23 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 491 kali

[Index Kalender Fransiskan]

23 OKTOBER
SANTO YOHANES DARI CAPESTRANO
IMAM, ORDO I
(PW)

yohanes-dari-capestrano-1

Yohanes dilahirkan di Kapestrano, Italia, dalam tahun 1386. Mula-mula ia ahli hukum, lalu menjadi hakim. Kemudian ia menjadi anggota Ordo Saudara Dina dan ditahbiskan menjadi imam. Ia menjadi teman St. Bernardinus dari Siena (20 Mei) dalam menyebarkan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci. Sampai dua kali ia menjabat Vikaris Jendral para Observan. Ia menjadi pengkhotbah ulung di seantero Eropa. Ia menjadi pendamai dan rasul cinta kasih sesama. Dikerahkannya orang-orang untuk melawan pendudukan Turki atas Eropa Timur. Besar jasanya dalam membebaskan Belgrado. Ia meninggal 23 Oktober 1456 di Ilok (Kroasia).

Rumus Umum Gembala Umat, Ibadat Harian hlm.908, kecuali:

Pembukaan Ibadat Harian

Antifon: Marilah kita menyembah Allah yang ajaib di dalam orang-orang kudus-Nya.

IBADAT BACAAN

MADAH

Satria Kristus termasyhur
Kata dan amalmu luhur
Terangmu di kala susah
Melipur hati yang gundah.

Panji salib kaukibarkan
Musuh G’reja kauenyahkan
Wabah penyakit kaubasmi
Dari yang pasrah padamu.

Mohon ampun bagi kami
Dan teguhkan iman kami
Benteng iman Kristiani
Kristus sungguh kaukasihi.

Kami mohon, Bapa Luhur
Kristus serta Roh Penghibur
Limpahkan kami kurnia
Hidup kekal selamanya.
Amin.

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari risalah Santo Yohanes dari Capestrano perihal para rohaniwan.
Hidup para rohaniwan yang baik, menerangi dan menenteramkan. Orang-orang yang dipanggil untuk melayani meja Tuhan, harus bersinar karena teladan hidup susila yang patut dipuji, jauh dari kekotoran dan kemesuman cacat-cacat. Sebagai garam dunia bagi dirinya sendiri dan bagi orang-orang lain, mereka harus bergaul secara terhormat, dan sebagai terang dunia, mereka harus dengan perasaan halus menerangi orang-orang lain. Dari Kristus Yesus, guru yang mulia itu, mereka harus memahami apa yang dengan suara lantang dikatakan-Nya bukan hanya kepada para Rasul, tetapi juga kepada para Imam dan para rohaniwan lain yang menggantikan mereka, yaitu: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya, selain dibuang dan diinjak orang.” (Mat 5:13). Patut diinjak seperti kotoran tak berhargalah rohaniwan yang mesum dan bejat, yang tenggelam dalam kekotoran cacat-cacatnya, dan terikat oleh belenggu dosa itu. Sehingga ia dianggap tak berguna sedikit pun, bagi dirinya sendiri atau orang lain. Seperti dikatakan Paus Gregorius: “Orang yang hidupnya hina, juga kotbahnya dihinakan.”

“Penatua-penatua yang baik pimpinannya, patut dihormati dua kali lipat: terutama mereka yang dengan jerih-payah berkhotbah dan mengajar” (1Flm 5:17). Yaitu para imam, yang hidup pantas, patut mendapat penghormatan dua kali lipat, baik materi maupun pribadi, entah yang bersifat sementara maupun yang bersifat pribadi. Sebab walaupun mereka tinggal di bumi dan tunduk kepada kebutuhan-kebutuhan alam seperti manusia lainnya, namun mereka berusaha dengan penuh keprihatinan, bergaul dengan malaikat-malaikat di surga, agar mereka, selaku pelayan-pelayan yang bijak, berkenan kepada Raja. Oleh karena itu “laksana matahari yang terbit di atas gunung Tuhan” (Bdk. Sir 26:16). “Kamu adalah terang dunia” (Mat 5:14). Sebagaimana terang tidak menerangi dirinya sendiri, melainkan memancarkan sinarnya atas segala sesuatu di sekelilingnya dan membuatnya kelihatan, demikian pun hidup bercahaya para rohaniwan yang baik dan bersih menerangi dan mencerahkan orang-orang yang memperhatikanmereka karena cahaya kesuciannya. Nah, siapa yang dipercayakan untuk memelihara orang-orang lain, harus memperlihatkan pada dirinya, bagaimana orang-orang lain mesti hidup dalam keluarga Tuhan.

LAGU BERGILIR
P: Jangan menahan perkataan, apabila dapat menyelamatkan, kebijaksanaanmu jangan kausembunyikan, * Sebab kebijaksanaan dikenal dalam bicara, dan pengajaran nyata dari ucapan lidah. U: Jangan. P: Beritakanlah Firman, siap sedialah, baik atau tidak baik waktunya: nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. U: Sebab kebijaksanaan.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menampilkan Santo Yohanes, untuk meneguhkan kaum beriman di dalam kesesakannya; kami mohon, berilah supaya kami kautetapkan dalam kesentosaan perlindungan-Mu dan Gereja-Mu Kaupelihara dalam damai sejahtera-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

IBADAT PAGI

MADAH

Yesus, penebus manusia
Mahkota terang mulia
Sudi dengar dengan rela
Doa permohonan hamba.

Namamu pengaku iman
Bercahaya terang nian
Di ulang tahunmu ini
Di kalangan umat bakti.

Harta bumi kauhinakan
Barang fana kauremehkan
Bersama malaikat surga
Kaunikmati bahagia.

Dengarkanlah dengan rela
Doa pengikut-Mu setya
Berkat pahala Yohanes
Ampunilah dosa kami.

Puji Kristus Raja kami
Mulialah Allah Bapa bersama Penghibur mulya
Kini dan sepanjang masa.
Amin.

KIDUNG ZAKARIA

Antifon: Barangsiapa melakukan yang benar, datang kepada terang agar menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

IBADAT SORE

MADAH

Bergembiralah Gereja
Atas rahmat Kristus Raja
Dan pahala Santo ini
Mendengungkan lagu puji.

Pendekar Kristus nan jaya
Taat murni tanpa harta
Kaki menginjak dunia
Tangan membuat perkasa.

Saleh sopan dan sahaja
Norma hidup yang kaujaga
Penganut Kristus setia
Cerlang kata teladannya.

Yesus pengungsian aman
Tempat melabuh harapan lunaskanlah hutang dosa
Demi pahala hamba-Nya.

Terpuji Kristus Sang Putra
Atas rahmat beraneka
Beri kami bahagia
Kekal selama-lamanya.
Amin.

KIDUNG MARIA

Antifon: Aku akan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku, dan memuji Engkau di tengah-tengah jemaat.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM