7 Agustus

15/06/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 508 kali

[Index Kalender Fransiskan]

7 AGUSTUS
BEATO AGATHANGELUS DAN KASIANUS
IMAM, MARTIR, ORDO I
(PFAK)

07-agathangelus-dan-kasianus

Kedua martir ini berasal dari Perancis. Agathangelus dilahirkan pada tahun 1598 dan Kasianus dalam tahun 1607. Setelah masuk ordo kapusin dan menjadi imam, mereka pergi ke daerah Misi. Agathangelus ke Suriah dan Kasianus ke Mesir. Dalam tahun 1637 kedua-duanya pergi ke Etiopia. Tidak lama kemudian mereka ditawan dan dianiaya dengan kejam, di kota Gondar. Akhirnya mereka digantung dengan tali jubahnya dan dirajam hingga mati dalam tahun 1638.

Rumus umum Beberapa Martir, Ibadat Harian hlm 876, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari surat B. Agathangelus kepada Kardinel Prefek Kongregasi Penyebaran Iman (sekarang: Kongregasi Untuk Pewartaan Injil).
Keselamatan saudara-saudara harus diusahakan dengan segala daya upaya.

Paduka yang mulia dan pelindung kami!
Ketika dalam bulan yang lalu saya berada di Yerusalem, kepada saya ditunjukkan oleh pater gardian yang terhormat, surat para kardinal yang termulia kongregasi, yang isinya sebagai berikut: “Pater yang terhormat telah menyampaikan kepada kami pendapat yang disetujui pater Paulus de Lodi: diperbolehkan mengunjungi gereja-gereja kaum heretik dan skismatik, asal saja iman Katolik dipegang teguh dalam hati sanubari. Karena pendapat ini dinyatakan sesat oleh kongregasi ini, maka sekali-kali tidak boleh mengikuti pendapat ini dalam praktek.”

Setelah saya tiba di Mesir, persoalan ini saya kemukakan kepada tiga pater ahli teologi dari kalangan kami di sana, dan lagi pula hal yang sama saya bicarakan dengan pater Archangelus dari Pistoya. Pendapat mereka selaras dengan pendapat saya. Karena itu saya mohon kepada yang termulia, supaya berkenan menyambut pertanyaan ini, yang diajukan dengan rendah hati oleh hamba paduka yang hina dina ini, yaitu: apa yang lebih berguna bagi kehormatan Allah dan bagi keselamatan jiwa-jiwa? Dalam pada itu saya tunduk kepada keputusan apa saja.

Ahli-ahli teologi yang meneliti persoalan ini menggantungkan pertanyaan itu pada syarat-syarat bermacam-macam, yang dapat disingkat menjadi empat hal, yaitu: pesertaan dalam perayaan-perayaan keagamaan itu tidak boleh menimbulkan sandungan; tidak boleh ada bahaya peserta itu akan kandas dalam hal iman; tidak boleh ada keterlibatan dalam ketidak-adilan atau dalam ritus apa pun yang pada hakekatnya adalah heretik atau bagaimana pun jua mesti ditolak; pesertaan itu tidak boleh merupakan pembenaran suatu bidaah atau suatu ritus heretik.

Tetapi untuk dapat mempertimbangkan keempat syarat itu, maka perlulah pengetahuan lengkap dan tetap tentang segala sesuatu yang bersangkutan dengan hal itu, yaitu: tempat, waktu, pribadi dan ritus dan lain sebagainya. Pengetahuan ini tidak dapat dimiliki para pengajar Gereja, karena mereka tidak mengenal praktek kami di sini. Oleh karena itu, menurut hemat saya, … etc… mendatangkan kerugian.

Oleh karena saya telah mengemukakan alasan-alasan pendapat kami – banyak lainnya yang untuk singkatnya tidak saya sebutkan, – maka hendaknya saya diizinkan menutup dengan pendapat Paus yang suci dan mulia, martir S. Martinus: “Untuk masa-masa susah, hukum Gereja mengenal pengertian pada penganiayaan, apabila apa yang terjadi itu tidak disebabkan karena penghinaan iman, yang jelas merupakan suatu kejahatan, melainkan karena ketakutan dan keadaan terpaksa; sehingga hukum itu melonggarkan ketelitian yang ketat demi belas kasihan.”

Di sini ada banyak orang Koptis. Dalam pemeriksaan buku-buku liturgi mereka tidak saya temukan kesesatan pun, kecuali seruan kepada kaum heretik Dioskoros dan Severus. Maka itu kami telah mengiuzinkan para imam merayakan Misa menurut buku-buku tersebut, tetapi dengan syarat tidak memakai seruan kepada orang-orang heretik itu. Ini dipegang teguh oleh mereka tanpa terjadinya batu sandungan bagi umat.

LAGU BERGILIR

P: Besarlah keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dialah membuat kami sanggup menjadi pelayan Perjanjian Baru. * Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. U: Besarlah. P: Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. U: Allah menghendaki.

DOA PENUTUP
Allah segala manusia, kami memperingati para martir-Mu beato Agathangelus dan Kasianus; mereka telah mengurbankan hidup mereka demi iman Katolik. Semoga berkat pengantaraan mereka segala bangsa dianugerahi jalan ke arah kebenaran yang satu itu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Hendaklah kamu kuat dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah perlengkapan senjata Allah, agar kamu bertahan terhadap tipu daya iblis.

KIDUNG MARIA
Antifon: Jika kita telah mati bersama Kristus, maka kita juga akan hidup bersama Dia; jika kita bertekun, maka kita pun akan ikut memerintah bersama Dia.