26 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 433 kali

[Index Kalender Fransiskan]

26 OKTOBER
BEATO BONAVENTURA DARI POTENZA
IMAM, ORDO I
(PFAK)

b-bonaventura-di-potenza Bonaventura dilahirkan di Potenza dekat Napoli, Italia, dalam tahun 1671. Ia menjadi anggota Ordo Konventual. Selaku imam ia menjadi pengkhotbah ulung, bapak pengakuan, pastor orang sakit serta para tawanan perang. Ia meninggal tahun 1711.

Rumus Umum Pria Kudus dan Biarawan, Ibadat Harian hlm.936 dan 853, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura, Uskup, “Perihal Hidup Sempurna”
Kasihilah Tuhan Allahmu dan satjukan kehendakmu dengan kehendak-Nya.

“Berbahagialah orang yang Kauajar, ya Tuhan, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu (bdk. Mzm 94:12). Aku benarkan, bahwa tak seorang pun dapat bijaksana, selain orang yang telah diajari rahmat Roh Kudus. Menurut nabi Daud, yang berbahagia dan sungguh bijaksana hanyalah orang yang diajari Tuhan dan diberi pelajaran tentang hukum Taurat. Sebab hanya “Taurat Tuhan itu sempurna” (bdk. Mzm 19:8) dan tak bercela. Hanya hukum Tuhan yang membawa jiwa kepada keselamatan. Tetapi ajaran hukum ini, yaitu pengajarannya tidak saja harus dicari di luar, dalam bentuk huruf, tetapi lebih-lebih oleh hati sanubari yang saleh. Ajaran itu patut diinginkan dalam kekuatan Roh Kudus, sebab Dia semata-matalah yang mengajari dalam batin. Dia semata-matalah yang dapat mengubah kekerasan hukum lahir menjadi kenikmatan batin. Hukum Tuhan mengajarkan apa yang harus diperbuat, apa yang harus dielakkan, apa yang harus diimani, apa yang harus dimohon, apa yang harus diinginkan dan apa yang harus ditakuti. Hukum itu mengajar untuk menjadi murni dan tak bercela, mengajar untuk menjadi apa yang dijanjikan dan menangisi pelanggarannya; ia mengajar mengaibkan yang duniawi dan menolak nafsu daging; untuk mengarahkan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi (bdk. Mat 23:37) kepada Yesus Kristus semata-mata.

Dibandingkan dengan ajaran ini, maka seluruh kebijaksanaan duniawi adalah bodoh dan tolol. Siapa yang bukan pelupa melainkan pelaksana setia ajaran ini, adalah sungguh bijaksana dan sungguh berbahagia. Untuk dapat mematikan cacat-cacat, untuk dapat berkembang dalam rahmat dan untuk mencapai kesempurnaan tertinggi dalam segala keutamaan, tidak ada sesuatu pun yang lebih baik dan tidak dapat dipikirkan sesuatu yang lebih berguna daripada kasih. Hanya kasihlah yang memiliki kekuatan sedemikian pada dirinya sehingga kasih semata-mata menutup neraka dan membuka surga; ia semat-mata yang memberi harapan akan keselamatan, ia semata-mata membuat orang berkenan kepada Allah. Kasih mengandung kekuatan begitu rupa dalam dirinya, sehingga di antara segala keutamaan, dialah satu-satunya dinamakan “keutamaan”. Siapa yang memilikinyua, adalah kaya, terberkati dan berbahagia; siapa yang tidak memilikinya, adalah miskin, papa dan malang. Jadi karena kasih itu keutamaan yang begitu besar, maka harus diusahakan lebih dari segala keutamaan lainnya; dan itu pun bukan sembarang kasih, melainkan hanya kasih yang mengasihi Allah melebihi segala sesuatu dan yang mengasihi sesama manusia demi Allah. Bagaimana engkau mesti mengasihi Penciptamu, diajarkan oleh Sang Pengantin sendiri kepadamu, dalam Injil: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:27). Hai hamba Yesus Kristus yang terkasih, perhatikanlah, kasih mana diharapkan kekasihmu Yesus, dari padamu. Kekasihmu menghendaki dengan pasti agar engkau menyerahkan segenap hatimu, segenap jiwamu dan segenap akal budimu kepada kasih-Nya, sehingga sama sekali tak ada orang lain satu pun yang menempati bagian mana pun bersama-Nya dalam segenap hatimu, segenap jiwamu dan segenap akal budimu. Engkau mengasihi dengan segenap jiwamu, apabila engkau tidak melakukan apa yang kau kehendaki, atau apa yang dinasihatkan dunia, atau apa yang dibisikkan daging, melainkan dengan suka hati dan tanpaberbantah melakukan apa yang setahumu dikehendaki Tuhan Allahmu. Maka kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu, yaitu persatukanlah kehendakmu dengan kehendak ilahi dalam segala-galanya.

LAGU BERGILIR
P: Kiranya Tuhan menjadikan kamu berkembang dan berkelimpahan dalam kasih satu sama lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu, * kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercela dan kudus di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus Tuhan Kita, bersama semua orang kudus-Nya. U: Kiranya Tuhan. P: Inilah yang dikehendaki Allah, yaitu pengudusanmu. U: Kiranya Dia.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menonjolkan beato Bonaventura karena ketaatan dan karena kasihnya akan sesama. Semoga berkat pengantaraannya kami dibantu untuk mentaati perintah-perintah-Mu, dan maju terus di jalan kesempurnaan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA

Antifon: Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

KIDUNG MARIA
Antifon: Ketika aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM