4 September

09/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 481 kali

[Index Kalender Fransiskan]

4 SEPTEMBER
SANTA ROSA DARI VITERBO
PERAWAN, ORDO III
(PFAK)

rosa-dari-viterbo

Rosa, keturunan rakyat jelata, lahir pada tahun 1223 di Viterbo, Italia. Di masa mudanya ia menjadi anggota Ordo III. Ia menonjol dalam kemurnian hidup, cinta kasih kepada sesama, iman dan kesalehan. Ia membela kedaulatan Gereja melawan Kaisar Frederiks II, Kaisar Jerman. Ia meninggal pada tahun 1258 di kota kelahirannya, dan dimakamkan di gereja S.P. Maria dari Bunga Mawar.

Rumus Umum Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari buku “Soliloquium” (swacakap), karya Santo Bonaventura.
Jiwa yang berbahagia itu adalah puteri Raja, mempelai dan ratu.

Bila aku memandang sukacita yang akan datang, maka rasa-rasanya aku nyaris kehilangan kekuatan karena kagum, sebab suka cita itu akan ada di dalam dan di luar, di atas dan di bawah dan di sekelilingku. Engkau akan bersukacita di dalam dan di atas segala-galanya. Sukacitamu, kukira, telah digambarkan sebelumnya dalam kitab Wahyu pada wanita bahagia yang berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dua belas bintang di atas kepalanya (Why 12:1). Wanita itu kukira adalah jiwa berbahagia, puteri, mempelai dan ratu Raja abadi; ia adalah puteri oleh karena penciptaan alami, mempelai oleh karena rahmat pengangkatan menjadi anak, dan ratu oleh karena pemberian kemuliaan. Tepatlah dikatakan ia berselubungkan matahari, karena ia dihiasi cahaya cemerlang pengilahian; dengan mahkota martabat kebahagiaan kekal; dan di dalam kebahagiaan itu ada hiasan khusus, yakni dua belas sukacita yang digambarkan dengan dua belas bintang, yang oleh karenanya kebahagiaan surgawi itu dihiasi dan diperindah. Hai, jiwaku, sukacita ini mesti kaulintasi setiap hari dengan budi baktimu, dan engkau jangan mencari hiburan di dalam kepapaan dan persinggahan yang sekarang ini. Dalam harapan akan sukacita ini maka tiap-tiap kesusahan hidup yang sekarang hendaknya kau tanggung dengan tenang dan riang.

Maka itu Bernardus menulis: “Berjalanlah, hai jiwa, bukan dengan langkah badani, melainkan dengan perasaan dan keinginan; sebab engkau dinantikan bukan hanya oleh para malaikat dan para berbahagia, tetapi oleh Tuhan dan Penguasa para malaikat dan para berbahagia. Engkau dinantikan sebagai puteri terkasih oleh Allah Bapa, sebagai mempelai termanis oleh Putera Allah dan sebagai sahabat terkarib oleh Allah Roh Kudus. Engkau dinantikan oleh Allah Bapa untuk diangkat menjadi ahli waris segala harta surgawi oleh Putera Allah untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai hasil penjelmaan-Nya menjadi manusia dan sebagai perolehan darah-Nya yang termulia; dan oleh Roh Kudus, untuk menjadi peserta dalam kebaikan dan kemanisan-Nya yang abadi. Engkau dinantikan oleh keluarga berbahagia sekalian roh surgawi dari Raja abadi, untuk diterima di dalam kalangannya.” Memang kukira, hai jiwaku, jika sukacita surgawi ini selalu kau pelihara di dalam batinmu, maka engkau akan membangun alam pembuangan ini menjadi suatu pinggiran kota kerajaan surgawi, yang di dalamnya engkau setiap hari akan mencicipi dan mengenyam lebih dahulu kemanisan abadi itu.

LAGU BERGILIR
P: Wanita yang tak bersuami dan anak-anak gadis * memusatkan perhatian mereka kepada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwanya kudus. U: Wanita yang. P: Allah adalah Gunung batuku, dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. U: Memuaskan.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menyatukan di dalam diri Santa Rosa, hamba-Mu, keteguhan hari yang menakjubkan di masa muda dengan keindahan kesucian; perkenankanlah dengan rela, supaya kami yang mencontoh keutamaan-keutamaannya di dunia, beserta dia menikmati kebahagiaan kekal di surga. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Ketika mempelai itu datang, perawan bijaksana yang siap sedia masuk bersama dia ke ruang perjamuan kawin.

KIDUNG MARIA
Antifon: Selesai dalam waktu singkat, orang benar toh melangsungkan hidup sepenuh-penuhnya. Karena berkenan kepada Allah, ia dipindahkan sementara masih hidup, dari tengah-tengah orang berdosa.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM