7 Februari

30/01/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 538 kali

[Index Kalender Fransiskan]

7 FEBRUARI
SANTA KOLETA,
PERAWAN, ORDO II
(PFAK – PW UNTUK ORDO II)

colleta-4

Koleta dilahirkan dalam tahun 1381 di Corbie, Perancis. Setelah orang tanya meninggal, ia membagi-bagikan harta warisannya kepada fakir miskin, menjadi anggota Ordo III dan hidup sebagai petapa. Kemudian ia menjadi Klaris. Ia mendapat izin dari Sri Paus untuk memilih cara hidup asli dalam biara-biara Ordo II dan I. Ia meninggal pada tanggal 6 Maret 1447.

Rumus umum Seorang Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari Surat Wasiat Santa Koleta.
Ketaatan yang sederhana adalah mulia di hadapan Allah.

Putera-puteri yang terkasih, insyaflah panggilan suci kalian, martabat tinggi kalian dan kesempurnaan yang pantas. Sebeb ketidakktahuan agak merugikan, sedangkan pengetahuan amatlah subur. Oleh karena itu ketahuilah ke mana kalian masuk lewat pintu ilham ilahi dan panggilan pilihan itu. Penyelamat kita yang terkasih berkata: “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa” (Yoh 6:44), yaitu dengan ilham. Langkah masuk ke dalam lapangan kesempurnaan Injili yang subur dan membahagiakan itu, tidak lain daripada meninggalkan dunia, daging dan kehendak sendiri. Sebab Yesus, Putera yang terberkati Santa Perawan berkata: “Siapa yang hendak mengikuti Aku, hendaklah menyangkal dirinya dan memikul salibnya” (Mat 16:24), dengan tobat yang tak kunjung putus atas dosa-dosa yang diperbuat, agar jangan jatuh ke dalam penghojatan Allah dan agar memelihara baik-baik rahmat Ilahi. Maka dari itu putera-puteri yang terkasih, perhatikanlah bahwa kalian telah dipanggil kepada ketaatan yang sempurna tanpa jasamu; dan hendaklah selalu taat dalam segala hal yang tidak melawan Allah, suara hati dan Anggaran dasar. Janganlah kita mengutamakan pandangan kita sendiri di atas pandangan atasan-atasan kita. Sebab kebijaksanaan sejati tunduk kepada Yesus dan kepada Bunda-Nya yang terkasih itu. Orang yang sungguh taat melakukan begitu saja, apa yang dilakukannya demi Allah. Ia tidak memperhatikan sesuatu pun selain ketaatan yang sejati, dn itu pun dengan rasa hormat, seakan-akan ia telah menerima perintah itu dari mulut Yesus sendiri. Apalagi, bila menurut pendapat manusia perintah itu lebih mudah,tetapi di hadapan Allah, yang lebih bernilai adalah ketaatan yang penuh kerendahan hati; sebab dari ketidaktaatan datanglah kejahatan; satu dua orang yang taat jauh lebih bernilai daripada seratus ribu doa orang yang tidak taat. Jika kita taat kepada Allah, maka Ia pun akan menaati kita. Kecuali penyangkalan diri kita, Tuhan kita juga menghendaki agar kita memanggul salib kita; inilah kaul kemiskinan suci kita. Beratlah salib itu, apabila kita menginginkan sesuatu di luar Dia, yang memikul salib di atas pundak-Nya, dan yang sudi mati di atasnya. Hai puteri-puteri yang terkasih, cintailah, yah, cintailah keutamaan yang cemerlang itu seturut teladan Yesus Kristus, bapa mulia kita Santo Fransiskus, dan ibu kita tuan puteri Santa Klara. Hendaklah puas dalam kekurangan-kekuranganmu, agar kalian dapat dengan mudah sampai kepada kerajaan yang menjadi panggilan kalian oleh karena kemiskinan, yang telah kalian janjikan dengan bebas untuk menepatinya. Maka itu, hiduplah selaku orang miskin dan tetap demikianlah sampai mati, puteri-puteriku yang terkasih, sebagaimana telah dilakukan oleh Penyelamat kita yang terkasih di salib. Karena di dunia ini hanya sedikit orang yang mencintai kemiskinan yang demikian itu, maka kita mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mencintai kemiskinan itu sesudah tuan puteri ketaatan suci, yang saya anjurkan kepada kalian di atas segala-galanya. Kita harus menepati dengan setia apa yang telah kita janjikan; dan jika karena kelemahan insani kita jatuh, maka hendaklah kita selalu segera bangkit dengan tobat suci, sambil berusaha dengan rajin untuk hidup baik dan mati suci. Semoga Bapa segala kerahiman, Putera oleh sengsara-Nya yang kudus dan Roh Kudus yang terpuji, sumber damai sejahtera, penghiburan dan kasih, melimpahi kita sekalian dengan hiburan-hiburan-Nya. Amin.

LAGU BERGILIR
P: Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia, untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan. U: Yang telah dijanjikan Allah kepada yang mengasihi-Nya. P: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan surga. U: Yang telah dijanjikan Allah kepada yang mengasihi-Nya.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mengangkat Santa Koleta sebagai suri teladan dan pemimpin kesempurnaan injili bagi banyak perawan; kami mohon berilah supaya semangat serafin yang telah diajarkannya dengan arif dan diteguhkannya secara ajaib dengan teladan dan kekudusannya,selalu tetap murni dalam diri kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Ita telah memperoleh kemuliaan di masanya dan di jamannya ia mendapat pujian.

KIDUNG MARIA
Antifon: Engkau adalah kehormatan bangsa kita, karena engkau berlaku dengan gagah berani; dan hatimu pun diperkokoh karena engkau telah mencintai kemurnian.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM