20 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 484 kali

[Index Kalender Fransiskan]

20 OKTOBER
BEATO KONTARDUS FERRINI
ORDO III
(PFAK)

Kontardo Ferrini dilahirkan di Milano, Italia, pada tgl 4 April 1859. Di masa mudanya ia menjadi anggota Ordo Ketiga Sekular. Sehabis studinya dalam ilmu hukum, ia menjadi guru besar di Roma. Ia pandai mengawinkan hidup ilmiahnya dengan hidup kebijaksanaan yang saleh. Ia juga seorang pribadi yang utuh, berjiwa miskin dan rendah hati serta penuh cinta kasih sesama. Ia meninggal tgl 17 Oktober 1902.

Rumus Umum Pria Kudus, Ibadat Harian hlm 936, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Beato Kontardo Ferrini.
Pengangkatan roh kepada Tuhan adalah harta bagi jiwa
.
Seluruh cita-cita Gereja dapat disingkatkan dalam satu kata, yaitu “kasih” sama seperti kata “benci” menjadi lambang dari setiap dari sikap orang yang ingin menarik hati manusia kepada dirinya. Jika engkau renungkan secara mendalam bahwa kasih itu tak lain dan tak bukan merupakan gerak jiwa kepada obyek yang dikasihi, maka engkau tidak usah heran, bahwa manusia pun digerakkan oleh hukum yang sama jua, yang juga menggerakkan benda-benda angkasa di keliling matahari.
Matahari itu pun kelihatannya mengedari gugusan bintang yang lain, dan gugusan-gugusan bintang yang lain lagi berputar pada pusat yang tidak terhampiri oleh kita, yang oleh tangan Allah yang tak kelihatan telah ditetapkan untuk angkasa raya yang kelihatan itu. Mudah-mudahan pengangkatan budi yang luhur ini, jangan anda nilai terlampau tinggi; sebab kalau anda membaca kitab Amsal dengan teliti, maka anda akan menemukan hal berikut, yakni: kebijaksanaan yang tidak tercipta, yaitu pantulan Terang abadi, cermin yang tak bercacat dari hadirat Allah dan gambaran kebaikan-Nya, – Sabda Bapa – adalah asal usul dari hukum keadilan dan kekudusan. Kebijaksanaan yang tidak tercipta ini telah mendasarkan sumber-sumber seluruh muka bumi, telah menghiasi cakerawala dengan bintang-bintang, dan menandai tubir-tubir dengan batas-batas. Nah, apabila semua hukum, baik hukum fisika, – yang menopang tata alam semesta – maupun hukum-hukum moral yang mengatur tingkah laku manusia, itu berasal dari sumber yang satu dan sama juga, maka tidaklah mengherankan, bahwa alam yang kelihatan ini dengan hukum-hukumnya adalah upaya yang tepat, untuk menempuh hidup manusia ke jalan keselamatan. Inilah tugas yang boleh dikata tugas tertinggi Gereja. Lebih-lebih kaum muda harus dibuat akrab dengan itu. Paulus telah melukiskan hal ini dengan kata-kata yang amat jelas dan yang amat dalam maknanaya dalam hidup manusia itu, sebagai berikut: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” (Fil 4:8-9). Karena itu, saudara-saudaraku, biarlah kita menyelidiki dengan giat saksi-saksi surgawi untuk kehidupan kekal ini. Sebab Penyelamat kita yang terkasih, tidak memberikan hukum yang lain. Ia sendiri adalah harta harapan dan sukacita kita, yang menyuruh kita untuk menjadi sempurna, seperti Bapa di surga adalah sempurna. Itu pun diringkas oleh rasul kesayangan Kristus, Yohanes, dengan jelasnya dalam perkataan ini: “Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8). Karena itu, masilah kita mohon dengan sangat kepada Allah, yang kasih adanya, supaya Ia berkenan menyalakan api cinta kasih, yang Kristus telah lemparkan (Luk 13:49) ke dunia di dalam hati kita. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus, Penghibur yang adalah kasih paling dasariah dari Bapa dan Sabda kekal, supaya Ia menghembuskan kepada kita kasih yang tak pernah mengatakan “cukup”. Akhirnya masilah kita mohon dengan rendah hati kepada Allah, agar kita mengesampingkan segala barang duniawi, dan oleh karenanya dapat berpusat kepada Dia semata-mata dengan kasih bernyala-nyala para roh surgawi.

LAGU BERGILIR
P: Allah adalah kasih, * dan barangsiapa berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. U: Allah adalah. P: Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. U: Dan barangsiapa. P: Kemuliaan. U: Allah adalah.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah membuat beato Kontardus berhasil dalam memadukan ilmu pengetahuan dan hidup yang saleh; perkenankanlah supaya kami, hamba-hamba-Mu, dapat mengenal dan mencintai Dikau di atas segala-galanya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Semoga kasihmu semakin berlimpahkan pengetahuan, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik dan dengan demikian kami menjadi suci dan tak bercela menjelang hari Kristus.

KIDUNG MARIA
Antifon: Orang-orang bijak akan bercahaya laksana cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun orang kebenaran, akan bersinar laksana bintang-bintang, kekal selama-lamanya.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM