Klara – Wanita dalam Keheningan dan Kenangan (Bagian 10)

21/12/2014
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 329 kali

BAB 10. Penderitaan dan Wafat Klara (Hari-hari Terakhir Klara)

PHOTO-clare1Hal yang amat mengesankan pada akhir hidup Santa Klara berupa kedekatan para Suster dengan Santa Klara. Suster Agnes, adik kandung Santa Klara meminta dengan sangat agar ia diperkenankan tinggal di biara San Damiano untuk merawat Santa Klara. Santa Agnes dari Praka begitu dekat dengan Santa Klara, sebagaimana terungkap dalam Surat Santa Klara yang ditujukan kepadanya. Walaupun kita tidak memiliki Surat-Surat yang ditulis oleh Agnes dari Praka. Namun relasai antara keduanya nampak begitu dekat, baik dalam bentuk kerinduan maupun dalam doa. Di samping para suster, 3 saudara awal Santo Fransiskus yaitu Saudara Angelo, Saudara Leone dan Saudara Ginepro juga tetap menjaga kedekatan dengan Santa Klara. Bahkan Bapa Suci sendiri berkesan bahwa Santa Klara dianugerahi banyak Saudara dan Saudari yang begitu dekat dengannya. Bahkan mereka semua orang yang begitu dekat dengan Santa Klara mendapat kesempatan menyaksikan hari-hari akhir hidup Santa Klara. Bahkan Seorang Suster Benediktin pun mengungkapkan kedekatannya dengan Santa Klara sebagaimana diungkapkan,

“Sementara Santa Klara sakit berat terbaring di tempat tidur, seorang Suster Benedictin dari biara Santo Paulo menyaksikan penampakan bahwa ia seakan-akan tinggal di biara San Damiano bersama para suster. Ia merasa mendapat tugas sebagai perawat bagi Santa Klara yang sedang sakit berat. Sementara para suster sedang mengusap air mata di keliling tempat tidur, dilihatnya seorang wanita anggun berdiri di samping tempat tidur Santa Klara. Ia berkata, “Anak-anakku, janganlah menangis. Ibundamu belum saatnya untuk pergi, hingga Bapa Suci dan para murid Tuhan akan datang berkunjung”.[i]

Hubungan dekat Santa Klara terjadi bukan hanya dengan orang-orang yang masih hidup saja, tetapi juga dengan orang-orang yang telah meninggal juga, sebagaimana diungkapkan oleh saksi mata Suster Benvenuta.

“Ia sedang bermenung tentang kekudusan Bunda Klara. Ia mendapat penampakan bahwa ia melihat banyak orang kudus turun dari sorga untuk memberikan hormat kepada Santa Klara[ii]. Saksi mata pun melihat penampakan banyak perawan kudus dengan pakaian putih dan mahkota mulia datang mengelilingi Santa Klara. Di antara para perawan kudus tersebut terdapat seorang perawan mulia dengan mahkota emas bercahaya menyinari ruangan dan mengenakan kain lebar. Ia berdiri dekat tempat tidur Santa Klara dan menyelimuti Santa Klara dengan kainnya meliputi seluruh tempat tidur Santa Klara. Saksi mata tak kuasa menyaksikan lagi apa yang dilakukan oleh perawan mulia dan para perawan kudus tersebut hingga lenyap dari pandangan.”[iii]

Kepercayaan akan “persekutuan para kudus” menjadi kenyataan dalam penglihatan tersebut. Semua orang kudus bersama dengan orang-orang kudus di dunia ini menjalin suatu kesatuan. Bunda Maria dan para kudus selalu membantu kita semua melalui doa-doa mereka. Kedekatan para kudus dengan kita manusia terungkap dalam suatu legenda. Terdapatlah seorang ksatria yang ingin mengelabuhi seorang wanita. Wanita tersebut bilang agar berdoa ibadat sore dulu. Setelah ibadat sore ia pun berdoa Salam Maria beberapa kali. Pada saat ia berdoa, ksatria tersebut menyaksikan banyak perawan kudus menghampiri wanita tersebut. Sehingga ksatria tersebut merasa takut. Ia pun minta didoakan. Wanita saleh yang begitu berbakti kepada Bunda Maria tersebut mendapat bantuan rahmat melalui para kudus. Tidaklah heran pula bahwa Suster Benvenuta di biara San Damiano mendapat penampakan khusus tersebut Bunda Maria menganugerahkan kain penutup kepada Santa Klara, sebagai tanda suatu penghiburan rohani.

Saudara Ginepro pun mengungkapkan kesaksiannya sebagaimana terungkap dalam Kisah Klara 45. “Santa Klara pun menyadari bahwa saatnya telah tiba. Santa Klara minta agar imam dan pembimbing rohani datang mendekat. Ia minta agar mereka berdoa Ibadat Sengsara Tuhan dan nasihat rohani. Ia menoleh kepada Saudara Ginepro[iv] yang terkenal dengan doa-doanya yang singkat yang menimbulkan suatu penghiburan. Adakah sesuatu hal baru untuk disampaikan yang berkaitan dengan inspirasi Tuhan? Kata-katanya membawa hiburan dan peneguhan batin. Sebagaimana bara api yang menimbulkan suatu kehangatan jiwa[v].

Di samping Saudara Ginepro, terdapatlah dua saudara lain yang begitu dekat dengan Santo Fransiskus, yaitu Saudara Angelo yang sedang menangis, tetapi membawa hiburan bagi para suster. Sementara Saudara Leone membungkuk dekat tempat tidur Santa Klara .[vi]

Pada hari-hari akhir hidup Santa Klara, ia merasa adanya suatu kedekatan dengan rekan-rekan tersebut. Sehingga ia pun mengenang relasi-relasi awal dengan mereka, terutama dengan para Saudara Awal dan Santo Fransiskus. Karena melalui persahabatan tersebut mereka saling menguatkan dalam melaksanakan pesan Injil Suci. Santa Klara sendiri menjadi saksi perkembangan hidup persaudaraan awal.

Di samping para suster yang begitu dekat dengan Santa Klara, Bunda Perawan Maria dan para perawan suci dan para saudara awal, Bapa Suci Innocentius ke 4 berkenan datang mengunjungi Santa Klara. Walaupun Thomas dari Celano tidak mengungkapkan peristiwa-peristiwa tersebut secara terus terang. Tetapi kita kiranya menyadari bahwa relasi-relasi tersebut memiliki arti yang mendalam dan terdapat perasaan berat hati juga. Tentunya kita menyadari bahwa setelah sekian lama Santa Klara berjuang dengan penuh ketekunan dan akhirnya Santa Klara sendiri tidak menerima Anggaran Dasar dan pembaharuan yang ditulis oleh Bapa Suci. Tetapi Santa Klara sendiri amat menghormati kekudusan Bapa Suci. Walaupun ia sakit berat, tetapi ia berusaha bangun untuk menyambut kedatangan Bapa Suci. Santa Klara tidak hanya menunjukkan rasa hormat dengan mencium cincin Bapa Suci, tetapi juga bangun dan mencium kaki Bapa Suci, walaupun dengan susah payah. Thomas dari Celano mengungkapkan sebagai berikut.

“Pada waktu itu Bapa Suci bersama para Kardinal berangkat dari kota Perugia menuju kota Assisi. Penglihatan kematian Santa Klara hadir dalam permenungan Bapa Suci. Bapa Suci, sebagai wakil Tuhan Allah, sementara para Kardinal merupakan para wakil para murid Kristus, yang datang mengunjungi Santa Klara.[vii]

Bapa Suci Innocentius ke 4 bersama para Kardinal datang mengunjungi Santa Klara. Mereka datang hingga dekat tempat tidur Santa Klara. Beliau selalu memuji cara hidup Santa Klara. Sehingga beliau tak ragu-ragu lagi untuk menunjukkan sikap hormat kepada Santa Klara dengan mengunjungi Santa Klara pada hari-hari terakhir hidupnya. Waktu tiba di biara San Damiano, beliaupun segera menuju ke kamar tidur Santa Klara. Beliau mengulurkan tangan untuk Santa Klara cium. Santa Klara memegang tangan Bapa Suci dengan penuh rasa hormat dan syukur dan ia pun mohon untuk mencium kaki Bapa Sucu juga. Beliau minta kursi untuk duduk dekat tempat tidur Santa Klara agar ia dapat mencium kakinya. Santa Klara pun dapat mencium kaki Bapa Suci dengan penuh rasa hormat.

Santa Klara mohon dengan rendah agar diampuni segala dosanya. Bapa Suci berkata dengan lembut, “Betapa indahnya seandainya dosa kami diampuni pada saat ini juga”.[viii] Bapa Suci memberikan pengampunan dan berkat berlimpah kepada Santa Klara.”
Demikianlah Thomas dari Celano sampaikan. Tetapi ia tidak menulis tentang Bapa Suci yang mengesahkan Anggaran Dasar yang Santa Klara tulis, sebagaimana Suster Filippa, saksi mata sampaikan.

Pada akhir hidupnya, Santa Klara memanggil semua Suster dan menasihati mereka agar mereka berpegang teguh pada privilege kemiskinan suci secara ketat. Ia begitu bertekad agar Annggaran Dasar disyahkan oleh Bapa Suci sebelum ia meninggal. Keinginannya terkabul. Waktu seorang Saudara Dina menunjukkan bukti pengesahan kepada Santa Klara, ia pun menitikan air mata kebahagiaan. Ia menerimanya dan mengecup dengan penuh kepuasan batin dan akhirnya wafat.[x]

Kiranya Santa Kara meminta dua hal, yaitu privilege kemiskinan suci dan pengesahan Anggaran Dasar. Menurut dokumen ia pun memperoleh pada tanggal 9 Agustus 1253. Ia wafat dua hari kemudian.

======================

[i] Leg. Cl. 40 FF 3237.

[ii] Kekudusan Santa Klara terbukti dengan kehadiran Bunda Maria dan para kudus.

[iii] Proc. 11, 4 Ff 3083.

[iv]Di istana raja biasa terdapa pelawak untuk mengurangi rasa tegang. Saudara Ginepro kiranya terkenal sebagai penghibur. Santa Klara ingin mendengar hal-hal yang lucu tentang Tuhan Allah dari mulut Saudara Ginepro.

[v] Leg. Cl. 45 FF 3248.

[vi] Leg. Cl. 45 FF 3250 Saudara Leone menunjukkan rasa hormat kepada Santa Klara. Baik Saudara Angelo maupun Saudara Leone menjadi saksi mata. Dan waktu St. Bona ventura menulis Legenda Major, dan menulis Surat kepada Biara San Damiano menanyakan kepada kedua Saudara tersebut.

[vii] Leg. Cl. 40 FF 3239.

[viii] Bapa Suci juga menyadari bahwa dirinya juga orang berdosa.

[ix] Leg. Cl. 41 FF 3242.

[x] Proc. 3, 32: FF 2998.

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *