22 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 443 kali

[Index Kalender Fransiskan]

22 OKTOBER
BEATA YOSEFINE LEROUX
PERAWAN, MARTIR, ORDO II
(PFAK)

Yosefine dilahirkan di Cambrai, Perancis, dalam tahun 1747. Ia menjadi suster Klaris. Karena undang-undang Revolusi Perancis ia diusir dari biara. Ia mendapat tumpangan di biara suster Ursulin di Valenciennes, tempat saudari kandungnya membiara. Diusir lagi dari biara itu, ia dijatuhi hukuman mati dan gugur sebagai martir bersama suster-suster Ursulin itu, dalam tahun 1797.

Rumus Umum Seorang Martir, Perawan, Ibadat Harian hlm.890, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN I
Pembacaan dari naskah S. Ambrosius, Uskup,”Perihal Keperawanan”.
Selalu merenungkan Kristus dan menantikan kedatangan-Nya.

Engkau, hai jiwa, salah satu dari antara perawan; engkau menerangi keelokan tubuhmu dengan cahaya budi dan layak dibandingkan dengan Gereja. Engkau – kataku – hendaklah di dalam bilikmu, juga di malam hari, selalu merenungkan Kristus dan menantikan kedatangan-Nya setiap waktu. Jika engkau mendapat kesan bahwa ia menunda-nunda, bangunlah! Rupanya Ia menunda-nunda manakala engkau tidak melambungkan suara untuk mendaraskan mazmur. Bagian pertama dari jam jaga malam, hendaklah kau baktikan kepada Kristus, dan awal dari kegiatanmu hendaklah engkau persembahkan kepada Kristus.

Engkau telah mendengar bahwa Ia telah memanggilmu, dengan berkata: “Turunlah dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon”; engkau akan datang dan akan menjelajah berkat iman (Kid. Ag. 4:8).Engkau akan datang ke dunia hendak berjuang dan engkau akan menjelajahnya menuju Kristus, untuk mengalahkan dunia.

Engkau telah mendengar, bahwa ia merenggutmu dari moncong singa dan macan tutul, yaitu dari roh-roh jahat. Engkau telah mendengar, bahwa Ia berkenan akan kemolekan kebajikanmu. Engkau telah mendengar bahwa semerbak busanamu, yaitu keharuman mewangi keutuhanmu, disukai-Nya lebih dari segala wangi-wangian. Engkau telah mendengar bahwa engkau adalah taman yang terpagar, penuh hasil pohon buah-buahan yang sedap. Maka itu mohonlah agar Roh Kudus menghembusi engkau, menghembusi bilikmu dan mengobarkan nyala perasaan sucimu serta rahmat rohani! Ia akan menjawab engkau: “Aku tidur, tetapi hatiku bangun.” (Kid 5:2). Engkau mendengar suara yang mengetuk pintu dan yang berkata: “Bukalah pintu bagiku, dinda, manisku; bangunlah merpatiku, idam-idamanku.” Engkau manisku karena kasih, merpatiku karena kesederhanaan, idam-idamanku karena kebajikan, “sebab kepalaku penuh tetesan embun malam” (bdk Kid 5:2).

Demikianlah engkau diinginkan Kristus: demikianlah engkau dipilih-Nya. Lalu Ia masuk melalui pintu yang terbuka. Yang telah berjanji akan masuk, Ia tidak dapat berdusta. Peluklah Dia yang telah kaucari: dan hampirilah Dia dan engkau akan diterangi: peganglah Dia, dan mintalah supaya Ia jangan cepat pergi; mohonlah supaya Ia jangan mundur. Sebab sabda Allah berjalan cepat, tidak tertangkap kalau orang enggan, tidak tertahan bila orang acuh tak acuh. Hendaklah jiwamu menyambut Sabda-Nya dan bertekunlah pada jejak ucapan surgawi itu: sebab ia lewat dengan cepat. Nah, apa gerangan kata sang pengantin? “Kucari dia tetapi tak ketemu” (Kid 5:6); sebab aku telah memanggil-Nya tetapi Ia tidak menyahuti aku. Jangan mengira, bahwa engkau yang telah memanggil, engkau yang telah memohon, engkau yang telah membukakan pintu, bahwa Ia tidak berkenan padamu dengan cepat-cepat pergi. Ia sering membiarkan kita diuji. Kalau pun engkau mendapat kesan bahwa Ia telah pergi dari padamu, keluarlah, dan carilah Dia dengan saksama. Engkau, yang telah dibaktikan kepada Allah janganlah takut kepada para peronda yang berkeliling di sepanjang kota. Janganlah gentar terhadap pukulan-pukulannya, sebab mereka tidak merugikan para pengikut Kristus. Bahkan, kalau mereka mencabut tubuhmu, yaitu badanmu, maka Kristus ada di dekatmu. Setelah menemukan Kristus, tinggallah pada-Nya, jangan sampai Ia pergi. Sebab Ia cepat meninggalkan orang-orang yang sembrono.

LAGU BERGILIR
P: Kemarilah, mempelai Kristus, terimalah mahkota yang telah disediakan bagimu selama-lamanya. * Demi kasih kepada-Nya engkau telah tertumpah darahmu. U: Kemarilah. P: Marilah, hai pilihanku, dan Aku akan menaruh takhtaku dalam dirimu, sebab Raja menginginkan wajahmu. U: Demi kasih.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau menyukakan hati kami pada peringatan tahunan beata Yosefine, perawan dan martir; perkenankanlah dengan rela, supaya kami selalu dibantu oleh pahalanya dan disinari oleh teladan kemurnian serta ketabahannya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Berbahagialah perawan, yang menyangkal dirinya dan memikul salibnya. Ia telah meneladan Tuhan, Pengantin para perawan, Raja para martir.

KIDUNG MARIA
Antifon: Dalam satu kurban kita rayakan mahkota rangkap kemurnian dan iman. Ia tetap perawan, memperoleh palma kemartiran.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM