Petuah-petuah

Pasal XXI Religius yang dangkal dan pembual

(1)Berbahagialah hamba, yang bila berbicara, tidak memamerkan segala yang dipunyainya sebagai kedok suatu upah dan tidak cepat mengeluarkan kata-kata, tetapi menimbang dengan bijaksana katakata yang harus diucapkan danjawaban yang harus diberikannya.
(2)Celakalah religius, yang bukannya menyimpan di dalam hatinya semua yang baik yang dinyatakan Tuhan kepadanya, dan bukannya memperlihatkannya kepada orang lain dengan perbuatan, tetapi malah… »

Pasal XXII Menerima teguran

(1)Berbahagialah hamba, yang menerima peringatan, tuduhan dan teguran, yang disampaikan orang lain, dengan begitu sabamya seperti kalau dari dirinya sendiri datangnya.
(2)Berbahagialah hamba, yang menerima dengan rela bila ditegur, menurut dengan penuh hormat, mengakui kesalahan dengan rendah hati, dan mengadakan pemulihan dengan senang hati.
(3)Berbahagialah hamba, yang tidak cepat memaafkan dirinya sendiri, dan yang dengan rendah hati… »

Pasal XXIII Kerendahan hati

(1)Berbahagialah hamba, yang di antara bawahannya, temyata tetap rendah hati, seperti kalau ia berada di antara tuan-tuannya.
(2)Berbahagialah hamba, yang selalu bersedia menerima cambuk teguran.
(3)Hamba yang setia dan bijaksana ialah orang, yang setiap kali melukai orang, tidak menunda-nunda menghukum dirinya dalam batin melalui penyesalan, dan secara lahiriah dengan pengakuan dan pemulihan… »

Pasal XXIV Kasih sejati

(1)Berbahagialah hamba, yang dengan kasih yang besar mengasihi saudaranya yang sakit, dan yang karena sakit tidak mampu membalas budi baiknya, sama seperti kalau saudaranya itu sehat sehingga dapat membalas budi… »

Pasal XXV Lagi: kasih sejati

(1)Berbahagialah hamba, yang secara mendalam mengasihi dan menyegani saudaranya yang jauh darinya, sama seperti kalau saudara itu berada di dekatnya; dan di belakangnya tidak akan mengatakan sesuatu, yang pasti tidak akan dikatakannya dalam suasana kasih kalau berhadapan muka… »

Pasal XXVI Hormat kepada para rohaniwan

(1)Berbahagialah hamba, yang menaruh kepercayaan kepada para rohaniwan, yang hidup tepat menurut peraturan Gereja Roma. (2)Akan tetapi celakalah orang yang meremehkan mereka. Sebab sekalipun mereka itu pendosa, namun tidak seorang pun boleh menghakimi mereka, karena semata-mata Tuhanlah yang mengkhususkan mereka bagi diri-Nya untuk dihakimi.
(3)Sebab semakin luhur tugas pelayanan mereka berkenaan dengan tubuh dan darah mahakudus… »

Pasal XXVII Keutamaan mengenyahkan cacat

(1)Dimana ada cintakasih dan kebijaksanaan,disitu tidak ada ketakutan dan kepicikan.
(2)Di mana ada kesabaran dan kerendahan hati, di situ tidak ada amarah dan kegelisahan.
(3)Di mana ada kemiskinan bersama sukacita, di situ tidak ada ketamakan dan kekikiran.
(4)Di mana ada ketenangan dan samadi, di situ tidak ada kecemasan dan kebingungan.
(5)Di mana ada takwa pada Tuhan untuk menjagapelataran-Nya, di… »

Pasal XXVIII Menyimpan yang baik agar tidak hilang

(1) Berbahagialah hamba yang mengumpulkan sebagai harta di surga, apa yang baik yang dianugerahkan Tuhan kepadanya dan yang tidak ingin dipamerkannya kepada orang-orang sebagai kedok bagi suatu imbalan, (2) sebab Yang Mahatinggi sendiri akan menyatakan karya-karyanya kepada siapa pun juga Ia berkenan. (3) Berbahagialah hamba, yang menyimpan rahasia-rahasia Tuhan di dalam… »

 Laman 3 dari 3 « 1  2  3