25 Agustus

17/06/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 590 kali

[Index Kalender Fransiskan]

25 AGUSTUS
SANTO LUDOVIKUS IX
RAJA, ORDO III
(PW)

25-ludovikus-ix-1

Ludovikus dilahirkan pada tahun 1214. Pada tahun 1226, dalam usia 12 tahun, ia menjadi raja Perancis, mula-mula dengan bimbingan ibunya, Santa Blanca. Ludovikus menonjol dalam semangat ulah tapa, doa serta cinta kasih kepada orang-orang miskin. Dalam urusan pemerintahan ia mengusahakan perdamaian dan kemakmuran rakyat, tetapi juga keselamatan jiwanya. Ia pun berjiwa satria dan jujur. Sebagai bapak sebelas anak, ia mendidik mereka dengan baik. Ia mengikuti perang salib pada tahun 1248 dan menjadi tawanan; tetapi kemudian ia ditebus. Pada tahun 1270 ia sekali lagi ikut perang salib tetapi meninggal karena wabah pes di Tunisia, 25 Agustus 1270.

Rumus umum Pria Kudus, Ibadat Harian hlm936, kecuali:

Pembukaan Ibadat Harian
Antifon: Marilah kita menyembah Tuhan, Raja sekalian raja.

IBADAT BACAAN

MADAH

Kristus, Raja mahatinggi, Kautentukan
Di seantero dunia kerajaan
Dengarkanlah doa para penguasa
Yang melambungkan puji syukur pada-Mu

Ludovikus lahir untuk memerintah
Dengan tangan lembut dipegang kuasa
Dibimbing ibu suri halus budinya
Pengikut Kristus dulu lalu meraja.

Penguasa adil, pemersatu neg’ri
Pelindung warga pendahsyat setan
Pria saleh di mata surga, pembangun
Rumah Allah, atap bagi kaum miskin.

Terpujilah selalu Allah Tritunggal’
Hormat, kuasa serta sorak gembira
Yang Esa memerintah alam semesta
Bertakhta kini dan selama-lamanya.

Amin.

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dariSurat Wasiat raja Ludovikus IX kepada puteranya.
Raja yang adil menegakkan negeri.

Puteraku terkasih, pertama-tama aku mengajar engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segala kekuatan; tanpa itu tidak ada keselamatan. Puteraku, engkau harus menjaga dirimu dari segala sesuatu yang setahumu tidak berkenan kepada Allah, yaitu dari segala dosa berat, sehingga engkau harus lebih dahulu merelakan dirimu didera segala macam siksaan dari pada berbuat dosa berat mana pun. Dan lagi jika Tuhan berkenan engkau mendapat kesusahan apa pun, maka engkau harus menanggungnya dengan rela hati dan syukur seraya ingat, bahwa hal itu bermanfaat untuk kebaikanmu dan bahwa engkau barangkali layak mendapat itu. Selanjutnya, jika Tuhan memberikan kesejahteraan apa pun kepadamu, maka engkau mesti membalas budi kepada-Nya seraya menjaga, jangan sampai engkau menjadi lebih buruk entah karena kemuliaan sia-sia entah secara lain, sebab engkau tidak semestinya menentang atau menghojat Allah oleh karena pemberian-Nya. Hendaklah engkau dengan suka rela dan bakti mengikuti ibadat Gereja dan selama engkau di dalam gereja janganlah engkau melihat ke sana ke mari atau omong-kosong, tetapi berdoalah kepada Tuhan dengan bakti baik dengan mulut maupun dengan renungan. Engkau harus menaruh hati kasih sayang kepada orang-orang miskin, yang malang dan yang sedih hati; dan sekedar kemampuanmu menyokong dan menghibur mereka. Mengenai segala anugerah yang kamu terima dari Allah, bersyukurlah kepada-Nya agar engkau patut mendapat lebih banyak lagi. Hendaklah adil terhadap kaum bawahanmu, dengan memegang teguh garis keadilan, dengan tidak condong ke kanan atau ke kiri; dan hendaklah engkau lebih memihak kepada orang miskin dari pada orang kaya, sampai engkau mendapat kepastian tentang yang benar. Hendaklah berusaha agar semua bawahanmu dilindungi oleh keadilan dan hidup dalam damai, terutama oknum-oknum gerejani dan para biarawan. Hendaklah bakti dan patuh kepada ibu kita Gereja Roma dan kepada Sri Paus sebagai bapa rohani. Berjerih payahlah agar dosa dienyahkan dari negerimu, terutama penghinaan Tuhan dan bidaah. Hai putera yang terkasih, akhirnya kepadamu kuberikan segala berkat, yang dapat diberikan oleh Bapa penuh kasih sayang kepada puteranya. Dan semoga Allah Tritunggal dan segala orang kudus menjagai engkau dari segala kejahatan. Dan semoga Tuhan memberi engkau rahmat untuk melakukan kehendak-Nya, agar Ia diabdi dan dihormati olehmu, sehingga sesudah hidup ini kita pun bersama-sama sampai memandang, mengasihi dan memuji Dia dengan tiada kesudahan. Amin.

LAGU BERGILIR
P: Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan; tidak ada lagi yang seperti dia di antara semua raja. Ia berpaut kepada Allah * dan tidak menyimpang dari mengikuti Dia. U: Ia melakukan. P: Ia berpegang. U: dan tidak menyimpang.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mengalihkan Santo Ludovikus dari urusan pemerintahan di bumi kepada kemuliaan kerajaan surgawi; kami mohon, perkenankanlah karena pengantaraannya, supaya dengan anugerah sementara yang kami lakukan ini, kami mencari kerajaan yang kekal. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Pikirannya ada pada Yang Mahatinggi; karena itu ia menerima kerajaan yang mulia dan mahkota yang indah dari tangan Tuhan.

KIDUNG MARIA
Antifon: Ia telah hidup di hadapan Tuhan dengan setia dan dengan tulus hati, dan ia telah melakukan apa yang baik di mata-Nya.