23 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 496 kali

[Index Kalender Fransiskan]

23 JULI
BEATA KUNEGUNDE
BIARAWATI, ORDO II
(PFAK)
kunegunda-1

Kunegunde, kakak beata Yolenta (12 Juni), dilahirkan di Hongaria dalam tahun 1224, sebagai puteri raja Bela. Pada tahun 1239 ia diperisteri raja Boleslav V, Pangeran Krakau. Setelah kematian suaminya, ia masuk biara Klaris. Kemudian ia menjadi abdis. Orang sakit dan orang miskin sangat diperhatikannya. Unggul dalam ulah tapa dan doa. Ia meninggal pada tahun 1292.

Rumus umum Wanita Kudus dan Biarawati, Ibadat Harian hlm 946 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura “Perihal kesempurnaan hidup untuk para suster”.
Kerendahan hati adalah dasar keutamaan-keutamaan.

Siapa yang dengan mata hari merenungkan cacat-cacatnya, perlulah ia merendahkan diri dengan sungguh-sungguh di bawah kuasa Allah. Karena itu kunasehatkan kepadamu, sebagai hamba Allah, supaya apabila engkau mendapat pengetahuan akan cacat-cacatmu, hendaklah engkau sungguh-sungguh merendahkan diri dan meremehkan dirimu sendiri. “Sebab kerendahan hati itu”, – kata Santo Bernardus – “adalah keutamaan yang dengan bantuannya orang nampak pada dirinya tak berharga”. Karena kerendahan hati itulah bapa kita Santo Fransiskus mau memandang dirinya tak berarti. Kerendahan hati dicintai dan diinginkannya sejak awal hidup religiusnya, hingga akhir hidupnya. Untuk itu ia meninggalkan dunia. Ia menyuruh orang menyeret dia bertelanjang di sepanjang kota. Ia melayani orang-orang kusta, mengakui dosa-dosanya di dalam kotbahnya dan menyuruh orang mengutuki dia. Keutamaan ini harus lebih kau pelajari dari Putera Allah sendiri, karena Ia berkata: “Belajarlah dari pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (Mat 11:29).
Sebagaimana asal setiap dosa adalah kesombongan, demikian pula kerendahan hati adalah dasar segala keutamaan. Belajarlah dengan jujur menjadi rendah hati; jangan dengan bermuka dua seperti orang-orang munafik, yang kerendahan hatinya tidak berharga. Tentang mereka Kitab Suci mengatakan: “Ada orang yang berjalan sambil membungkuk karena susah, tetapi batinnya penuh penipuan” (Sir 19:26).
Dari sebab itu jika engkau mau mencapai kerendahan hati yang sempurna, maka engkau harus menempuh jalan rangkap tiga. Yang pertama, memandang Allah. Sebab engkau mesti memandang Allah sebagai asal segala kebaikan. Karena Ia asal segala kebaikan, maka engkau mesti berkata kepada dirimu sendiri: “Segala pekerjaan kami telah Kaukerjakan dalam diri kami, ya Tuhan”. Dan oleh karenanya, maka segala kebaikan mesti kaukembalikan kepada-Nya dan tiada sesuatu pun untuk dirimu sendiri, mengingat bahwa bukanlah kekuatanmu atau keperkasaan tanganmu sendiri yang melakukan kebaikan yang ada padamu; sebab “bukan kamu sendiri, melainkan Tuhanlah yang telah membuat kamu”.
Jalan yang kedua, ialah ingat akan Kristus. Engkau mesti ingat kembali bahwa Kristus telah direndahkan sampai ke tingkat kematian yang amat keji, dan direndahkan begitu rupa sehingga Ia digolongkan orang kusta. Maka nabi Yesaya berkata: “Kita mengira Dia kena tulah dan ditindas Allah” (Yes 53:4). Bahkan Ia direndahkan begitu rupa, sehingga di jaman-Nya, tiada sesuatu pun dipandang lebih rendah daripada-Nya. Dan kalau Tuhan dan Guru kita sendiri berkata: “Seorang murid tidak lebih dari gurunya atau seorang hamba lebih dari tuannya” (Mat 10:24), maka jika engkau sungguh hamba Kristus, jika engkau murid Kristus, tentu engkau menjadi tak berharga, tak terpandang dan rendah.
Jalan ketiga yang harus kautempuh, bila engkau mau mencapai kerendahan hati yang sempurna, ialah mengamat-amati dirimu sendiri. Nah, engkau mengamat-amati dirimu sendiri, jika engkau memikirkan, dari mana engkau datang dan ke mana engkau akan pergi. Pandanglah dari mana engkau datang, maka engkau akan mengetahui bahwa engkau dibuat dari massa yang akan binasa dan dari debu, dari tanah liat dan berkecimpung dalam dosa dan orang buangan dari kebahagiaan firdaus. Tetapi pandanglah juga ke mana engkau menuju; engkau menuju keruntuhan dan debu, sebab “engkau itu debu dan akan kembali menjadi debu” (Kej 3:19). Jadi, apa yang kaubanggakan, hai debu dan abu? Biarpun hari ini engkau ada, esok pasti tidak ada lagi; jika kini engkau sehat, esok barangkali engkau sakit; jika engkau kini pandai, esok engkau mungkin dungu; jika engkau sekarang kaya akan kebajikan, esok mungkin engkau miskin dan melarat. Maka siapakah yang berani menyombongkan diri, padahal melihat dirinya dikelilingi kepapaan dan malapetaka sebesar itu dari segala penjuru?

LAGU BERGILIR
P: Kemokekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, * tetapi isteri yang takut akan Allah dipuji-puji. U: Kemolekan adalah. P: Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu gerbang. U: Tetapi isteri yang…

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah membuat Beata Kunegunde, mentakjubkan, karena kemurnian hidup kasihnya yang ulung kepada orang-orang miskin; perkenankanlah supaya berkat pengantaraan dan teladannya, kami melangkah maju dengan hati riang di jalan cinta kasih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Tuhan adalah bagianku. Ia baik bagi jiwa yang mencari-Nya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku, kamu akan menerima seratus kali lipat dan memiliki hidup kekal.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM