20 Mei

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 592 kali

[Index Kalender Fransiskan]

20 MEI
SANTO BERNARDINUS DARI SIENA
IMAM, ORDO I
(PW)

07-bernardinus-dari-siena-1Bernardinus dilahirkan di Toskana pada tahun 1380. Ia menjadi pengikut St. Fransiskus. Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia mengembangkan bakatnya selaku pengkhotbah. Ia mewartakan kabar baik di seluruh Italia. Disebar-luaskannya devosi kepada Nama Yesus. Ia memajukan studi di kalangan ordonya dan menulis beberapa karya teologis. Ia meninggal di Aquila pada tahun 1444.

Rumus umum Gembala Umat, Ibadat Harian hlm 908, kecuali:

Antifon Pembukaan:
Marilah kita menyembah Allah yang ajaib dalam orang-orang kudus-Nya (WP Alleluya).

IBADAT BACAAN

MADAH

Hidupnya utuh hanya untuk Tuhan
Harta dilepas juga kemegahan
Menempuh hidup atas ilham surga
Saudara dina.

Giat berkobar ikut kasih Tuhan
Bapak Serafik diikut jejaknya
Disiarkannya gema nama Yesus
Di mana-mana.

Tak kenal henti ucap nama Yesus
Yang sakit sembuh lenyaplah petaka
Melihat sinar yang terancam maut
Cahaya terang.

Hormat selalu ucap nama Yesus
Di mulut, hati dan seluruh hidup
Diulang-ulang bermanfaat sungguh
Di saat mati.

Puji dan syukur ya Allah Tritunggal
Tuhan jadikan hamba-Mu setia
Mahkota enam hiasan surgawi
Kekal abadi.
Amin.

BACAAN I
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolese 2:6 – 10.12.
Hendaklah hidupmu tetap di dalam Kristus, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

LAGU BERGILIR
P. Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia. U. Yang olehnya kita dapat diselamatkan (WP Alleluya) P. Aku akan memasyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah jemaat. U. Yang olehnya kita dapat diselamatkan (WP Alleluya).

BACAAN II
Pembacaan dari khotbah Santo Bernardinus dari Siena tentang Nama Yesus.
Nama Yesus adalah cahaya para pengkhotbah.

Nama Yesus adalah cahaya para pengkhotbah, karena membuat pewartaan dan pendengaran sabda Allah cemerlang bercahaya. Dari mana gerangan pada hematmu terang iman itu begitu bernyala-nyala dan cepat sampai ke seluruh dunia, jika bukan karena Nama Yesus diwartakan? Bukankah Allah telah memanggil kita kepada terang-Nya yang ajaib oleh terang dan kelembutan Nama itu? Kita telah diterangi, dan kita memandang cahaya itu dengan cahaya-Nya. Maka tepatlah sang rasul berkata: “Dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” (Ef 5:8). Dari sebab itu Nama itu harus diwartakan agar bercahaya dan jangan sampai tinggal tersembunyi. Namun di dalam pewartaan, nama itu jangan diucapkan dengan hati kotor atau mulut tercemar, tetapi harus disimpan dalam bejana pilihan dan diwartakan dari dalamnya.
Karena itu, Tuhan berkata tentang Rasul itu: “Orang ini adalah bejana pilihan bagi-Ku, untuk membawa nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta kepada raja-raja dan orang-orang Israel!” (Kis 9:15); bejana pilihan, – kata-Nya, – yang diisi dengan minuman sedang untuk dijual, guna merangsang untuk minum, karena di dalam bejana pilihan itu ia bersinar dan bercahaya: untuk – kata-Nya – membawa nama-Ku.
Sebab, seperti api yang dinyalakan setelah ladang dituai memakan habis onak duri yang kering dan tak berguna; dan seperti pada terbitnya matahari kegelapan dihalaukan, dan maling-maling yang berkeliaran di malam hari dan para penggangsir rumah bersembunyi, maka demikianlah lidah Paulus yang mewartakan kepada bangsa-bangsa adalah bagaikan guruh yang mengggelegar, laksana kilat yang hebat dari api, lebih terang dari pada matahari terbit menelan habis ketidak-percayaan, melenyapkan kepalsuan, dan kebenaran pun bercahaya seperti lilin yang meleleh oleh nyala api yang hebat. Sebab Nama Yesus disebar-luaskannya di mana-mana dengan perkataan dan dengan surat, dengan mukjizat dan teladannya. Sebab dia tekun memuji nama Yesus dan ia memuliakannya dengan puji syukur. Dan lagi, nama ini dibawa sang rasul di depan raja-raja dan bangsa-bangsa sebagai terang. Dengan itu ia menerangi negeri-negeri dan menyerukan di mana-mana: “Hari sudah larut malam dan sudah hampir siang. Sebab itu marilah menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang. Marilah kita hidup dengan sopan.” (Rom 13:;12-13). Ditunjukkannya kepada semua orang pelita yang bernyala dan bersinar di atas kaki dian, serta diwartakannya di segala tempat Yesus itu, bahkan sebagai yang tersalib (1Kor 2:2). Karena Gereja, mempelai Kristus, selalu bersandarkan kesaksian-Nya, bersorak sorai bersama sang nabi, katanya: “Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.” (Mzm 71:17). Nabi pun mengajak pula, katanya: “Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya; kabarkanlah keselamatan yang daripadanya, dari hari ke hari.” (Mzm 96:2).

LAGU BERGILIR
P. Aku hendak memuji nama-Mu dengan tiada hentinya. U. Serta menyanyikan lagu pujian sambil bersyukur. P. Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau; bermazmur bagi nama-Mu, Yang Mahatinggi. U. Serta menyanyikan lagu pujian sambil bersyukur.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menganugerahkan kepada Santo Bernardinus, imam, cinta kasih yang ulung kepada nama Yesus yang kudus; perkenankanlah, karena doa dan pahalanya, supaya semangat cinta kasih-Mu selalu menyalakan hati kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

IBADAT PAGI

MADAH

Mahkota para kudus-Mu
Sabda kebenaran kekal
Ganjaran dari tangan-Mu
‘tuk pengaku-Mu di bumi.

Kini kita merayakan
Hamba nan baik dan setya
Lepas dari gelap dunia
Bangkit ke hidup sejati.

Kokoh dalam kasih suci,
Hatinya tetap pada-Mu,
Riang dalam cahaya-Mu,
Berkarya hanya untuk-Mu.

Kristus Raja nan mulia
Bernardinus pujian-Mu
Musuh jahat dikalahkan
Yang berpaling dari Tuhan.

Tetap setia lamanya
Doa mengisi hidupnya
Dikekang keras tubuhnya
Boleh turut jamuan-Mu.

Terpujilah Allah Bapa
Dan Putera-Nya yang tunggal
Serta Roh Kudus Penghibur
Sekarang serta selamanya.
Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Dalam kekudusan dan kebenaran ia melangkah di hadapan Allah, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan (WP Alleluya).

IBADAT SORE

MADAH

Riang kami merayakan
Hamba seta-Mu ini
Syukur kami bagi Tuhan
Dengan kidung kasih suci.

Murid Kristus nan setia
Meninggalkan suka dunia
Kekayaan dunia ini
Lenyap dan hilang segera.

Hanya kepada-Mu pasrah
Taat serta rendah hati
Peniru Kristus, pengantin
Dengan tubuh suci murni.

Mendambakan perkenan-Mu
Erat berpaut pada-Mu
Hati, budi , kata, langkah
Bernyala api kasih-Mu.

Terikat pada kasih-Mu
Pasrah pada-Mu di dunia
Bebas menuju ke atas
Dicapainya surga mulya.

Digalakkan teladannya
Beri kami langkah gesit
Memuji Bapa, dan Putra
Dan Roh, bermadah di surga.
Amin.

KIDUNG MARIA
Antifon: Ia berbicara dan mengajar tentang Tuhan Yesus dan tanganTuhan menyertai dia. (WP Alleluya).


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM