8 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 635 kali

[Index Kalender Fransiskan]

8 JULI
BEATO GREGORIUS GRASSI, USKUP DAN KAWAN-KAWAN
MARTIR, ORDO I DAN III
(PFAK)

gregorius-grassi-2

Di antara para martir yang dibunuh kaum Boxer pada tahun 1900 di Cina, terdapat banyak pengikut Fransiskus yang dinyatakan Beato, yaitu: Gregorius Grassi, Antonius Fantosati dan Fransiskus Fagolla, empat imam yaitu: Cesidius Giocomantonio, Elias Fachini dan Theodorikus Balat, 7 Suster FMM dan 15 anggota Ordo Fransiskan Awam.

Rumus umumPara Martir, Ibadat Harian hlm 878, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari kisah para martir Cina.
Kami tidak mengganggu seorang pun; bahkan kami telah berusaha berbuat baik kepada banyak orang.
Kira-kira jam empat petang, ketiga uskup, yakni Gregorius Grassi, Antonius Fantosati dan Fransiskus Fagolla tengah menjalankan sembahyang ofisi, sedang yang lain-lain beristirahat siang sejenak dari pekerjaan mereka. Tiba-tiba terdengar gemertak senjata dari seberang kebun, dibarengi dengan jeritan dan tangis anak-anak dan wanita-wanita dari kalangan Protestan. Mendengar keributan itu, para suster yang tidak jauh rumahnya segera datang kepada Theodorikus dan semua cepat berkumpul di muka uskup Gregorius Grassi, yang berkata kepada mereka: “Saudara-saudara, inilah saatnya bagi kita; berlututlah, saya hendak memberi absolusi kepada kalian semua”. Demikianlah mereka semua diberi absolusi. Lalu ia pun berlutut bersama yang lain, dan menunggu kedatangan para serdadu. Dengan berteriak-teriak dan dengan gemertak senjata mereka menyerbu masuk rumah; ketika melihat para korban berlutut hening, mula-mula mereka tertegun. Tetapi sesudah itu mereka menyerbu masuk memmukuli mereka dan mengikat tangan para korban ke punggung mereka dan mengusirnya dari rumah. Beberapa saksi mata melaporkan, bahwa uskup Fransiskus sewaktu tanganya diikat, berkata kepada serdadu-serdadu itu: “Kami tidak usah diikat, kami akan pergi ke mana pun kamu kehendaki.” Tetapi seorang serdadu segera menghunus pedangnya dan menetak kaki uskup Fransiskus. Uskup Gregorius juga dipukuli keras-keras dan yang lain-lain pun diperlakukan dengan kejam dan dipukuli. Kemudian diiringi caci-maki rakyat yang berteriak-teriak, kaum Boxer menggiring mereka sepanjang kota, sampai ke tempat pengadilan dekat kota, yang dinamakan Yuan Men. Di tengahjalan mereka didorong ke sana kemari oleh para serdadu dan kaum Boxer. Ketika tiba di tempat pengadilan, Hakim wilayah menyuruh mereka berlutut di hadapannya. Lalu ia bertanya kepada uskup Fransiskus yang sudah dikenalnya itu, katanya: “Kapankah kau tiba di Cina?”

“Sudah lebih dari tiga puluh tahun yang lalu”, jawab uskup itu. Hakim menyambung: “Untuk apa engkau menggelisahkan bangsa kami atau apa gunanya engkau mempropagandakan agamamu?” “Kami tidak mengganggu seorang pun,” sahutnya, “Bahkan kami telah berusaha berbuat baik kepada banyak orang.” “Itu tidak benar,” tukas hakim itu, “Engkau sudah sangat merugikan bangsa kami; dari sebab itu sekarang kalian semua kujatuhi hukuman mati.” “Jika engkau menghukum mati kami,” sahut uskup itu, “maka kejahatanmu ini tidak terlepas dari hukuman.”

Mendengar itu, beranglah hakim itu dan menetak sampai dua kali dada uskup itu dan memerintahkan untuk memukul jatuh mereka semua dan menghabisi nyawa mereka. Baru saja hakim menyelesaikan ucapannya, serdadu-serdadu dan kaum Boxer serentak maju dengan berteriak dan gemertak senjata; masing-masing menyerbu korban yang terdekat dan dengan pedang terhunus memukuli mereka dan memenggal kepala para martir dan menyayati tubuhnya.

Sungguh suatu tontonan yang mengerikan dan keji! Sehabis pembantaian itu tubuh mereka dilucuti pakaiannya dan dipertontonkan untuk dicemoohkan. Pada malam hari jenazah mereka diangkut ke pintu gerbang utara pada tembok kota. Di situ mereka dibuang bertumpuk dalam satu lubang dan tinggal tetap tak terkubur tiga hari lamanya. Akhirnya dikebumikan di pekuburan umum di luar kota, yang biasanya dipakai untuk menguburkan para penjahat dan pengemis.

LAGU BERGILIR
P: Inilah persaudaraan sejati, yang tidak pernah dapat dilanggar apa pun; mereka ditumbahkan darahnya dan mengikuti Kristus. U: Dengan menghinakan kemegahan dunia, mereka sampai kepada kerajaan surgawi. P: Sungguh, betapa baik dan menyenangkan tinggal bersama sebagai saudara. U: Dengan menghinakan kemegahan dunia, mereka sampai kepada kerajaan surgawi.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Kami mohon, perkenankanlah supaya berkat pengantaraan beato uskup Gregorius dan kawan-kawannya, segala bangsa mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus, Putera-Mu yang telah Kauutus. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, sebab merekalah yang empunya Kerajaan surga. (Mat 5:10)

KIDUNG MARIA
Antifon: Kerajaan surga adalah kepunyaan orang-orang yang menghinakan hidup duniawi dan sampai kepada ganjaran surga dengan mencuci baju mereka dalam darah Anak Domba.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM