Belajar dari St. Antonius Padua



Dilihat: 680 kali

anthony-fishBanyak orang memohon pertolongan Tuhan melalui St. Antonius untuk menemukan barang yang hilang atau dicuri. Bagi mereka yang sudah mengenal santo ini mungkin akan berdoa seperti ini, “Santo Antonius, Santo Antonius, berpalinglah. Ada barangku yang hilang dan harus ditemukan.”
Kebiasaan memohon bantuan St. Antonius dalam menemukan barang yang hilang atau dicuri berasal dari salah satu peristiwa dalam riwayat hidupnya. Menurut cerita, Antonius memiliki sebuah buku mazmur yang sangat penting baginya karena di dalam buku itu dia biasa menulis catatan-catatan dan komentar-komentar untuk digunakannya dalam mengajar para saudara di Ordo Fransiskan.

Pada suatu hari ada seorang novis fransiskan yang sudah merasa bosan dengan hidup religius dan ingin meninggalkan komunitas dan ordonya. Ketika meninggalkan ordo, ia juga mengambil buku mazmur milik Antonius. Saat Antonius menyadari bukunya hilang, ia pun berdoa agar bukunya bisa ditemukan dan dikembalikan kepadanya. Setelah berdoa tak lama novis tersebut mengembalikan buku mazmur Antonius dan tidak jadi meninggalkan ordo, yang kemudian menerima kembali si novis. Buku yang dicuri itu sampai saat ini disimpan di biara Fransiskan di Bologna.

Pada peristiwa lainnya, segera setelah kematian Antonius, orang-orang mulai berdoa melalui perantaraan Santo Antonius untuk membantu menemukan dan memulihkan barang-barang yang hilang dan dicuri.

St. Antonius dan Kanak-kanak Yesus
St. Antonius seringkali digambarkan oleh para seniman dalam beragam cara. Dia digambarkan sedang memegang buku, dan bunga lili atau obor. Ia juga dilukis sedang berkhotbah kepada ikan-ikan, sedang memegang monstrans yang berisi Sakramen Mahakudus di hadapan seekor keledai atau digambarkan pula sedang berkhotbah di hadapan orang banyak.

Namun sejak abad ke-17 kita sering melihat sang santo digambarkan sedang menggendong Bayi Yesus atau Bayi Yesus berdiri di atas buku yang dipegang Antonius. Menurut cerita, Antonius suatu ketika mengunjungi Bangsawan Chatenauneuf. Pada tengah malam, Antonius sedang berdoa dengan khusuk dan seketika ruangan tempatnya berdoa menjadi terang benderang lebih terang daripada matahari. Tuhan Yesus pun hadir di hadapan St. Antonius dalam rupa seorang anak. Bangsawan Chatenauneuf, karena heran melihat cahaya terang yang meliputi rumahnya, menjadi saksi atas peristiwa tersebut tetapi berjanji tak akan menceriterakan peristiwa itu sampai setelah St. Antonius meninggal.

Sebagian orang mungkin akan melihat kesamaan dan hubungan antara kisah ini dengan kisah yang terjadi dalam hidup St. Fransiskus sewaktu merayakan dan memperagakan Natal di Greccio dan Kanak-kanak Yesus seakan hidup di tangannya. Kisah-kisah ini seakan menghubungkan Antonius dengan Fransiskus dalam arti misteri inkarnasi Kristus. Mereka berdua mengajarkan betapa mulianya kerendahan hati dan kesederhanaan Kristus yang sudah mengosongkan dirinya sendiri untuk menjadi sama dengan manusia dalam segala hal kecuali dalam hal dosa. Bagi Antonius, seperti juga Fransiskus, kemiskinan adalah suatu cara untuk meniru Yesus yang sudah lahir dalam palungan dan tak memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya.

Pelindung Para Pelaut, Pelindung Para Pelancong dan Nelayan
Di Portugal, Italia, Perancis dan Spanyol, Santo Antonius dijadikan sebagai santo pelindung bagi para pelaut dan nelayan. Menurut beberapa penulis biografi, patung Antonius kadang kala diletakaan di tiang kapal. Dan para pelaut kadang “berteriak” kepadanya jika Antonius dianggap tidak segera merespon cepat doa-doa mereka.
Tidak hanya mereka yang bepergian melalui laut namun juga yang melalui jalan lain - para pelancong - bahwa mereka dilindungi karena perantaraan St. Antonius. Beberapa cerita dan legenda bisa disebutkan yang terkait dengan sang santo dan para pelancong atau mereka yang sedang dalam perjalanan ini.

Pertama, fakta bahwa Antonius sering melakukan perjalanan untuk berkhotbah, khususnya di Maroko sewaktu ia mengalami sakit. Namun setelah sembuh ia tetap melakukan misi perjalanan berkhotbah membawa Kabar Baik Injil.
Ada juga cerita dua suster Fransiskan yang ingin melakukan peziarahan ke suatu gua Maria namun mereka tidak mengetahui jalannya. Ada seorang muda yang membantu mereka untuk menuntun secara sukarela. Saat kembali dari peziarahan, salah seorang suster menyadari bahwa orang muda itu adalah santo pelindung mereka, Antonius, yang telah menuntun.
Ada lagi cerita di tahun 1647 Pastor Erastius Villani dari Padua kembali dengan kapal ke Italia dari Amsterdam. Kapal dan penumpangnya terjebak dalam badai dahsyat. Nampaknya semua akan celaka, Pastor Erastius meneguhkan para penumpang untuk berdoa kepada St. Antonius. Kemudian ia melempar beberapa lembar pakaian yang sudah disentuhkan ke relikwi St. Antonius ke dalam laut yang bergolak. Segera, badai reda, angin berhenti bertiup dan laut menjadi tenang.

Guru, Pengkhotbah, Pujangga Kitab Suci
Diantara para Fransiskan dan dalam liturgi perayaan pestanya, St. Antonius disebutkan sebagai seorang guru dan pengkhotbah ulung. Dia adalah pengajar pertama dalam ordo Fransiskan, diberikan berkat dan tugas khusus tersebut oleh St. Fransiskus. Keefektifannya sebagai pengkhotbah karena menyebabkan banyak orang diteguhkan imannya membuatnya disebut sebagai “Palu Godam bagi Heretik.” Yang tak kalah pentingnya juga adalah seruannya dalam hal perdamaian dan keadilan.

Pada saat kanonisasinya di tahun 1232, Paus Gregorius IX menyebut St. Antonius sebagai “Tabut Perjanjian” dan “Wadah Kitab Suci.” Demikianlah mengapa St. Antonius sering digambarkan sedang memegang cahaya terang atau Kitab Suci. Di tahun 1946 Paus Pius XII secara resmi mengumumkan Antonius sebagai Pujangga Gereja Universal. Hal ini karena kecintaan Antonius pada Sabda Allah dan usahanya dengan rendah hati berdoa memohon kepada Tuhan agar bisa memahami Sabda Tuhan serta menerapkannya dalam segala situasi sehari-hari. Pada pestanya 13 Juni, Gereja mengajak kita untuk meniru teladan St. Antonius dan belajar arti dari kebijaksanaan yang sejati dan apa artinya menjadi seperti Yesus, yang telah merendahkan dan mengosongkan diri agar bisa menjadi sama seperti manusia.

sumber: http://stanthony.org/aboutanthony/history.asp

4 Respon pada “Belajar dari St. Antonius Padua”



  1. Ben Setiadi

    Novena St Antonius pertama kali diperkenalkan di gereja Hati Kudus Kramat oleh Pater (Tinus)MAW Brower OFM asal Belanda tahun 1950an. Sumber dari Buku: “Saudara-saudara Dina Belanda di Indonesia 1929-1983, hal 151″ oleh Pater Anton Ban OFM.
    Terima kasih atas informasi ini kepada ibu Maria, mantan sekretaris Dewan Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta.

    #576
  2. Ben Setiadi

    Terima kasih, saya sebelumnya sudah menghubungi sekretariat Paroki Hati Kudus Kramat… tapi tidak mendapat jawaban yg pasti.
    Salam dan GBU.

    #574
  3. Ben Setiadi

    Pagi Romo,
    Mohon info sejak kapan Novena Besar St Antonius diadakan di gereja Hati Kudus Kramat? untuk melengkapi artikel di majalah Hidup.

    Terima kasih dan salam dalam kasih Yesus,
    Ben

    #572



Kirim Komentar