4. Biara OSC di Pacet, Jawa Barat



Dilihat: 907 kali

[Index Clara]
[Unduh tulisan ini] | [Unduh brosur]

Foto bersama tahun 1960-anTAHUN 1948 - 1962
Biara Alverna Cicurug yang telah hancur ditinggalkan oleh para suster. Mereka menuju daerah Cipanas untuk mencari tempat tinggal baru. Atas penyelenggaraan Tuhan, para suster mendapat kemurahan hati bruder-bruder Santo Aloysius untuk memakai rumah peristirahatan mereka selama 2 tahun.

Tanggal 16 November 1948, para suster dengan resmi pindah dari Sukabumi menuju Pacet - Sindanglaya. Setelah menempati rumah peristirahatan bruder-bruder Santo Aloysius, para suster mulai mencari-cari tempat lain yang cocok dijadikan biara baru. Mereka menemukan sebuah rumah di desa Cimacan. Rumah itu dibeli dan dua suster ditugaskan untuk merawat rumah tersebut, yaitu Suster Paula Christiaanse dan Suster Mechtildis Rutten. Tetapi akhirnya rumah itu dijual lagi karena pada tanggal 20 Juli 1949, pesta Santo Yakobus, para suster membeli rumah peristirahatan bruder-bruder Santo Aloysius.

Rumah peristirahatan tersebut harus diperbaiki dan dirombak agar memenuhi syarat menjadi biara kontemplatif. Sebagian tanah dijual untuk membiayai perbaikan tersebut. Kehidupan para suster berjalan kembali dan semakin berkembang. Terlebih dengan keluarnya surat ijin dari Roma tanggal 29 Maret 1950 untuk membuka novisiat dan menerima para pemudi yang ingin menggabungkan diri dengan OSC.

Pembangunan dan perbaikan biara sudah selesai dengan pemasangan trali dan kisi-kisi di dalam kapel dan di ruang tamu. Bangunan biara diberkati dan diresmikan pada tanggal 8 Desember 1955 dengan nama Biara Santa Clara. Upacara pemberkatan dipimpin oleh Prefek Apostolik Sukabumi, Mgr. M. Geise OFM didampingi oleh R. Schneider OFM, Pater Superior. Banyak tamu yang hadir untuk memberi dukungan kepada para suster, antara lain para saudara dina, suster Ursulin dari Jakarta dan Sukabumi, suster OSF dari Jakarta, suster FMM dari Bogor, juga para handai taulan; bahkan ada yang datang dari Jawa Tengah.

Pada tahun 1962, Gereja Katolik mengadakan Konsili Vatikan II. Hasil Konsili merupakan angin segar dan baru dalam Gereja. Perubahan-perubahan juga terjadi di biara Santa Clara Pacet. Misalnya: Pelaksanaan doa ofisi berkala dalam bahasa Indonesia; kisi-kisi dan terali di ruang tamu dan kapel biara dibongkar; juga dihimbau agar biara-biara kontemplatif mencoba mencari penghidupannya sendiri, dan tidak lagi berkeliling meminta derma.

Halaman: 1 2 3 4 5 6



Kirim Komentar