Artikel

Belajar Berdoa

Belajar Berdoa

I Doa Fransiskus mengalir keluar dari apa ingin dipeluknya. Ia yakin dan mengatakan kepada saudara-saudaranya bahwa alasan mengapa kita tidak menjadi santo bukanlah karena kita tidak dapat mengatasi dosa melainkan karena kita tidak mempunyai keinginan untuk mengatasi rasa malu. Mengatasi rasa malu mengandaikan keinginan untuk memeluk apa yang secara keliru kita anggap sebagai tidak pantas…

Ayah dan Anak

Ayah dan Anak

Fransiskus yang membungkuk dengan lemah lembut di hadapan makhluk yang paling sederhana, yang memberkati dan berbicara kepada makhluk itu pada dasarnya sama dengan Fransiskus yang naik kuda pergi berperang untuk membunuh orang-orang lain, sama dengan Fransiskus yang meninggalkan ayahnya di hadapan uskup Asisi; keputusan yang harus nampak di hadapan para penonton, seperti sebuah film yang…

Mengapa Orang-orang Mengikuti Engkau, Fransiskus?

Mengapa Orang-orang Mengikuti Engkau, Fransiskus?

Sekarang sudah delapan abad semenjak St. Fransiskus untuk pertama kalinya menyampaikan pesan Injilnya kepada dunia. Namun demikian tidak seorang pun meragukan daya tariknya atau relevansinya dewasa ini. Kesaksian yang diberikan oleh Si Miskin dari Asisi melampaui batas zaman dan budayanya sendiri. Hal itu tidak dapat dikungkung oleh batas suatu tradisi religius juga tidak oleh semacam…

Modernitas dan Agama

Modernitas dan Agama

Agama Kristen tidak hanya turut menghasilkan modernitas melainkan juga menyanderanya. Di satu pihak banyak perkembangan yang diklaim oleh modernitas di negara-negara Barat, seperti universalisme, konsep-konsep subjek individual, sejarah, suatu dunia yang dapat diubah, kesetaraan, martabat pribadi dan sebagainya, juga menjadi milik agama Kristen. Di lain pihak, berabad-abad lamanya Gereja-gereja Kristen mengidentifikasikan dirinya dengan sejarah penguasaan,…

Penghayatan Nilai-nilai Injili Fransiskan dalam Konteks Sosio-Budaya Indonesia

Penghayatan Nilai-nilai Injili Fransiskan dalam Konteks Sosio-Budaya Indonesia

Statuta Partikular memberikan petunjuk-petunjuk konkret bagaimana kita menghayati panggilan hidup kita dalam zaman serta situasi kita yang nyata di Indonesia ini. Karena itu, selain mesti mengenal nilai-nilai Injili-Fransiskan, diandaikan bahwa kita juga mengenal nilai-nilai serta arus-arus dalam masyarakat kita, yang merupakan konteks penghayatan panggilan kita.