5. Biara OSC di Yogyakarta

09/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 9.194 kali

[Index Clara]
[Unduh tulisan ini] | [Unduh brosur]

jogja9MASA AWAL (1969 – 1979)
Sejak Mgr. A Soegiyopranoto SJ menjabat sebagai Uskup Agung Semarang, para suster Claris sudah diundang untuk membuka biara di Jawa Tengah. Namun karena jumlah anggota suster pribumi masih sedikit dan masih banyak suster asal Belanda, tawaran tersebut belum dapat dipenuhi. Baru pada tanggal 14 Januari 1969, para suster di Pacet memutuskan untuk membuka biara di Jawa Tengah (Yogyakarta). Maka mulailah diurus surat ijin kepada Bapa Kardinal Yustinus Darmoyuwono Pr. dengan didampingi oleh Rm. Dijkstra SJ. Pada tanggal 2 Februari 1970, Kardinal memberi ijin tertulis, bahwa para suster boleh membuka biara di daerah Medari.

Pada tanggal 27 April 1970, para suster berencana membeli sebidang tanah di Medari. Tetapi setelah meninjau tempat itu maka dipertimbangkan lagi bahwa tempat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan cara hidup kontemplatif. Sementara itu pada tanggal 30 April 1973 Pater Vicente Kunrath OFM selaku Delegat pindah dari Cianjur ke Papringan, Yogyakarta karena mendapat tugas baru sebagai magister. Dari sana, pada tanggal 30 Juli, Pater Vicente, OFM mengirim telegram yang meminta Suster Pimpinan Klaris untuk datang meninjau dan mencari tanah di daerah Kaliwinongo (Gamping) sesuai petunjuk dari Romo Kardinal sebagai tempat yang diijinkan untuk didiami suster-suster. Di dalam Kota Yogyakarta sudah ada terlalu banyak tarekat religius.

Pada tanggal 1 Agustus 1973 para suster mencoba beralih ke bagian barat Kota Yogyakarta yaitu daerah Gamping. Pada tanggal 2 Agustus, Sr. Agnes, Sr. Johanna dan Sr. Paula berangkat ke Gamping untuk meninjau tanah yang dimaksud. Pada tanggal 7 Agustus, para suster membicarakan tentang hasil peninjauan tanah di Gamping dan diusulkan agar Sr. Bernardine yang sudah menjadi penduduk Yogyakarta untuk mengurus kartu perpindahan penduduk menjadi warga Gamping. Suster akan berangkat tanggal 13 Agustus ke Yogyakarta. Tetapi pada tanggal 13 September ada berita dari Vikep Yogyakarta, Romo Pujarahardja Pr. bahwa tanah di daerah Gamping tidak jadi dijual oleh pemiliknya.

Pada tanggal 2 November 1973 sampai tanggal 26 Januari 1974 suster Presiden Uni-Nederland berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini semakin memperkuat keputusan untuk membuka biara baru di Yogyakarta. Kemudian ada berita lain lagi pada tanggal 27 November yaitu bahwa pembelian tanah lain di Yogyakarta telah gagal.

Pada tanggal 27 Januari 1974, tiga suster pimpinan berangkat ke Yogyakarta untuk meninjau tanah di Gamping tetapi ternyata gagal lagi karena tanah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mereka kembali ke Pacet tanggal 4 Februari. Kemudian pada tanggal 24 April, Sr. Bernardine, Sr. Ancilla dan Sr. Assumpta tiba di Yogyakarta untuk meninjau tanah biara cabang. Urusan ini berlangsung terus sampai tanggal 28 Mei.

Pada tanggal 15 Juni 1974 diputuskan, bahwa para suster akan mulai tinggal di Gamping sambil mencari tempat yang cocok. Atas bantuan dan kebaikan hati Rm. Pujarahardja Pr, untuk sementara para suster dapat tinggal di rumah keluarga lskandar selama 2 tahun. Terjadi perundingan dan persetujuan antara para suster dan keluarga Iskandar mengenai penggunaan tempat, rumah, air, dsb (lampu masih memakai lampu minyak tanah). Untuk memulai hidup membiara di Gamping tersusunlah kelompok kecil yang terdiri atas empat suster yaitu: Sr. Assumpta Kaminem OSC, Sr. Ancilla Muljani OSC, Sr. Bernardine Nyoman Siti OSC dan Sr. Paula Suwartini OSC. Tanggal 7 sampai 10 Agustus 1974 diadakan Triduum oleh P. Vicente Kunrath OPM sebagai persiapan pesta Santa Clara, sekaligus sebagai persiapan bagi keempat suster yang akan berangkat sebagai perintis untuk membuka biara baru di Yogyakarta.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

3 komentar pada 5. Biara OSC di Yogyakarta

  1. Veronica Majaboeboen
    28/06/2013 at 17:59

    Kami mohon Suster2 mendoakan anak kami Titania untuk penyembuhan dan dibebaskan dari kekuasaan jahat dan roh2 iblis. Anak kami sdh berbaring 10 hr ci ICU. Atas doa2nya kami ucapkan banyak terima kasih kepada suster2.

  2. fransiska yola
    12/12/2011 at 16:51

    salam untuk suster-suster biara St.Clara,,
    saya yola suster, jadi kangen sama suster-suster di jogja setelah liat foto-foto ini
    suster sehat-sehat saja kan??

    • Framinor
      12/12/2011 at 17:23

      Shalom Saudari Yola,
      pesan Anda sudah diteruskan kepada para suster Klaris. FYI, para suster Klaris yang bertugas di Yogyakarta saat ini adalah:
      1. Sr. Anna (sebagai Penanggung Jawab)
      2. Sr. Caspara (sebagai wakil dan kosteres)
      3. Sr. Koleta (bag. dapur)
      4. Sr. Magdalena (bag. kebun)

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *