Gembalakanlah Domba-DombaKu

04/01/2016
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 785 kali

“GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBAKU”

(Sepenggal Kisah Perayaan Tahbisan Imamat Bagi Enam Saudara Kita)

Ketiga imam baru OFM

Ketiga imam baru OFM

Setelah menjalani retret persiapan Tahbisan Imamat yang dibimbing oleh Sdr. Adrianus Nahal, OFM selama empat hari (12 s/d 15 November 2015) di Pagal, Cibal Manggarai, ketiga saudara diakon kita tampak lebih yakin dan mantap dalam mempersiapkan diri untuk menerima Sakramen Imamat Suci. Dalam jadwal yang telah disepakati oleh pihak Persaudaraan Fransiskan Provinsi St. Michael Indonesia bersama pihak Keuskupan Ruteng, sedianya upacara Penerimaan Sakramen Imamat akan diselenggarakan di Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang, pada hari Kamis, 19 November 2015. Ada enam saudara diakon yang akan ditahbiskan menjadi Imam. Dari enam saudara diakon tersebut, ada tiga diakon Ordo Fratrum Minorum (OFM) dan tiga diakon Diosesan Keuskupan Ruteng. Keenam saudara diakon tersebut adalah: Diakon Dionisius Anggo Man, OFM, berasal dari Paroki Golowelu; Diakon Desideramus Ansbi Baum, OFM berasal dari paroki Mamba; Diakon Ruben Moruk, OFM., berasal dari Atambua; Diakon Kristoforus Ramlino, Pr., berasal dari paroki Pacar; Diakon Benediktus Denar, Pr., berasal dari Paroki Tentang; dan Diakon Heribertus Karno, Pr., berasal dari Paroki Wae Nakeng, Lembor.

Dalam tema Perayaan “Gembalakanlah Domba-domba-Ku”, keenam saudara Diakon yang masing-masing memiliki motto tahbisan, menjadi satu dalam keluhuran martabat Imamat yang Allah curahkan kepada mereka masing-masing. Acara Perayaan pentahbisan dilaksanakan pada Kamis, 19 November 2015, dengan beberapa acara yang berlangsung baik dan lancar pada sehari sebelumya, dalam rangka menyongsong upacara pentahbisan tersebut.

Rabu, 18 November 2015

Panitia Tahbisan, yang terdiri dari berbagai unsur (pihak Paroki, Stasi, KBG, Pemerintah Kecamatan dan Desa, Sekolah-sekolah, Puskesmas dan umat secara lebih luas, telah melakukan persiapan-persiapan teknis sejak H-3 (Senin, 16 November 2015), seperti kerja pembuatan panggung upacara Tahbisan di lapangan sepak bola Tentang. Pada Rabu pagi (18/12/15) sekitar pukul 09.00 WITA, tengah berlangsung persiapan akhir kegiatan serta pelaksanaan acara penerimaan (Curu) keenam diakon yang dalam jadwal besok akan menerima Sakramen Imamat dari YM Mgr. Hubertus Leteng – Uskup Keuskupan Ruteng. Pada hari ini (Rabu, 18 November 2015), sekitar pukul 12.00 WITA, para diakon diterima (curu) dalam cara adat budaya Manggarai di sekitar cabang jalan menuju gereja Tentang dan Kantor Kecamatan Ndoso. Acara ini dihadiri oleh Sdr. Martin W. Kowe, OFM – Pastor Kepala Paroki Tentang, Bapak Fransiskus Tote – Camat Ndoso beserta jajarannya, kelompok “ronda adat – Tua Adat bersama beberapa orang muda sebagai penyanyi rombongan “ronda” yang diperkirakan ada sejumlah 30 orang, serta seluruh pelajar – “sebagai pagar betis”… mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Suasana siang itu sungguh terasa meriah, bersatu dan akrab, manakala kelompok ”ronda adat” mulai bernyanyi dan mengarak keenam diakon beserta rombongan yang datang dari Ruteng, tidak ketinggalan hadir pula Rm. Kanis Ali, Pr., – Vikep Kevikepan Ruteng yang hadir mewakili Uskup Ruteng untuk mengantar para diakon saat itu. Acara dibuka dengan penyampaian “kata-kata curu / kepok” dari Bapak Maksi Magar yang mewakili pihak Paroki Tentang, lalu segera setelah itu “kata-kata curu / kapok” dijawab oleh Vikep Kevikepan Ruteng. Selanjutnya acara pengalungan para diakon, Vikep Ruteng dan Pastor Paroki Tentang dengan selendang adat dan pengenaan topi songke yang disematkan di kepala para diakon, Vikep dan Pastor Paroki. Berikutnya, acara perarakan keenam diakon berjalan menuju gereja St. Fransiskus Asisi – Tentang, untuk diterima secara liturgi. Upacara penerimaan diakon secara liturgi dipimpin oleh Sdr. Martin Kowe, OFM (Pastor Kepala Paroki) dan Rm. Kanis Ali, Pr (Vikep Ruteng – yang mewakili Uskup Ruteng) dan Sdr. Agung Suryanto, OFM (Anggota Dewan Definitorium OFM Provinsi, yang mewakili Minister Provinsi saat itu).

Usai ibadat Liturgi di gereja Paroki St. Fransiskus Asisi – Tentang, para diakon dan keluarga beserta rombongan diantar menuju aula paroki untuk melangsungkan acara minum dan snack bersama, sambil sejenak para diakon dan keluarga beristirahat. Dalam acara ini, tampak beberapa saudara fransiskan dari luar gardianat RB. Fonte Colombo Flores turut menghadiri peristiwa iman ini, Ada Sdr. Agung Suryanto OFM yang hadir sebagai perwakilan pimpinan Persaudaraan Provinsi, Sdr. Markus Gunadi, OFM, Sdr. Stefanus Suprobo, OFM., Sdr.Al Gesu, OFM dan beberapa saudara lain, seperti Sdr. Niko Dharta, OFM dari gardianat Rieti Flores Tengah.

Sore sekitar pukul 17.00 WITA, bertempat di panggung Perayaan tahbisan – lapangan sepak bola Tentang, diadakan acara latihan “gladi bersih” upacara liturgi Tahbisan. Acara ini dipandu oleh Rm. Ompi, Pr. – Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng. Suasana terasa sungguh akrab selama latihan upacara liturgi berlangsung. Mulai dari keenam diakon, Orang Tua dan keluarga, para petugas liturgi: Koor, umat dari Paroki Karot, misdinar, para penari, berbaur menjadi satu dalam semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Hingga sekitar pukul 18.15 WITA, acara latihan “gladi” liturgi berakhir; tampak mereka beristirahat sejenak di rumah penginapan yang sudah disiapkan. Makan malam bersama penuh kekeluargaan berlangsung di gedung aula paroki, semua keluarga keenam diakon hadir dalam acara malam itu sampai dengan pukul 21.00 WITA.

Kamis,19 November 2015

Kamis, 19 November 2015, tepat pukul 09.00 WITA, bertempat dikemah panggung Tahbisan, di Lapangan Sepak Bola Tentang, upacara tahbisan dimulai; diawali dengan perarakan Perayaan Tahbisan oleh “tarian ronda adat Manggarai” dari para petugas bersama para misdinar dan para Imam yang tergabung dalam barisan perarakan. Tampak keenam diakon sungguh amat berbahagia didampingi kedua orang tua dan keluarga mereka masing-masing berjalan dengan mantap menuju lokasi perayaan tahbisan mereka. Selebran Utama perayaan Tahbisan Imamat ini adalah YM Bapa Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, dan didampingi oleh Vikjen Keuskupan Ruteng dan P. Agung Suryanto, OFM – perwakilan pimpinan OFM.

Selain tampak para imam, biarawan/wati, keluarga para diakon, para undangan dan umat paroki Tentang hadir pula sejumlah umat yang mewakili umat paroki asal beberapa diakon, seperti umat dari Paroki Golowelu, Macang Pacar, Lembor dan sekitar paroki di wilayah kota Ruteng dan Labuan Bajo. Menurut pantauan penulis, ada sekitar seribu umat hadir menyaksikan Upacara Tahbisan ini, semua terkumpul di kursi-kursi umat yang sudah disiapkan panitia tahbisan di bawah terop berukuran sekitar 60 x 45 m², belum terhitung kelompok umat anak-anak/siswa-siswi yang berdiri di luar terop dan tenda tahbisan. Wah…, luar biasa umat yang hadir “tumpah ruah” pada hari yang berbahagia itu!!! Tidak ketinggalan lho…., sekitar lima puluh orang umat dibawah koordinasi Sdr. Adrianus Nahal, OFM (Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi – Karot) yang tergabung dalam kelompok koor turut memeriahkan keagungan upacara tahbisan. Upacara ini berjalan baik, khidmat dan lancar.

Dalam khotbahnya, YM Bapa Uskup menyampaikan kepada seluruh umat, teristimewa kepada para diakon, imam tentang luhur, agung dan betapa mulianya rahmat Sakramen Imamat yang Allah curahkan kepada kita; seluruh umat perlu tetap senantiasa mendoakan serta menjaga terpeliharanya panggilan Imamat dimana pun kita berada. Para imam (khususnya para imam baru), harus senantiasa berbahagia dalam panggilan Imamat Suci yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Menjadi Imam (misionaris) yang bersukacita, melayani umat Allah dalam bentuk pelayanan apapun dan dimana pun kita diutus.

Bapa Uskup menegaskan bahwa ”dalam implementasi pelaksanaan tugas perutusannya, para imam hendaknya tidak membeda-bedakan umat yang dicari; artinya, umat yang dicari itu baik yang tidak puas, atau tidak senang dengan pelayanan seorang gembala; umat seperti ini tidak boleh dijauhkan oleh seorang gembala dalam pelayanan sehari-hari. Gembala harus mempunyai hati dan niat yang baik, dalam mencari dan mengajak domba yang hilang atau tersesat, dan menderita agar kembali bergabung dengan Gereja”, katanya. Uskup Hubert juga mengatakan, panggilan hidup apa saja di dunia ini, apalagi menjadi imam, biarawan-biarawati adalah panggilan untuk mengasihi Tuhan. Pusat semuanya adalah kasih dan cinta pada Tuhan dan sesame. Karena itu, para imam harus berbuat nyata mengasihi dalam tindakan nyata, bukan hanya berteori dan pengajaran saja”.

Dalam sambutannya, Sdr. Beny Denar, Pr.-yang mewakili para imam baru menyampaikan secara menarik dan mengagumkan, keterkaitan motto tahbisan dari masing-masing imam baru, yaitu: “Dalam kelemahanlah, kuasa-Ku menjadi sempurna (2 Kor. 12:9)” – Sdr. Dion, OFM., “Supaya Allah menjadi semua di dalam semua (1 Kor. 15:28)” – Sdr. Eras, OFM., “Aku datang untuk-Mu (Ibr.10:9)” – Sdr. Ruben, OFM., “Kepada Kasih Setia-Mu, aku percaya (Mzm.13:6)” – Sdr. Ito, Pr., “Tuhan, aku mengasihi Engkau (Yoh. 21:17)” – Sdr. Beny, Pr., dan “Aku telah mengasihi kamu (Yoh.15:9)”. Dalam sambutannya, Sdr. Beny Denar menyampaikan pula ucapan terima kasih kepada Allah yang hari ini telah menganugerahkan panggilan mulia ini kepada mereka, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak panitia tahbisan, teristimewa kepada pastor Paroki Tentang…

Pada bagian akhir perayaan setelah usai upacara komuni, Romo Sekretaris Keuskupan Ruteng dan Sdr. Agung Suryanto, OFM, yang mewakili Minister Provinsi dan seluruh Dewan Definitorium OFM Indonesia menyampaikan secara tegas tentang pemberian yurisdiksi, kemudian mengumumkan tempat tugas perutusan bagi keenam imam baru.

Sdr. Dion, OFM ditugaskan untuk melayani umat di Paroki Cipanas, Jawa Barat, Sdr. Eras, OFM., mendapat tugas perutusan di Paroki Kristus Raja Pagal, sedangkan Sdr. Ruben, OFM diutus oleh Persaudaraan untuk berpastoral di salah satu paroki di wilayah Lampung, Keuskupan Tanjung Karang, Sumatra. Sementara itu, ketiga imam baru Diosis Ruteng, mendapat penempatan tugas masing-masing di wilayah Kevikepan Labuan Bajo, Ruteng dan Borong. Rm. Beny, Pr. ditugaskan untuk melayani umat di Paroki Wae Nakeng; Rm. Heri, Pr., mendapat tugas perutusan di Labuan Bajo dengan tugas pastoral Pariwisata dan sebagai Pastor Rekan di Paroki Roh Kudus Labuan Bajo; dan Rm. Ito, Pr., ditugaskan di Paroki Mok, dengan tugas khusus sebagai Pastor OMK Kevikepan Borong.“Selamat melayani…., selamat menjalani tugas perutusan yang baru bagi keenam imam baru”.

Seluruh rangkaian perayaan Tahbisan Suci ditandai oleh pemberian berkat perdana dari keenam imam baru bagi Bapa Uskup Ruteng, orang tua dan keluarga serta seluruh umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi Tahbisan tersebut, Setelah itu, YM Bapa Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng memberikan berkat meriah sebagai tanda tugas perutusan bagi semua yang hadir.

Seusai perayaan Ekaristi Tahbisan, Bapa Uskup Ruteng, para imam, biarawan/wati, keluarga imam baru yang berbahagia, seluruh petugas liturgi dan segenap umat yang hadir, berbaur menjadi satu dalam acara resepsi syukuran tahbisan keenam saudara kita. (…hujan deras menghiasi suasana di sekitar panggung, kemah tahbisan dan sekitarnya…, “ini hujan berkat, bro…..!”, demikian ujar salah seorang saudara, dengan gayanya yang berusaha meyakinkan orang di sekitarnya yang mendengarkannya;…hahahahaha

Mgr. Hubertus Leteng – Uskup Keuskupan Ruteng diapit 3 imam baru OFM (kiri) dan 3 imam baru diosesan (kanan))

Mgr. Hubertus Leteng – Uskup Keuskupan Ruteng diapit 3 imam baru OFM (kiri) dan 3 imam baru diosesan (kanan)

Proficiat dan selamat kepada ke-6 imam Baru: Sdr. Dion, OFM., Sdr. Eras, OFM., Sdr. Ruben, OFM., Rm. Ito, Pr., Rm. Beny, Pr., dan Rm. Heri, Pr., doa kami semua menyertai saudara dimana pun saudara diutus. Pace e bene.

Tabe.

Kontributor: Sdr. Rahmat Simamora, OFM. – Tentang, Manggarai, NTT.

 

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *