30 Juni

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 539 kali

[Index Kalender Fransiskan]

30 JUNI
BEATO RAYMUNDUS LULLUS
MARTIR, ORDO III
(PFAK)

raimundus-lullus-1

Raymundus Lullus dilahirkan di Palma, kepulauan Baleares (Spanyol) sekitar tahun 1233. Setelah melepaskan harta bendanya, ia masuk Ordo III. Karena semangat misionernya ia mendirikan lembaga untuk menyiapkan para calon misionaris. Ia sendiri ahli dalam pelbagai ilmu pengetahuan di zamannya. Kemudian ia menyepi di sebuah bukit beberapa tahun lamanya. Di hari tuanya ia berangkat sebagai misionaris ke Bugia. Ia dijebloskan ke dalam penjara, tetapi dibebaskan oleh pedagang-pedagang. Ia kembali lagi ke Bugia dan mewartakan Injil. Ia ditangkap, lalu diseret ke luar kota dan dirajam hingga setengah mati. Pedagang-pedagang mengangkutnya dengan kapal. Setibanya di pulau Mallorca, Raymundus menemui ajalnya tgl 19 Juli 1315 dalam usia sekitar 80 tahun. Karena pengetahuan yang luas, ia dijuluki “doctor illuminatus” (Pengajar yang bercahaya).

Rumus umum Seorang Martir, Ibadat Harian hlm 890, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari riwayat hidup Beato Raymundus Lullus, oleh orang yang sezaman dengannya.
Ia hanya bercita-cita menyebar-luaskan kerajaan Kristus.

Raymundus Lullus dilahirkan di Palma, kepulauan Baleares, dari keluarga terkemuka. Di masa mudanya ia menjadi penjawat kamar makan di istana raja. Diketahuinya kesia-siaan dunia. Maka ia mengenakan manusia baru. Diputuskannya untuk menempuh cara hidup baru, maka ditinggalkannya kesia-siaan duniawi. Satu hal yang selalu menjadi pikirannya ialah: bagaimana ia dapat memajukan keselamatan jiwa-jiwa dan menyebar-luaskan kerajaan Kristus dengan menundukkan kaum Muslimin. Untuk mencapai cita-citanya itu, maka didirikannya sebuah lembaga di negerinya, di mana saudara-saudara dina dilatih dalam pelbagai bahasa, khususnya bahasa Arab, untuk dapat mewartakan Injil Kristus kepada kaum non kristiani. Setelah rencana itu terwujud, Raymundus lalu menyepi. Ia mendaki bukit Rando dan manjalani hidup bertapa dengan ulah tapa badani dan kontemplasi. Dengan tekun dan dengan rendah hati ia mohon kebijaksanaan kepada Tuhan, untuk melaksanakan rencana kerjanya. Sembilan tahun lamanya ia tetap menekuni cara hidup itu. Dan Allah menerangi budinya secara ajaib, sehingga orang yang tidak terdidik dalam ilmu keallahan itu, dapat berbicara dengan leluasa dalam perkara-perkara Ilahi dan persoalan-persoalan rohani yang mendalam, sehingga semua orang kagum.

Kemudian, selama empat puluh tahun ia berkelana terus seraya bekerja untuk kepentingan Kristus. Bilamana ia pergi ke Roma, Avignon, Paris, Vienna, Pisa atau tempat-tempat lain, maka maksudnya ialah memperoleh persetujuan dari Paus Honorius IV dan Paus Klemens V atau dari konsili Vienna untuk mendirikan seminari-seminari guna menghasilkan orang-orang yang teruji dan terdidik, yang akan menyebarkan iman Katolik di mana-mana.

Akhirnya ia menetap di Bugia, kota pelabuhan di Aljazair. Sampai di sana, ia mewartakan Yesus Kristus sebagai Allah yang benar. Maka ia dijebloskan ke dalam penjara yang mengerikan dan sedianya akan dihukum mati. Tetapi ia dibebaskan atas permintaan para pedagang, lalu ia pulang ke negerinya serta menyesal, bahwa nasib yang paling baik direnggut dari padanya. Pada kesempatan lain ia berlayar lagi dan tiba kembali di Bugia. Tetapi segera ia dikenali dan diusir ke luar kota, dirajam, lalu ditinggalkan setengah mati. Namun pelaut-pelaut yang atas penyelenggaraan Ilahi mendarat di sana, menaikkan orang yang setengah mati itu ke atas kapal mereka. Tetapi ketika pulau Mayorca sudah nampak, Raymundus menghembuskan nafasnya yang terakhir.

LAGU BERGILIR
P: Berbahagialah orang yang bertahan dalam percobaan, sebab apabila ia tahan uji, U: Ia akan menerima mahkota kehidupan. P: Orang yang bertahan hingga akhir, akan selamat. U: Ia akan menerima mahkota kehidupan.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah memuliakan kepala beato Raymundus, martir, semangat merambatkan kerajaan-Mu; perkenankanlah kami, hamba-hamba-Mu, supaya kami karena doa dan pengantaraannya, memegang teguh iman, yang telah kami terima berkat rahmat-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kediaman para kudus ada di dalam kerajaan surgawi; dan istirahat mereka pun kekal selama-lamanya.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM