24 Mei

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 677 kali

[Index Kalender Fransiskan]

24 MEI
PESTA PEMBERKATAN BASILIK SANTO FRANSISKUS DARI ASISI

800px-assisi_san_francesco_bw_1

Pada tanggal 17 Juli 1228 sehari setelah kanonisasi bapa St. Fransiskus, oleh Paus Gregorius IX diletakkan batu pertama gereja St. Fransiskus, di kota Asisi. Pada tanggal 25 Mei 1230 kerangka St. Fransiskus dipindahkan ke sana. Pada tanggal yang sama pula tahun 1253, gereja itu diberkati oleh Paus Innocentius IV. Dan pada tanggal yang sama juga tahun 1754 Paus Benedictus XIV meresmikan gereja itu menjadi Basilika Patriarkhal dan Kapel Kepausan.

Rumus umum Pemberkatan Gereja, Ibadat Harian hlm 834, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Ibadat Harian hlm. 836

BACAAN II
Pembacaan dari Konstitusi Paus Benediktus XIV.
Tuhan mengangkat para kudus untuk menggiatkan iman manusia di dunia.

Tuhan adalah setia dalam sabda-Nya. Di dalam Kitab Suci sering dinyatakan-Nya, bahwa ia akan meninggikan mereka yang didapati-Nya menyerupai Putera-Nya dalam hal kerendahan hati. Tuhan bukan hanya memahkotai mereka secara ajaib dengan pujian dan kehormatan di dalam kerajaan surga, agar kenangan mereka bercahaya indah dan bersinar mulia di dunia ini. Nah, ini kita lihat terpenuhi dengan nyata dalam pemeliharaan Santo Fransiskus. Karena sepanjang hidupnya ia berusaha keras menjadi hina dina di depan matanya sendiri dan mata orang lain, maka berdasarkan keputusan Gereja yang tak dapat keliru dan perjanjiannya yang gemilang, sudah lama sekali, di seluruh dunia, – Fransiskus dihormati dan dimuliakan dan dimuliakan dan dihormati di antara para sahabat Allah, yang bertakhta bersama Dia di surga. Adapun tubuhnya, yang tak kunjung putus membawa sertanya sengsara dan kematian Kristus hingga ajalnya, dimasyhurkan dengan tanda-tanda khas serta mukjizat-mukjizat dari surga dan dimasyhurkan oleh devosi umat sedemikian rupa, sehingga makamnya yang mulia patut dihormati jauh lebih leluasa dari pada tugu-tugu peringatan megah para penguasa di dunia. Dan memang, belum lagi lewat dua tahun setelah ajalnya, – ketika orang-orang memperbincangkan tentang pemakaman tetap kerangka hamba Allah, – maka untuk maksud itu ditawarkan sebidang tanah dekat tembok kota.
Maka, pendahulu kami, Paus Gregorius IX, menerima bidang tanah itu menjadi hak milik Takhta Apostolik dan ditetapkan pula, bahwa hanya Takhta Apostolik yang berkewajiban atas gereja yang akan dibangun di sana. Kemudian, setelah Paus Gregorius itu juga, di kota Asisi, mencantumkan nama patriarkh yang amat mulia itu pada daftar para kudus, beliau pun meletakkan dengan tangannya sendiri batu pertama, dan menentukan gereja itu sebagai gereja kepala dan induk ordo saudara dina. Beliau pun menetapkan privilege lainnya yang sepadan. Privilege-privilege ini diperkuat oleh Paus-paus berikutnya, oleh karena kerangka St. Fransiskus dipindahkan dengan perayaan meriah ke dalam gereja itu. Lebih-lebih dalam tahun 1253, pada hari minggu sebelum hari raya Kenaikan setelah bangunan benar-benar selesai, gereja itu diberkati oleh Paus Innocentius IV dengan upacara meriah. Maka, melanjutkan jejak para pendahulu kami, kami pun dengan senang hati merasa terdorong untuk menambah kemuliaan serta semarak gereja itu. Khususnya, kami digerakkan oleh gagasan ini, yaitu bahwa selayaknya gereja Roma boleh berharap akan semakin dilindungi oleh pengantaraan Santo Fransiskus Asisi pada Tuhan, semakin banyak ada penentuan dan keputusan mulia Takhta Apostolik untuk menghormatinya. Dari sebab itu, dengan konstitusi kami ini, yang berlaku untuk selama-lamanya, gereja Santo Fransiskus tersebut di atas kami angkat menjadi basilik patriarkhal dan kapel kepausan.

LAGU BERGILIR
P. Allah telah menguduskan kediaman-Nya. U. Dan telah memuliakan hamba-Nya Fransiskus (WP Alleluya). P. Ia menunjukkan kekayaan rahmat-Nya yang berlimpah-limpah. U. Dan telah memuliakan hamba-Nya Fransiskus (WP Alleluya).

DOA PENUTUP
Ya Allah, untuk keagungan-Mu Kaubangun kediaman abadi dari batu-batu yang hidup dan terpilih. Lipat-gandakanlah di dalam Gereja-Mu pengaruh rahmat yang sudah Kauberikan. Semoga dengan pengantaraan Santo Fransiskus, umat yang percaya kepada-Mu semakin berkembang dan ikut serta dalam pembangunan Yerusalem surgawi. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Tuhan telah menguduskan kediaman-Nya: inilah rumah Allah, yang nama-Nya diserukan di dalamnya, dan yang tentangnya tertulis: “Nama-Nya akan ada di sana”, sabda Tuhan (WP Alleluya).

KIDUNG MARIA
Antifon: Tuhan telah meninggikan orang yang miskin dan hina dina untuk duduk bersama para pemuka dan pemegang takhta di dalam kediaman kumuliaan (WP Alleluya).

09-basilika-st-fransiskus-1


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM