Lima Tokoh Penebar Inspirasi

16/08/2017
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 135 kali

IMG-20170816-WA0006

Perayaan kaul kekal kali ini berlangsung pada Selasa, 15 Agustus 2017 di Kapel Susteran Klaris, Pacet. Bangku-bangku di ruangan kapel dan lorong terlihat penuh diduduki para suster klaris, keluarga besar fransiskan-fransiskanes dan tamu undangan lainnya. Iring-iringan misdinar, lima saudara calon kaul kekal bersama kedua orangtuanya dan para imam dari ruangan sakristi perlahan bergerak menuju ke ruangan kapel tepat pada pukul 10.00 WIB. Suasana perayaan terlihat khidmat dan meriah dengan alunan lagu-lagu merdu dari para saudara muda fransiskan.

IMG-20170816-WA0003 IMG-20170816-WA0007 IMG-20170816-WA0004

Pelayan Provinsi OFM Indonesia, Sdr. Mikael Peruhe OFM mengawali homilinya dengan berkata, “Hari ini muncul 5 tokoh inspiratif di Persaudaraan OFM Provinsi Indonesia. Mereka adalah saudara cacing, saudara kain pel lantai, saudari air, saudara sandal dan saudara kacamata….”. Lima simbol itu merupakan gambaraan diri kelima saudara dari hasil permenungan selama retret satu bulan penuh di Rumah Retret Samadi Shalom Puncak. Saudara Cacing adalah gambaran diri dari Sdr. Faris. Saudara kain pel lantai adalah gambaran diri Sdr. Fery. Saudari Air adalah gambaran diri Sdr. Erpin. Saudara sandal adalah gambaran diri Sdr. Marcel. Saudara kacamata adalah gambaran diri Sdr. Jery. Kelima saudara itu meleburkan dirinya dalam satu motto utama yaitu, “Masakan aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukan periuk ini?” (Yer 18:6)

Lebih jauh Sdr. Mikael Peruhe OFM menyatakan bahwa simbolisasi kelima saudara itu merupakan sebuah ungkapan kesadaran diri sebagai yang minor, dina, kecil, tak layak dan rendah hati, namun berarti bagi Tuhan. Di sinilah letak inspirasi yang ditebarkan oleh kelima saudara fransiskan itu untuk menjadi dina dan sekaligus mau dibentuk secara terus-menerus. Di penghujung homilinya beliau mengajak semua yang hadir untuk menjadi saudara kacamata yang tajam membaca tanda-tanda zaman agar dapat menjadi saudari air yang menyejukan jiwa-jiwa dan siap menjadi kain pel yang membersihkan wajah dunia yang penuh kekerasan dan konflik agar kita setia sebagai sandal untuk pergi bersama Kristus mewartakan kabar baik yang menyuburkan harapan orang-orang pada zaman ini.

(Kontributor : Sdr. Mateus Batubara OFM)

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *