Aturan Hidup di Pertapaan
Aturan untuk Hidup di Pertapaan
(1)Saudara-sauaara yang mau menjalankan hidup bakti di tempat-tempat pertapaan, hendaknya bertiga atau paling banyak berempat. Dua dari mereka hendaknya menjadi “ibu”, dan dua yang lainnya – atau sekurang-kurangnya satu-menjadi “anak” mereka. (2)Dua yang menjadi ibu itu hendaknya memerankan cara hidup Marta, sedangkan kedua anak memerankan cara hidup Maria. Tempat tinggal mereka harus berpagar[1] dan di… »



