28 April

22/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 548 kali

[Index Kalender Fransiskan]

28 APRIL
BEATO LUKESIUS
PRIA KUDUS, ORDO III
(PFAK)

lukosis-2

Lukesius, lahir dekat Poggi, Bonzi di Etruria, Italia, pada mulanya adalah seorang pedagang. Diterangi oleh rahmat Tuhan, dia membagikan harta miliknya kepada orang-orang miskin dan menurut tradisi, dialah orang pertama yang menerima jubah Ordo Ketiga Santo Fransiskus. Dia terkenal karena cintakasihnya kepada sesama, kemiskinan, kerendahan-hati dan kehidupan yang keras. Dia meninggal sekitar tahun 1260 dalam usianya yang ke delapan puluh tahun.

Rumus umum Pria Kudus, Ibadat Harian hlm936, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dariTulisan Rohani dari Beata Angela dari Foligno.
Dia mengangkat kita dan menebus kita melalui kemiskinannya.

Manusia pertama telah jatuh karena kemiskinan; manusia ke dua, Allah-manusia, Yesus Kristus, mengangkat kita melalui kemiskinan. Kemisikinan yang nista adalah kurang pengetahuan; karena kurang pengetahuan ini Adam menemukan kejatuhannya dan semua yang terjatuh sesudahnya, mengerjakan hal yang serupa karena kekurangan pengetahuan ini. Karena itu, pentinglah bahwa anak-anak Allah perlu diangkat kembali dan dipulihkan dari kejatuhannya itu melalui suatu kemiskinan yang berlawanan dengan kemiskinan tadi.
Di dalam Allah-manusia Yesus Kristus, kita mempunyai sebuah contoh perihal kemiskinan ini. Dia mengangkat dan menebus kita melalui kemiskinan-Nya. Tentu saja itu adalah kemiskinan yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata, karena Dia menyembunyikan kekuasaan dan kemegahan-Nya yang tak terbatas. Dia membiarkan diri dicerca, dihinakan, dimarahi, ditangkap, diseret, dicambuki dan disalib. Dia menanggung semua itu sebagai seorang yang tidak berdaya. Kemiskinan semacam ini merupakan contoh bagi kehidupan kita. Kita harus belajar dari kemiskinan ini, bahwa kita tidak usah menyembunyikan kekuasaan yang toh tidak kita miliki; bukan, tetapi kita lebih baik harus dapat dengan jelas melihat seberapa jauh ketidak-berdayaan dan kelemahan kita.

Kita masih mempunyai sebuah contoh lain dari kemiskinan ini, yakni contoh kemiskinan Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan yang teramat suci. Bunda itu memberikan pelajaran kepada kita: ketika dia dihadapkan pada misteri yang mencengangkan, dia memberikanjawaban dengan menyatakan secara gamblang bahwa dirinya termasuk anggota dari kelompok kita yang tertekan. Dia menyebut diri dengan nama yang hina dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan”. Sungguh, ini adalah nama yang sangat rendah. Kemiskinan semacam ini pasti sangat berkenan pada Tuhan.

Betapa sempurnanya contoh yang kita miliki dari Bapa Kita St. Fransiskus yang agung itu! Dia memiliki pemahaman yang istimewa terhadap kemiskinannya dan hal itu memenuhi dirinya sepenuh-penuhnya, sehingga dia menetapkan dan menunjukkan kepada kita suatu jalan hidup yang unik. Saya tidak dapat menemukan orang kudus lain yang dapat lebih rinci memperlihatkan jalan menuju kepada Buku Kehidupan, contoh kehidupan Allah-manusia, Yesus Kristus. Juga saya tidak dapat melihat seorang pun yang lain, yang sedemikian unik menyatukan-Nya dalam dirinya. Dia telah menghidupkan kembali contoh itu dalam dirinya, sehingga dia tidak dapat lagi melewati-Nya. Hal itu bahkan terlihat dalam tubuhnya. Karena dia sedemikian penuh menyatukan dirinya di dalam-Nya, sehingga dia dipenuhi dengan kebijaksanaan tertinggi, yang terus menerus dia sampaikan dan bagikan ke seluruh dunia.

LAGU BERGILIR
P: Kalian yang telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Aku, U: Akan menerima berlipat ganda dan memiliki kehidupan abadi, Alleluya. P: Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti-Mu. Apa yang dapat kami harapkan darinya? U: Kamu akan menerima berlipat ganda dan memiliki kehidupan abadi, Alleluya.

DOA PENUTUP
Ya Tuhan Allah, Engkau telah memanggil Beato Lukesius untuk menjalani pertobatan dan telah membuatnya bercahaya dalam melaksanakan karya-karya kesalehan dan cinta kasih. Semoga, berkat doa-doa dan teladan-teladannya, kami pun dapat menghasilkan buah-buah pertobatan dan selalu berlimpah dalam pekerjaan-pekerjaan yang baik. Kami mohonkan ini dengan perantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, yang hidup dan bertakhta bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah yang Esa, sepanjang segala abad. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Berbahagialah orang bersemangat miskin, karena memiliki kerajaan surga, Alleluya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Berbelas-kasihlah sebagaimana Bapamu di surga berbelas-kasih, Alleluya.


(Diterjemahkan oleh Alfons S. Suhardi OFM, dari “Proper Offices of Franciscan Saints and Blesseds in the Liturgy of the Hours”, Published by the English-Speaking Conference of the Order of Friars Minor, 1977, hlm 83-86)