Misionaris merasa sakit bila digigit harimau?

29/01/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 672 kali

Seorang Saudara kita, MAW Brouwer almarhum, sedang cuti ke tanah airnya (Belanda), setelah berkarya di tanah misi selama 9 tahun. Begitulah aturan untuk para misionari zaman dahulu. Tidak seperti sekarang: resminya tiap 3 tahun, tapi kenyataannya bisa lebih pendek; Karena kebetulan sedang seminar ke Eropa; Kesempatan emas itu pun dipergunakan untuk pulang; “Hanya mampir, bukan cuti”, yustifikasinya.
Kembali ke misionaris kita tadi. Pada suatu petang dia dikerumuni oleh keponakan-keponakan dan teman-teman sebaya mereka. Dengan sangat menarik dia berceritera mengenai bagaimana Tuhan berkarya melalui para misionaris untuk berbuat banyak kebajikan dan tanpa mengenal takut menjelajahi padang belantara dan hutan rimba untuk bertemu dengan sesama manusia yang masih terbelakang. Padahal di hutan belantara tropis itu banyak binatang buasnya, seperti singa, harimau, beruang, babi hutan, dan ular, yang juga bisa menyerang dan menyantap manusia.

“Pater sudah pernah melihat harimau?” tanya seorang anak dengan nada kegamangan. “Sudah … beberapa kali malahan”, jawab Pater Saudara kita ini dengan bangga.
“Pater …” tanya seorang cewek cilik penuh ingin tahu tercampur dengan sedikit miris “kalau digigit harimau…, apakah kita merasa sakit?”
Dengan nada tenang bernuansa tabah tak gentar sedikit pun, Saudara kita ini menjawab “Ah, … kita hanya merasakan gigitan pertama saja. Gigitan kedua dan seterusnya tidak terasa lagi …” “Oohh …” keluarlah desahan dari mulut semua anak itu yang mendadak sontak terbuka berdesah.

(dimuat di Taufan edisi Maret 1999)

Satu komentar pada Misionaris merasa sakit bila digigit harimau?

  1. sylvia
    18/03/2016 at 17:47

    Hahaha … lucu banget … cerita-cerita seperti ini sangat perlu diketahui umum. ternyata fransiskan bisa lucu juga

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *