-saudara Dina: Engkau, tempayan kesucian, engkau contoh hidup bagi Saudari-saudarimu:
Klara, dengan doa-doamu hantarkan kami pada kerajaan orang-orang kudus.
V. Doakanlah kami ya Bunda Klara nan suci
R. Supaya kami layak menikmati janji-janji Kristus.
Marilah berdoa:
Kami mohon kepada-Mu ya Tuhan, buatlah hamba-hamba-Mu ini, yang merayakan peringatan Klara, Perawan Suci-Mu, dapat ambil bagian dalam menikmati kebahagiaan surgawi dan tetap bersatu pada Yang Terlahir dari-Mu, Yesus Kristus, yang hidup dan bertakhta bersama-Mu sepanjang segala masa. Amin.

Di sini ditambahkan seruan:
Terpujilah Yesus Kristus dan Ibu-Nya yang Mahasuci.
Doa-doa tersebut didoakan juga selama hari-hari berikutnya.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9