Membangun Dialog Agama dan Budaya

29/08/2017
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 89 kali

Selaras dengan gerak Kapitel Provinsi Santo Mikael Malaekat Agung Indonesia tahun 2016, karya Persekolahan Yayasan Santo Fransiskus Jakarta menetapkan tahun ajaran 2017/2018 sebagai tahun “Membangun Dialog Agama dan Budaya” saat Raker bersama guru-guru dan karyawan-karyawati pada 19-20 Juni 2017. Tema tersebut semakin didalami lewat rekoleksi bersama pada 22 Juli 2017. Ajaran St. Fransiskus Assisi tentang hal itu mulai digali kembali dalam dokumen “GO and Teach”.

Rangkaian kegiatan, “Wisata Rumah Ibadat” pada 9 Agustus 2017 dan “Doa Oikumene Syukur Kemederkaan RI ke-72 di Graha Oikumene PGI Jakarta” pada 25 Agustus 2017 merupakan bagian upaya Membangun Dialog Agama dan Budaya.

Hari ini, Selasa (29/08/2017) rangkaian kegiatan serupa berlanjut dengan menghadirkan tokoh Agama Sikh, Mr. Gul Raj Singh di Aula Yayasan Kramat. Kegiatan dikemas dalam bentuk Talkshow Wawan Hati Mengenal Agama Sikh. Lagu Indonesia Raya dan Mars Fransiskus mengawali acara itu. Diakon John Tukan OFM tampil sebagai pemandu acara talkshow tersebut. Siswa-siswa yang ikut serta dalam acara tersebut yaitu SD (kelas 6), SMP, SMK dan SMA Fransiskus di unit Kramat. Turut hadir dalam acara itu beberapa guru pendamping. Mr. Gul Raj Singh mengenalkan Agama Sikh. Ia mengatakan bahwa kepercayaan Sikh adalah gabungan antara Hindu dan Islam. Pendirinya adalah Guru Nanak (1469-1539). Lebih jauh beliau mengatakan bahwa tiga pilar dalam Agama Sikh yaitu: Bersyukur, Berbakti dan Berbagi. Beberapa guru dan siswa terkesan asyik mengikuti acara tersebut dengan aktif bertanya terkait Agama Sikh. Rangkaian acara yang singkat itu ditutup dengan foto bersama.

(Kontributor : Sdr. Mateus Leonardus Batubara OFM)

dialog-agama-dan-budaya-0

WhatsApp Image 2017-08-29 at 15.01.09(1)

WhatsApp Image 2017-08-29 at 15.01.09

dialog-agama-dan-budaya-2dialog-agama-dan-budaya-2b

dialog-agama-dan-budaya-2a

dialog-agama-dan-budaya-3 dialog-agama-dan-budaya-4 dialog-agama-dan-budaya-5 dialog-agama-dan-budaya-6

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *