24 Maret

12/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 505 kali

[Index Kalender Fransiskan]

24 MARET
BEATO DIDAKUS DARI CADIZ
IMAM, ORDO I
(PFAK)

didacus-josef-dari-cadiz-1
Didakus Yosef dilahirkan di Cadiz, Spanyol, pada tanggal 29 Maret 1743. Pada tahun 1757 ia masuk Ordo Kapusin, di Sevilla. Sesudah ditahbiskan menjadi imam, ia menjelajah seluruh Spanyol dengan tak kenal lelah untuk menyelenggarakan misi atau retret umat. Ia menghasilkan banyak pertobatan secara ajaib. Ia meninggal 24 Maret 1801.

Rumus umum Gembala Umat, Ibadat Harian hlm 908, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari Surat Beato Didakus Yosef kepada Pembimbing Rohaninya.
Memenuhi sepenuhnya keputusan-keputusan Allah.

Bapa Pembimbingku, adakah aku akan memperoleh kebahagiaan, bahwa di bawah sini, aku akan mencapai tujuan-tujuan dengan dunia ini, dan salib suci akan membawa kemenangan bersama orang-orang yang dengan rendah hati menghabiskan hidupnya demi salib? Akan tibakah saatnya, manusia, topeng kejahatan itu, mengasihi Allahnya, dan akan kesampaiankah,bahwa seluruh dunia mengabdikan diri kepada Allah dalam cinta kasih? Dosa-dosa rakyat sangat mengganggu diriku secara terus menerus; tentu juga karena aku tidak secara tuntas menyadari dosa-dosaku sendiri yang besar itu. Pikiran-pikiran ini pernah menyibukkan diriku, ketika pada suatu hari, aku ikut sembahyang kor bersama komunitas. Pada waktu itu timbullah keinginanku supaya aku dibebaskan dari beban ini. Maka sambil merenungkan apa yang dilakukan dan ditanggung Yesus Kristus Tuhanku untuk dosa-dosa orang lain, yang Ia tanggungkan pada diri-Nya kendati ia sendiri tak bersalah, maka jiwaku terdorong secara hidup dan efektip oleh kewajiban untuk melakukan silih. Di bawah beban itulah aku selalu terperanjat setiap kali ada kesesakan yang menyesakkan umat.

Betapa amat berkesan padaku kata-kata yang sering anda gunakan dalam surat-surat anda, yaitu bahwasanya aku ini dipanggil untuk menjadi kapusin, misionaris dan seorang suci. Setiap kali aku membacanya aku tersentuh dalam sanubariku oleh suatu daya ajaib yang membahagiakan. Kata-kata anda itu bagiku menjadi sebuah paku yang menusuk aku setiap saat, namun tidak melukai aku. Paku itu selalu kulihat tertancap padaku secara tak terpisahkan. Sewaktu anda mengucapkan kata-kata itu anda pasti diterangi oleh Allah; sebab aku belum pernah memberitahukan kepada anda hal-hal ajaib yang mendasari atau menyerai panggilanku.

Hatiku dimakan rindu untuk menjadi milik Allah sepenuh-penuhnya, dan memperoleh perkenanan-Nya yaitu untuk tidak membuat kesalahan sekecil-kecilnya dalam apa yang diharapkan Allah dari padaku. Bilamana aku mendengar dan memikirkan bahwa karena perbuatanku dilontarkan celaan kepadaku entah karena keberatan entah karena pengaduan, maka aku disiksa ketakutan: “Aku tidak menepati apa yang dikehendaki Allah. Orang lain melihat hal itu, tetapi aku sendiri tidak”. Jikalau aku, manusia yang tidak berarti ini, tidak disukai lagi oleh para atasan, maka aku akan berusaha mengatasinya tanpa banyak susah. Tetapi jika aku sadar bahwa aku telah menyimpang dari kehendak dan perkenanan Allah, meski dalam hal yang kecil sekali, maka hatiku tinggal tanpa hiburan apa pun. Memang aku tidak menjadi bingung dan gelisah karenanya. Tetapi suatu kesesakan batin yang amat dalam dan amat besar mencekam aku sehingga, kalau saya tidak keliru, hal itu justru lebih melemahkan tenagaku daripada penderitaan badaniah.

Aku sepenuhnya tertuju kepada menepati apa saja yang direncanakan Allah atas diriku. Dan untuk mengatakannya secara singkat, pembimbingku yang terkasih: dengan cara itulah aku ingin menerangkan penyerupaanku yang total dengan Tuhanku Yesus Kristus; sebab, dengan cara lain, tidak dapatlah aku mencontohnya.

Aku menginginkan suatu hubungan yang erat, akrab dan dalam dengan Allah, meski amat kering serta pahit, dan jauh dari perasaan apa pun. Aku hendak mengerjakan mukjizat-mukjizat paling mulia di dunia; aku hendak menghabiskan setiap malam dengan doa tanpa perlu tidur; aku ingin supaya semua orang yang kuajak bicara atau pun kupandang itu, bertobat. Aku hendak …, ah, … tahukah aku apa yang kuinginkan? Karena itu hatiku diliputi kehampaan. Sengsara paling besar bagi orang-orang kudus, – pada hematku – adalah tidak terpuaskannya hati mereka, yang menyebabkan bahwa rencana-rencana yang mereka mulai untuk memuliakan Allah, tidak dapat mereka wujudkan sepenuhnya.

LAGU BERGILIR
P: Kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasehati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. U: Sebab kasih Kristus menguasai kami. P: Ia telah membuat Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa untuk kita, agar kita berada di dalam kebenaran Allah. U: Sebab kasih Kristus menguasai kami.

DOA PENUTUP
Allah segala kehidupan, Engkau telah menganugerahkan kebijaksanaan Injil kepada Beato Didacus Yosef, agar ia menunjukkan jalan keselamatan kepada umatnya. Perkenankanlah juga supaya kami mengenal yang benar dan mewartakan kekayaan hidup Kristiani kepada semua orang. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hatiku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian (Yer 3:15).

KIDUNG MARIA
Antifon: Aku akan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku; dan memuji Engkau di tengah-tengah jemaat.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM