21 April

22/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 671 kali

[Index Kalender Fransiskan]

21 APRIL
SANTO KONRADUS DARI PARZHAM
BIARAWAN, ORDO I
(PW)

konradus-dari-parzham-1

Konradus Birndorfer, yang sebelumnya bernama Yohanes, dilahirkan di Bavaria, Jerman, pada tahun 1818. Sebagai seorang pemuda dia menjalani hidup penuh kesalehan, kemudian dia masuk mengikrarkan profesi religiusnya dalam Ordo Saudara-saudara Dina Kapusin pada tahun 1842. Selama empat puluh tiga tahun dia bertugas sebagai penjaga pintu biara di Altötting dan tugas ini telah menggemblengnya sebagai seorang yang penuh amal kasih, ketekunan dan kesabaran. Dia meninggal dunia pada 1894 dengan kesucian besar yang terkenal di mana-mana.

Rumus umum Pria Kudus, Biarawan, Ibadat Harian hlm936 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan darisalah surat dari St. Konradus dari Parzham.
Saya selalu dipersatukan dengan Tuhan, yang sangat saya cintai.

Adalah kehendak Tuhan, bahwa saya harus meninggalkan segala sesatu yang saya sayangi. Saya pun bersyukur kepada-Nya bahwa Dia telah memanggilku memasuki kehidupan religius, di mana saya telah menemukan kedamaian dan kegembiraan yang sedemikian besar, seperti yang belum pernah saya alami dalam hidupku di dunia ini. Rencana hidupku adalah sebagai berikut ini: untuk mencintai dan menderita, selalu merenungkan, memuja dan mengagumi cinta Tuhan yang tak terlukiskan terhadap makhluk-makhluk-Nya yang paling sederhana sekali pun.

Tak ada sesuatu pun yang sungguh merupakan penghalang bagiku, karena saya selalu dipersatukan dengan Tuhan kita yang terkasih. Pada kenyataannya, semakin banyak yang harus saya kerjakan, semakin erat saya merasa dipersatukan dengan Tuhan. Lalu saya pun dapat berbicara dengan Tuhan dengan cara yang akrab, bagaikan seorang anak terhadap bapanya. Saya berbicara kepada-Nya dalam doa-doa dan kerinduan-kerinduan. Saya memberitahukan kepada-Nya segala sesuatu yang membebani jiwaku, dengan percaya diri bagaikan seorang anak.

Dan bila sesekali saya jatuh dalam dosa, dengan rendah hati saya mohon pengampunan, hanya dengan permohonan untuk dapat menunjukkan diriku sendiri sebagai seorang anak yang baik dan taat kepada bapanya yang penuh kasih dan supaya dapat mencintainya dengan kasih yang lebih besar lagi. Untuk mempraktekkan kelembutan dan kerendahan hati, saya hanya perlu memandang pada Yesus yang tersalib dan saya belajar bagaimana saya harus berlaku dalam pelbagai macam keadaan. Demikianlah saya belajar kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, bagaimana saya harus memanggul salib, dan salib itu pun menjadi ringan. Dengan penuh syukur saya menerima baik kegembiraan maupun kegoncangan dari Bapa surgawiku, karena Dia tahu betul apa yang baik bagi kita.

Karena itu saya selalu bersuka-cita dalam Tuhan dan hanya mempunyai satu keluhan ini, yakni bahwa saya tidak mempunyai cinta cukup besar bagi-Nya. Seandainya saya memiliki cinta seperti yang dimiliki para Serafim! Saya ingin mendorong semua makhluk untuk menolong saya supaya dapat mencintai Tuhan di atas segala sesuatu. Cinta tidak pernah gagal.

LAGU BERGILIR
P: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup, berkata: * U: “Saya mengetahui tingkah-lakumu, bahwa engkau telah berpegang teguh pada perkataanku, Alleluya”. P: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” U: “Saya mengetahui…”

DOA PENUTUP
Tuhan yang Mahakasih, melalui pangabdian Santo Konradus, Engkau berkenan membuka lebar-lebar bagi umat beriman pintu belas kasih-Mu. Semoga kami mencontoh semangat kemiskinan dan kerendahan-hatinya dalam mengabdi sesama saudara kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Dia memilih menjadi jenang pintu rumah Tuhan; dan Tuhan menganugerahkan kepadanya rahmat dan kemuliaan, Alleluya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Dia menghabiskan seluruh hidupnya dalam pelayanan yang sederhana, dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan orang lain, dan bukan kepentingan-kepentingan dirinya sendiri.


(Diterjemahkan oleh Alfons S. Suhardi OFM, dari “Proper Offices of Franciscan Saints and Blesseds in the Liturgy of the Hours”, Published by the English-Speaking Conference of the Order of Friars Minor, 1977,hlm 66-68).