Fransriana

Cerita-cerita jenaka yang terjadi di lingkungan OFM Indonesia.

Mendaki Gunung

Seperti kita kenal Fransiskus amat mencintai alam. Ia sering menyepi ke gunung-gunung untuk lebih mengenal saudara dan saudarinya makhluk semesta alam. Semangat itu rupanya diwarisi juga oleh para fransiskan modern. Salah satunya, saudara kita Martin Harun yang mengenal amat baik “Carceri” dengan Gunung Gede-Pangrangonya (…ini bukan Carceri di Lembah Umbria Italia lho..tetapi “Rumah Biara Carceri”…

“E koe turun dari mimbar”

Selain kenangan akan ukiran dan lumpurnya, Agats ternyata menyimpan kenangan tersendiri bagi seorang saudara yang menjalani tahun orientasi karya di sana. Hal itu terungkap dalam sharing para top-er/tok-er (sebutan untuk para saudara yang menjalani tahun orientasi karya/pastoral). Satu kali, saudara ini mesti memimpin salah satu ibadat di parokinya berhubung tidak ada imam yang dapat mempersembahkan…

Ada Jantung?

Rm. Tono sakit. Ia di bawa ke UGD RS. St. Carolus Jakarta. Seorang dokter yang masih muda segera menangani saudara kita ini. Bu dokter memeriksa dada, mulut dan terutama kaki Rm. Tono yang terlihat sedikit bengkak. Bu dokter memeriksa dengan penuh keseriusan dan tampak kecemasan di wajahnya. Kemudian terjadilah percakapan berikut. Bu dokter : Yang…

Mau Apakah Engkau Dari Padaku

Menangani anak asrama memang tidak gampang. Apalagi anak-anak yang ditampung di situ bandel-bandel dan bikin susah saja. Menghadapi anak-anak yang bandel memang serba menjengkelkan kalau tidak mau dikatakan makan hati. Tetapi seringkali ada hal-hal yang membuat kita tidak jadi marah ketika kebandelan mereka itu justru menjadi sesuatu yang lucu dan menyegarkan seperti yang dialami oleh…

“Biar sudah, yang sudah dikasih untuk Allah biar untuk Allah!”

Masalah tanah di Papua memang sering biking pusing kepala kalau tidak tahu cara mengatasinya. Tanah Gereja yang sudah bertahun-tahun ditempati bisa saja satu kali akan digugat oleh “pemiliknya”. Hal yang sama pernah dialami Sdr. Ferdinand dan Sdr. Eugenio ketika bertugas di Wamena. Satu kali datang rombongan masyarakat yang mau gugat tanah di Sinapup. Mereka tuntut…

Diragukan kereligiusannya gara-gara Kumis

“A kiss without mustache is like an egg without salt!”, kata orang Spanyol yang terkenal dengan kumis laki-lakinya. Berbicara tentang kumis ini, Sdr. Lambert Nita pernah punya pengalaman menarik ketika sedang belajar bahasa Inggeris di negeri “dangdut” India.Satu kali ia pergi kunjungi salah satu biara suster yang masih termasuk keluarga fransiskan di negerinya Mahatma Gandi…

Hantu Jahat !

Beredar ceritera tidak resmi diantara para postulan di Pagal sekian tahun yang lalu bahwa ada hantu yang bergentayangan di kompleks postulat, khususnya pada malam hari. Sebagai orang Timur yang dibesarkan dan dididik dalam budaya hantu – kendati dikatakan keliru oleh ajaran resmi Katolik – cukup banyak postulan yang mempercayai ceritera itu dan menjadi takut keluar…

Frat … Salibnya di Belakang Frater!

Natal tiba dan para frater dari Biara Fran­siskus “diutus” berdu­a­-dua atau lebih untuk kasih tangan kepada suster-suster Fran­siskan­es. Maka menye­bar­lah mereka ke biara-biara Suster-sus­ter Fransiskanes di se­an­tero Jakarta. Dua orang Frater kebagian “perutusan” ke biara Suster Fransiskanes Semarang yang berada di Matraman. Rupanya kedua Frater ini tahu persis acara susteran tersebut dan sudah berhitung cermat…

Dia Kakak Saya!

Dia Kakak Saya!

Di Novisiat Transitus ada kebiasaan pada tiap semester kedua, para novis diberi kesempatan untuk mencicipi kegiatan kerasulan. Kegiatan itu salah satunya adalah menjadi guru sekolah minggu. Secara bergiliran dalam tim-tim kecil mereka mendampingi sekolah minggu. Pada salah satu hari Minggu, sekelompok novis yang mendapat giliran mengajar, mulai menerangkan kepada anak-anak itu perihal mencintai musuh-musuh sebagaimana…