24 April

22/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 604 kali

[Index Kalender Fransiskan]

24 APRIL
SANTO FIDELIS DARI SIGMARINGEN
IMAM, MARTIR, ORDO I
(PESTA)

fidelis-dari-sigmaringen-2

Fidelis dilahirkan di kota Sigmaringen, Jerman, pada tahun 1578. Dia menggabungkan diri ke dalam Ordo Saudara-saudara Dina Kapusin dan menjalani hidup yang keras dalam berjaga dan berdoa. Dia mewartakan sabda Tuhan dengan tanpa mengenal lelah, atas perintah dari Kongregasi Propaganda Fide dia mengkhotbahkan ajaran-ajaran yang benar di Raetia. Pada tahun 1622 dia diserang oleh kaum heretik di Sewis, Swiss dan meninggal sebagai martir.

Rumus umum Seorang Martir, Ibadat Harian hlm 888, kecuali:

Pembukaan Ibadat Harian
Antifon: Marilah kita menyembah Tuhan, yang memahkotai para martir-Nya yang setia, Alleluya.

IBADAT BACAAN

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Dia seorang miskin yang berseru kepada Tuhan, dan Tuhan menjawabnya, segera dilepaskanlah ia dari deritanya, Alleluya.
Mazmur34 (35) I, Ibadat Harian hlm 461.
Ant. 2. Belalah hakku, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, Alleluya.
Mazmur 34 (35) II, Ibadat Harian hlm 461.
Ant. 3. Di dalam himpunan umat, aku bersyukur kepada-Mu. Di tengah-tengah orang banyak aku memuliakan Dikau, Alleluya.
Mazmur 34 (35) III, Ibadat Harian hlm 462.

BACAAN I
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada orang di Filipi (Fil 3:8-16)
Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus.

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

LAGU BERGILIR
P: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, U: Aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman, Alleluya. P: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. U: Aku telah.

BACAAN II
Pembacaan dari Elogium Santo Fidelis, imam dan martir.
Seorang yang setia dalam nama dan perbuatan.

Paus Benediktus XIV memuji St. Fidelis, pembela Iman Katolik, sebagai berikut: “Dia memperlihatkan cintanya terhadap sesama dengan memberikan bantuan kepada sesama dan meringankan kebutuhan-kebutuhan tubuh mereka; semua yang terbebani dengan kemalangan dipeluknya dengan kasih seorang bapa; dia memberi makan kepada orang miskin yang tak terbilang jumlahnya dengan derma yang dia kumpulkan dari semua pihak. Dia meringankan beban orang-orang yatim piatu dan janda-janda dalam penderitaan mereka dengan dukungan para penguasa dan putera-putera bangsawan; dengan sekuat tenaga dia memberikan pertolongan kepada orang-orang tawanan dengan penghiburan bagi jiwa dan badan mereka; mengunjungi orang-orang sakit pun tak pernah dia lalaikan, dengan memberikan penghiburan dan mempersiapkan mereka dalam perjuangan mereka yang terakhir. Ia memanen tanamannya yang terbesar dengan menyediakan makanan penuh kasih bagi badan dan jiwa selama epidemi yang merebak di kalangan tentara Austria yang bermarkas di Raetia.”

Di samping karya cinta kasih tersebut, Fidelis, hamba yang setia, adalah seorang pembela tangguh iman Katolik yang telah berkhotbah tanpa mengenal lelah. Dalam khotbahnya yang terakhir, hanya beberapa hari sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dan memberikan hidupnya demi imannya, dia memberikan harapannya yang terakhir dalam kata-katan sebagai berikut: “O Iman Katolik, betapa kokohnya engkau, betapa kuat dan dalam engkau telah berakar, betapa engkau telah terbangun kuat dan mantap di atas sebuah fondasi kokoh! Langit dan bumi akan berlalu, tetapi engkau tidak akan gagal. Pada mulanya seluruh dunia berdiri menantangmu, tetapi engkau telah dengan gemilang mengalahkan mereka semua. Inilah kemenangan yang telah mengalahkan dunia, iman kita. Iman itu telah membuat raja-raja yang paling kuasa pun menjadi hamba pada pemerintahan Kristus; iman itu telah membawa bangsa-bangsa untuk melayani Kristus. Apakah itu yang telah memberikan para rasul dan para martir yang kudus kekuatan untuk menanggung pangadilan yang kejam dan penderitaan yang pahit? Itu adalah iman. Apa yang telah membimbing pengikut sejati Kristus jaman ini untuk dapat mengesampingkan kenikmatan hidup, meninggalkan kesenangan, memikul yang berat-berat dan bertahan dalam menghadapi pengurbanan? Itu adalah iman yang hidup, yang menampakkan diri dalam kasih. Iman semacam inilah yang mendorong kita untuk memberikan apa yang baik sekarang ini dan di tempat ini, dengan mengharapkan apa yang akan terjadi, dan berani menukar apa yang kita miliki demi apa yang akan menjadi milik kita dalam hidup yang akan datang.”

LAGU BERGILIR
P: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. *U: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran, Alleluya. P: Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. U: Sekarang.

Madah “Allah Tuhan kami”.

DOA PENUTUP
Lihat di bawah (Ibadat Pagi).

IBADAT PAGI

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Barangsiapa mengakui Aku di hadapan manusia, Aku pun mengakui dia di hadapan Bapa-Ku di surga. Alleluya.
Mazmur dan kidung dari Hari Minggu I, Ibadat Harian hlm. 390.
Ant. 2. Barangsiapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, melainkan mempunyai cahaya kehidupan. Alleluya.
Ant. 3. Ya Bapa, Aku ingin bahwa di mana Aku berada, mereka pun berada bersama dengan Aku. Alleluya.

BACAAN SINGKAT (2 Kor 1:3-5)
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan kita, sehingga kita sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kita mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kita menerima penghiburan berlimpah-limpah.

LAGU SINGKAT
P: Tuhanlah kekuatanku, aku hendak menyanyikan pujian-Nya, * Alleluya, alleluya. U: Tuhanlah. P: Tuhanlah penyelamatku. U: Alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhanlah.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Akan kuusahakan supaya yang menang makan dari pohon kehidupan yang tumbuh di taman Allah, Alleluya.

DOA PERMOHONAN
Saudara-saudara, mari memuji Penebus kita, melalui para martir yang telah menyerahkan hidup mereka demi sabda Allah, dan berkata:
U: Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu.
Lewat kemartiran hamba-Mu Fidelis yang dengan rela dan bebas menerima kematian demi saksi Injil, * berilah kami yang Tuhan, kebebasan hati yang sejati.
Karena kesetiaan dan keberanian hamba-Mu yang mengakui Engkau di depan manusia, * berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.
Karena cintanya demi kesatuan umat kristiani, hamba-Mu dengan setia telah bekerja keras tak kenal lelah, * berilah kami juga semangat ekumene sejati.
Berkat ketabahan hamba-Mu yang selalu mengikuti jejak jalan salib-Mu, *semoga kami pun berani menghadapi cobaan-cobaan hidup.
Bapa kami.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Bapa kami, Engkau telah berkenan menggembirakan Santo Fidelis, dengan semangat cinta kasih yang bernyala-nyala sehingga dia ikhlas menjadi martir-Mu yang suci. Semoga berkat doa dan teladan hidupnya yang saleh, kami tetap teguh dalam cinta kasih dan diperkenankan bersama dia mengalami kekuatan kebangkitan Kristus. Kami mohon ini dengan perantaraan Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah yang Esa, kini dan sepanjang masa. Amin.

IBADAT SIANG
Antifon dan Mazmur dari hari yang bersangkutan.

BACAAN SINGKAT
Sebelum tengah hari (2Kor 6:4-7)
Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
P: Inilah martir sejati yang telah menumpahkan darahnya demi nama Kristus, alleluya.
U: Dia telah memperoleh kerajaan surga, alleluya.

Tengah hari (2Tes 1:3-5)
Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
P: Dalam Tuhanlah kami meletakkankepercayaan kami, Alleluya.
U: Kami tidak akan takut apa yang diperbuat orang bagiku, Alleluya.

Sesudah tengah hari (Kol 1:24-25)

Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu.
P: Mereka akan tiba dengan penuh sorak sorai, Alleluya.
U: Sambil membawa berkas-berkas panenannya, Alleluya.

IBADAT SORE

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan mahkota kehidupan kepadamu, Alleluya.
Ant. 2. Inilah kekuatan yang mengalahkan dunia, yaitu iman kita, Alleluya.
Ant. 3. Inilah orang kudus yang menyerahkan hidupnya demi kesaksian akan Tuhan, yang mencuci jubahnya dalam Darah Anak Domba, Alleluya.

BACAAN SINGKAT (Rom 8:18-21)
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

LAGU SINGKAT
P:Tuhan telah menguji dia dan mendapatinya pantas bagi-Nya, * alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Karena dia penuh harapan akan hidup abadi. U: Alleluya, alleluya.P: Kemuliaan. U: Tuhan.

KIDUNG MARIA
Antifon: Sekiranya biji gandum yang jatuh di tanah tidak mati, ia tetap tinggal sebutir saja. Akan tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah, Alleluya.

DOA PERMOHONAN
Raja para martir sesudah mempersembahkan Diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidup-Nya pada salib, marilah kita bersyukur kepada-Nya dengan berkata:
U. Tuhan, kami menyanyikan pujian-Mu.
Karena Engkau telah mengasihi kami sampai akhir, ya Penebus sumber kekuatan dan teladan segala kemartiran,
U. Tuhan, kami menyanyikan pujian-Mu.
Karena Engkau telah memberi kami hamba-Mu Fidelis sebagai saksi kesetiaan iman yang gemilang serta ketabahan,
U. Tuhan, kami menyanyikan pujian-Mu.
Karena Darah-Mu yang telah tercurahkan demi pengampunan dosa-dosa serta menghasilkan buah berlimpah-limpah dalam Gereja melalui kemartiran Santo Fidelis,
U. Tuhan, kami menyanyikan pujian-Mu.
Bapa kami.

DOA PENUTUP
Lihat di atas, Ibadat Pagi.


(Seluruhnya, kecuali riwayat hidupnya, dikutip dari “Antifonal Serafik”, Biara Santa Klara, Pacet, 2011, hlm 14-22)