28 November

17/10/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 454 kali

[Index Kalender Fransiskan]

28 November
Santo Yakobus dari Markhia
Imam, Ordo I
(PW)

yakobus-dari-marka

Yakobus dilahirkan di Monteprandone, Italia, pada tahun 1394. Mula-mula ia menempuh studi hukum di Perugia. Kemudian ia masuk Ordo Saudara-saudara Dina (1416) dan menjadi imam. Ia membaktikan hidupnya untuk pewartaan sabda Tuhan di Italia dan hampir seluruh Eropa, dari Norwegia sampai Yugoslavia. Ia menyebarluaskan devosi kepada Nama Yesus yang tersuci. Meninggal di Napoli pada tahun 1476.

Rumus Umum Gembala Umat, Ibadat Harian hlm 908, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari khotbah Santo Yakobus dari Markhia:
Pewartaan sabda Tuhan menumbuhkan segala keutamaan.

“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh, berbuah seratus kali lipat” (Luk 8:8). Ini berarti: hati orang-orang saleh, yang menjadi subur oleh kelimpahan Roh Kudus, di mana sabda Allah menaburkan sesal hati pada para pendosa, menumbuhkan bunga lembayung kerendahan hati, mawar kasih, bunga bakung kemurnian, ketakutan dan cinta kepada Allah, kerinduan akan hal-hal surgawi dan peremehan hal-hal duniawi serta keindahan segala keutamaan.
Sungguh, sabda Allah yang membawa rahmat dan amat kudus! Engkau menerangi hati kaum beriman; engkau mengenyangkan orang-orang yang lapar; engkau menghibur orang-orang yang berdukacita; engkau menyuburkan hati orang-orang yang baik dan menumbuhkan segala keutamaan; engkau merenggut jiwa-jiwa dari moncong setan; engkau membuat para pendosa menjadi orang benar, dan membuat orang duniawi menjadi orang surgawi.

Bagaimana menjadi kudus? Di dalam pewartaan! Di mana engkau menangisi dosa-dosamu? Di dalam pewartaan! Di mana engkau melepaskan kelaliman? Di dalam pewartaan! Di mana engkau telah melepaskan kehendak yang jahat? Di dalam pewartaan! Di mana kau peroleh kesabaran dan kau temukan kembali jiwamu yang hilang? Dalam pewartaan. Di mana engkau telah mengenal Allah? Dalam pewartaan. Di mana orang jahat menjadi orang baik? Dalam pewartaan! Di mana dilenyapkan kejahatan yang tak terbilang jumlahnya, pembunuhan, kecemaran, khianat, kebencian dan sebagainya itu? Dalam pewartaan. Siapa memelihara umat dalam iman? Pewartaan. Sebab siapa yang tidak mendengarkan sabda Allah adalah seperti binatang. Siapa membasmi sesatan dan bidaah? Pewartaan. Siapakah mempertobatkan dunia? Pewartaan. Untuk apa Kristus mengutus para rasul? Untuk pewartaan. Siapa menaburkan rahmat dan kebajikan di dalam jiwa-jiwa? Pewartaan. Sebab “bukan kamu yang berkata-kata” (Mat 10:20). Sungguh pewartaan yang amat kudus, yang lebih mulia dari pada segala harta! Berbahagialah orang yang suka mendengarkan dikau, karena engkau adalah terang besar, yang menerangi seluruh dunia. Kata Bernardus: “Sabda Allah harus didengarkan dengan rela, diterima dengan bakti, ditepati dengan penuh perhatian apa pun yang menyangkut keselamatan jiwa. Dan hendaknya didengarkan bukannya sebagai perkataan manusia, melainkan sungguh sebagai sabda Allah, entah itu melipur entah menasihati entah menegur”. Seperti penabur yang lalai menyia-nyiakan benih, demikian pun pendengar yang lalai akan menyia-nyiakan sabda Allah. Karena itu, kata Agustinus: “Sekali lagi kutanyakan kepada kamu, saudara-saudara dan saudari-saudari: katakanlah kepadaku, apa gerangan menurut pendapatmu, lebih baik Tubuh Kristus ataukah sabda Allah? Apabila kamu mau menjawab dengan penuh iman, maka kamu mesti berkata: sabda Allah tidak kurang dari pada Tubuh Kristus. Maka tidak kurang bersalahlah orang yang mendengarkan sabda Allah dengan sembrono dari pada orang yang karena lalai, membiarkan Tubuh Kristus jatuh ke tanah.”

LAGU BERGILIR
P: Wartakanlah sabda, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya; nyatakanlah apa yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran, * Kuasailah dirimu dalam segala hal, lakukanlah pekerjaan pewarta Injil. U: Wartakanlah. P: Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik. U: Kuasaliah dirimu.

DOA PENUTUP
Ya Allah, untuk keselamatan jiwa-jiwa dan mengembalikan para pendosa ke jalan kebenaran, Engkau telah menjadikan Santo Yakobus bentara yang ulung; perkenankanlah dengan rela, supaya karena pengantaraannya kami dipulihkan dari dosa-dosa dan oleh karenanya memperoleh hidup kekal. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Ia telah menyatakan nama Yesus kepada orang-orang, dan ia mewartakan kepada mereka sabda yang telah diterimanya dari Allah.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kafasikan keji dicabut olehnya; hatinya tertuju kepada Tuhan, dan di mata kaum fasik ia mengukuhkan takwa.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM