Sejarah
Misi Saudara-saudara Dina di Indonesia dalam abad XX
Perebutan kuasa di wilayah Indonesia oleh Belanda (1605) berarti juga berakhirnya misi Katolik di wilayah itu. Oleh karena kerap kali kuasa V.O.C itu hanya nominal saja, maka tidak segera semua aktifitas misioner di seluruh Indonesia berhenti, tetapi lama-kelamaan semua dilumpuhkan. Baru dalam tahun 1800 segala-galanya (Flores) terpaksa dihentikan.
Hasil dari revolusi Perancis adalah kebebasan agama diumumkan… »
Pengikut St. Fransiskus Asisi di Indonesia
ORDO PERTAMA
1. OFM Pusat di Jakarta/Roma (1929)
2. OFM Papua, Pusat di Jayapura/Roma (1937)
3. OFM Kapusin, Pusat di Pematangsiantar/Roma
4. OFM Konventual, Pusat di Medan/Roma
ORDO KEDUA
1. Klaris Pacet (1934)
2. Klaris Kapusines Singkawang (1937)
3. Klaris Kapusines Gunung Sitoli (1976)
4. Klaris Sikeben-Bandarbaru (1992)
ORDO KETIGA Regular
1. K.SS Fransiskanes dari St. Elisabeth (FSES)
2. K.SS Fransiskanes Putri Hati Kudus Yesus dan Maria… »
Tahun Penting Fransiskan Indonesia
Abad 14 : Beberapa fransiskan singgah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan dalam perjalanannya ke Cina.
Abad 16-17 : Para fransiskan berkarya di Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, Solor dan Flores Timur.
Abad 17-18 : Seluruh karya missioner-pastoral lumpuh (zaman kekuasaan Belanda-VOC)
1929 : OFM berkarya kembali di Bumi Nusantara. Pada 21 Des 1929,… »
Fransiskan (OFM) Indonesia
Para misionaris OFM di Cicurug.
“Pergilah dan wartakanlah bahwa kerajaan Allah sudah dekat”. Sabda Yesus inilah yang mendorong Fransiskus Asisi untuk pergi kemana-mana mewartakan kabar gembira. Bagi Fransiskus, biaranya adalah seluruh dunia. Semangat ini diteruskan oleh para saudara Dina; memenuhi seluruh bumi dengan Injil Yesus Kristus termasuk di bumi nusantara Indonesia.
Sejak abad ke-13, para misionaris… »




