20 September

09/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 583 kali

[Index Kalender Fransiskan]

20 SEPTEMBER
SANTO FRANSISKUS MARIA DARI CAMPOROSSO
BIARAWAN, ORDO I
(PW)

fransiskus-maria-dari-camporosso

Fransiskus Maria dilahirkan di Camporosso pada tahun 1804. Dalam usia 20 tahun, ia menjadi bruder Kapusin. Selama 40 tahun ia tinggal di Genua sebagai pengumpul derma. Karena kesalehannya ia menjadi penasehat dan penderma rakyat kecil di dalam kesusahan mereka. Ketika pada tahun 1866 berjangkit wabah pes, ia mempersembahkan hidupnya sebagai penangkal wabah. Ia meninggal pada tahun 1866.

Rumus Umum Pria Kudus dan Biarawan, Ibadat Harian hlm 936 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari “Pokok anggur mistik” karya Santo Bonaventura.

Kemurnian bunga tanpa perbuatan kasih, tidak bernilai.

Kasih tidak mungkin menganggur. Di mana pun ia nampak, ia menyatakan dirinya dalam bekerja. Kata Santo Gregorius: “Kasih memelihara dirinya dalam bekerja.” Dan Yohanes, murid kesayangan Yesus yang baik, berkata: “Apabila seorang mempunyai harta dan mengunci hatinya bagi saudara yang dilihatnya berada dalam kesusahan, bagaimana kasih Allah dapat tinggal dalam dia? Apabila ia tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, bagaimana ia mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya?”

Kebenaran itu sendiri, – Yesus yang baik – menerangkan bahwa kasih kepada sesama menjadi nyata dalam karya-karya amal-kasih. Nanti, pada pengadilan terakhir, ia akan memuji orang-orang benar sebagai bahagia, berdasarkan karya-karya itu semata-mata; dan orang-orang jahat akan dikutuk-Nya karena mereka tidak dapat menunjukkan pekerjaan belas kasih satu pun. Yesus kan berkata: “Sebab ketika aku lapar, kamu memberi aku makan; ketika haus, kamu memberi aku minum; ketika aku seorang asing, kamu memberi aku tumpangan; ketika aku telanjang, kamu memberi aku pakaian; ketika aku sakit, kamu melawat aku; ketika aku di dalam penjara, kamu mengunjungi aku. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:35-40)

Engkau melihat bahwa karya-karya amal-kasih itu berakar dalam cinta kasih. Orang mesti ingat akan nilai besar mana yang ada padanya, karena melulu itulah yang patut mendapat pujian di dalam pengadilan terakhir yang keras itu. Tanpa itu tidak bernilailah kemurnian bunga putih metah itu, yaitu kemurnian keperawanan tanpa pekerjaan-pekerjaan kasih.
Setiap orang mesti menguji dirinya, apa ia memiliki kehendak itu. Bila engkau, suatu ketika melihat orang miskin, orang sakit atau orang asing, dan berlalu di depannya tidak tersentuh hatimu, tanpa kata doa sedikit pun atau menaruh simpati kepadanya, adakah engkau mempunyai kehendak untuk memberi? Engkau sekali-kali tidak berkehendak demikian. Jika engkau tidak merasakan kasih sedikit pun kepada sesama yang berkekurangan, maka itu sama saja, kalau engkau tidak menaruh belaskasih kepada orang yang menderita. Setiap kali kita melihat seorang papa mana pun, kita mesti mengenali Kristus di dalam dirinya, sebab orang papa itu pun adalah anggota Kristus. Janganlah kita mengunci hati kita terhadapnya. Hanya dengan itulah kita tahu, bahwa kasih Allah tinggal dalam diri kita.

Kita mesti menaruh lebih banyak belas kasihan lagi kepada orang-orang miskin, yang menyimpang dari jalan iman yang benar, atau dari hidup menurut iman dan berbaring di dalam kotoran dosa, entah mereka itu sadar akan dosanya entah tidak. Bagi mereka harus dipecah-pecahkan Roti para malaikat; Yesus sendiri akan tergerak oleh doa-doa serta air mata kita. Mereka yang olehTuhan diberi kecakapan untuk itu, justru harus memecah-mecahkan Roti, membaca kitab suci dan berdoa kepada Tuhan bagi orang-orang itu, untuk membuka mata mereka agar mengenal Dia, dan agar Dia memuaskan dahaga hati mereka. Maka mereka akan mencicipi dan melihat, betapa manisnya Tuhan; dan mereka akan mengenali Dia pada pemecahan roti, yaitu pada tafsir Kitab Suci.

LAGU BERGILIR
P: Semoga Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matiku. * Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. U: Semoga. P: Karena kami menaruh kasih kepadamu, maka kamu hendak kami biarkan mendapat bagian dalam hidup kami, sebab kamu sudah amat tersayang bagi kami. U: Karena.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menandai hamba-Mu yang rendah hati, Fransiskus Maria, dengan karya-karya amal kasih kepada sesama; semoga pengantaraan dan teladannya membantu kami untuk selalu melayani sesama manusia tanpa pamrih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

KIDUNG MARIA
Antifon: Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, pikirkanlah semuanya itu.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM