Fransiskus dan Uang



Dilihat: 114 kali

Kota Asisi tampak dari atas

Kota Asisi tampak dari atas

Panggilan Fransiskus yang muncul pada permulaan kebangkitan negara-negara kota Italia dan timbulnya kelas menengah yang kaya merupakan suatu penangkal ilahi untuk penyakit yang semenjak saat itu akan menulari masyarakat dan lebih penting lagi individu. Nilai pribadi dan harga diri seseorang pada umumnya diukur berdasarkan kemampuannya untuk menghasilkan uang. Jika orang merasa puas dengan harga dirinya, sebagian besar dari hidupnya diisi oleh upaya untuk mendapatkan uang. Uang dan apa yang dikembangkannya menjadi kepenuhan hidup.

Saya tidak menganggap bahwa Fransiskus merupakan seorang pembaharu masyarakat yang melihat apa yang dilakukan oleh uang terhadap struktur masyarakat. Dia lebih merupakan orang Kristen sejati yang melihat apa yang dilakukan oleh uang terhadap roh. Hanya Kristuslah yang menjadi kepenuhan hidup dan dorongan untuk mencari uang lebih daripada hal-hal lainnya, akan mengalihkan perhatian orang dari apa yang sesungguhnya memberi hidup. Dan hal itulah yang terjadi dalam diri seseorang yang akhirnya menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakat.

Bagi Fransiskus, semua daya hidup harus diarahkan lebih pada menyimpan harta karun di surga daripada di dunia di mana ngengat dan karat akan merusakkanya. Tentu saja pendiriannya, hal yang untuk kebanyakan kita yang melihat pandangan seperti itu sebagai khayalan, merupakan suatu pandangan yang naif tentang kenyataan. Dan sejarah Ordo Fransiskan telah membuktikan bahwa visi asali Fransiskus sungguh tidak dapat dihayati kecuali untuk jangka waktu yang singkat pada saat awal, ketika dia masih hidup dan jumlah penganutnya masih sedikit. Akan sangat memutarbalikkan kebenaranlah mengatakan Ordo Fransiskan hidup di dunia ini tanpa uang, tetapi dewasa ini janganlah para saudara mengukur harga dirinya dengan berapa banyak uang yang mereka peroleh untuk melayani orang-orang lain – kendati godaan untuk berbuat demikian selalu ada.

Ukuran untuk cara hidup Fransiskan masih tetaplah kepenuhan hidup dan ukuran untuk hidup adalah kegembiraan. Kegembiraan sejati berasal dari pertama-tama mencari Kerajaan Allah dan prioritas itulah yang mencurahkan cara hidup Fransiskus dengan Roh dan Kehidupan. Fransiskus merincikan cara hidupnya dengan cara yang singkat dan sederhana dengan beberapa kata dalam AngBul: “Demi nama Tuhan! Anggaran Dasar dan cara hidup Saudara-saudara Dina adalah menepati Injil suci Tuhan kita Yesus Kristus sambil hidup dalam ketaatan, tanpa milik dan dalam kemurnian” (AngBul 1:1).

Sumber:
(Murray Bodo, The Way of St. Francis. The Chalenge of Franciscan Spirituality for Everyone, 9-10)



Kirim Komentar