6 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 595 kali

[Index Kalender Fransiskan]

6 OKTOBER
SANTA MARIA FRANSISKA DARI KELIMA LUKA
PERAWAN, ORDO III
(PFAK)

06-st-maria-fransiska-4

Fransiska dilahirkan di Napoli dalam tahun 1734. Ia menjadi anggota Ordo III. Ia berulah-tapa dan bermatiraga hebat, tetapi amat besar cinta kasih dan amalnya kepada orang yang sakit dan menderita. Ia menonjol dalam devosinya kepada S.P. Maria dan terkenal dalam hal kerendahan hati. Meninggal pada tahun 1791. Konon, karena cintanya yang amat besar kepada Allah, jantungnya mematahkan dua rusuknya.

Rumus Umum Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari khotbah S. Yohanes Krisostomus berkenaan dengan Injil Yohanes.
Seorang hamba tidak lebih tinggi dari pada tuannya.

Kita jangan hanya membaca tetapi juga merenungkan dalam hati perihal mahkota duri, mantol ungu, tongkat, tamparan muka, tatapan sinis, peludahan dan caci maki. Apabila semua hal itu sering kita renungkan, niscaya hal-hal itu dapat memadamkan amarah kita. Bahkan apabila kita ditertawakan dan diperlakukan tidak adil, hendaklah kita selalu berkata “seorang hamba tidak lebih tinggi dari pada tuannya”.

Hendaknya kita menempatkan di tengah-tengah renungan kita, kata-kata yang diucapkan orang-orang Yahudi dengan berang, yaitu: “Engkau kerasukan setan! Engkau orang Samaria! Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul” (Luk 11:15). Semuanya itu telah ditanggung-Nya, agar dengan mengikuti jejak-Nya kita dapat menanggung sindiran-sindiran, yang biasanya paling menyakitkan. Tetapi ia tidak hanya menanggung semuanya; ia bahkan berusaha sedapat mungkin untuk melepaskan orang yang melontarkan hal-hal itu dari ancaman hukuman; sebab rasul-rasul diutus-Nya justru untuk keselamatan mereka. Engkau kan mendengar mereka berkata: “Kami tahu, bahwa kamu telah berbuat begitu karena ketidaktahuan” (Kis 3:17); dan demikianlah mereka menarik orang-orang untuk bertobat. Ini hendaknya kita tiru. Sebab tiada sesuatu pun yang lebih mendamaikan Allah daripada mengasihi musuh dan berbuat baik kepada orang-orang yang bersalah kepada kita.

Apabila seseorang menyusahkan engkau, maka janganlah memperhatikan orang itu; perhatikanlah setan yang menggerakkan dia; dan terhadap setan, timpakanlah segala amarahmu, namun kasihanilah orang yang digerakkan oleh setan. Sebab jika dusta itu berasal dari setan, apalagi murka yang tidak beralasan, tentulah datang dari setan. Apabila engkau mengalami seseorang menghina engkau, maka ingatlah, bahwa sebenarnya orang itu dibujuk oleh setan; sebab menghinakan, bukanlah sifat orang Kristiani. Sebab, apabila Yesus berkata kepada orang-orang bahwa mereka harus berdukacita dan apabila mereka harus mendengar kata-kata ini: “Celakalah kamu yang sekarang tertawa” (Bdk. Luk 6:25), maka tentu saja kalau seseorang menghina, mengejek atau marah-marah, – maka orang itu tentunya tidak boleh dicela melainkan patut ditangisi. Kristus sendiri juga gelisah, ketika ia memikirkan Yudas. Karena itu, marilah kita merencanakan untuk melakukan semua hal itu dalam tingkah laku kita. Sebab jika kita tidak melaksanakannyua, sia-sia dan percuma saja kita datang ke dunia ini, bahkan mungkin suatu kemalangan!

LAGU BERGILIR
P: Betapa eloknya engkau, hai perawan Kristus. U: Engkau patut menerima mahkota dari Tuhan, yaitu mahkota keperawanan abadi. P: Palma keperawananmu tidak direnggut dan engkau tidak dipisahkan dari kasih putera Allah. U: Engkau patut.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menghendaki santa Maria Fransiska perawan, menjadi serupa dengan gambaran Putera-Mu yang tersalib; perkenankanlah kami, karena pahala dan pengantaraannya, diubah menurut gambaran itu pula di dunia, sehingga kami dapat dipermuliakan bersama dia di surga. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Siapa gerangan ada bersamaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tak ada yang kuinginkan di bumi. Sekalipun tubuh dan hatiku hilang lenyap, gunung batu dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kemarilah, mempelai Kristus: terimalah mahkota yang telah disediakan Tuhan bagimu selama-lamanya.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM