24 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 568 kali

[Index Kalender Fransiskan]

24 JULI
BEATA LUDOVIKA DARI SAVOYA
BIARAWATI, ORDO II
(PFAK)
ludovika-dari-savoya-1

Ludovika dilahirkan pada tahun 1462 di Genoa, Italia, puteri bangsawan Amadeus dari Savoya. Pada tahun 1492, setelah suaminya meninggal, ia menjadi Klaris. Ia suka mengemis “dari pintu ke pintu”, dan karena itu ia sering dikecam. Ia menonjol dalam hal kesalehan, pengingkaran diri dan kerendahan hati. Ia meninggal pada tahun 1503.

Rumus umum Wanita Kudus dan Biarawati, Ibadat Harian hlm 946 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura “Perihal kesempurnaan hidup untuk para suster”.
Keutamaan kerendahan hati digenapi oleh kesabaran.

Hai para perawan yug dibaktikan kepada Tuhan! Belajarlah memili jiwa kerendahan hati: langkah laku rendah hati, perasaan rendah hati, sikap rendah hati. Sebab hanya kerendahan hatilah yang melunakkan murka Ilahi dan yang menemukan rahmat Ilahi. Dalam Kitab Sirakh dikatakan: “Makin besar engkau, makin patutlah kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan” (Sir 3:18). Secara demikianlah Santa Maria mendapat rahmat pada Tuhan, sebagaimana dinyatakannya sendiri: “Ia memperhatikan daku, hamba yang hina dina ini” (Luk 1:48). Tidak mengherankan, karena kerendahan hati menyediakan tempat untuk kasih dan mengosongkan hati dari kesia-siaan. Karena itu Santo Agustinus berkata: “Semakin kita lepas dari kesombongan yang sia-sia, semakin kita dipenuhi cinta kasih.” Seperti air mengalir ke lembah, mengalir menurun, demikian pun siapa yang maju dengan merendahkan segenap hatinya, semakin dekatlah ia pada Tuhan untuk memperoleh rahmat. Maka Sirakh berkatka: “Doa orang miskin menembus awan, dan ia tidak akan terhibur smpt mencapai tujuannya; ia tidak akan berhenti hingga Yang Mahatinggi memandangnya dan memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan keadilan” (Sir 35:17-18). Karena itu hendaklah kalian rendah hati, hai hamba Allah, hai sahaya Kristus, sehingga kalian tidak pernah membiarkan kesombongan merajalela di dalam hatimu. Kalian kan punya guru yang rendah hati, yakni Tuhan kita Yesus Kristus. Kalian kan mempunyai ibu guru yang rendah hati, Yakni Santa Perawan Maria, Ratu Semesta Alam. Hendaklah kalian rendah hati, sebab bapa kalian, Santo Fransiskus, adalah rendah hati. Hendaklah kalian rendah hati, karena ibu kalian pun rendah hati, yakni Santa Klara, suri teladan kerendahan hati. Hendaklah kalian rendah hati, sedemikian, sehingga kesabaran menjadi saksi kerendahan hati kalian. Sebab keutamaan kerendahan hati digenapi oleh kesabaran. Kerendahan hati tanpa kesabaran bukanlah kerendahan hati yang benar. Dengan tepat sekali hal ini disaksikan Santo Agustinus, yang berkata: “Mudahlah menaruh selubung di depan matamu, mengenakan pakaian lusuh dan sahaja, dan melangkah dengan menundukkan kepala, tetapi orang yang sungguh rendah hati dikenal karena kesabarannya, seturut Yesus bin Sirakh: ‘Hendaklah sabar dalam kehinaanmu’” (bdk Sir 2:4).
Ah, celaka! Dengan berat hati aku berkata, banyak dari antara kita hendak menyombongkan diri di dalam biara, padahal di dunia sudah pasti mereka itu orang rendahan saja. Maka itu Santo Bernardus berkata: “Aku melihat, – dan aku amat sedih – bahwa setelah menghinakan kemewahan duniawi sementara orang justru malah belajar kesombongan hati di sekolah kerendahan hati, mereka malahan menjadi lebih pongah dan lebih tak sabar di dalam biara, dari pada tatkala mereka masih di dunia; dan yang lebih buruk lagi, kebanyakan dari antara mereka yang sebenarnya paling hina di rumahnya sendiri, menolak dianggap rendah di rumah Tuhan”.

LAGU BERGILIR
P: Hendaklah dengan rendah hati menaruh cinta kasih dan hendaklah yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. * Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. U: Hendaklah. P: Sebagai orang-orang pilihan Allah, kenakanlah belaskasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran. U: Dan janganlah.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menampilkan teladan khusus keutamaan-keutamaan, dalam diri Beata Ludovika sepanjang jalan hidupnya; perkenankanlah supaya karena teladannya, kami patuh dengan tulus kepada-Mu dan berkenan kepada-Mu karena iman dan perbuatan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah menemukan mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.

KIDUNG MARIA
Antifon: Hatiku bersukaria karena Tuhan dan hatiku pun lapang, sebab aku bersukacitra karena pertolongan-Mu.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM