2 September

09/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 735 kali

[Index Kalender Fransiskan]

2 SEPTEMBER
BEATO YOHANES BURTE, SEVERINUS GIRAULT, APOLLINARIS MOREL
SERTA KAWAN-KAWANNYA
MARTIR, ORDO I DAN III
(PFAK)

yohanes-fransiskus-burte
Dalam daftar 191 orang “Martir Paris” yang dibunuh sewaktu Revolusi Perancis, dan yang dinyatakan beato oleh Paus Pius XI pada tahun 1926, terdapat tiga nama dari keluarga Fransiskan, yaitu: Yohanes Frasiskus Burte, Severinus Girault, dan Apollinaris Morel.
Yohanes Fransiskus Burte dilahirkan di Rambevillers, 21 Juni 1740. Ia seorang konventual; pernah menjadi pastor paroki, lektor dan gardian. Sebagai gardian ia mengizinkan perayaan misa kepada imam-imam yang menolak bersumpah setia kepada Revolusi Perancis. Severinus Girault adalah imam, anggota Ordo III Regular. Apollinaris Morel, yang dilahirkan tahun 1739, adalah seorang Kapusin. Ia bertugas sebagai Pastor Paroki, Lektor dan pendidik. Karena ingin menjadi misionaris, ia pindah ke Paris untuk belajar bahasa, tetapi menemui ajalnya di sana sebagai martir. Ketiganya menolak bersumpah setia kepada Revolusi Perancis sehingga dihukum mati pada bulan September 1792.

Rumus Umum Beberapa Martir, Ibadat Harian hlm 878, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari Akta Para Martir.
Mereka memelihara kesetiaan kepada Kristus dan Gereja sampai mati.

Revolusi yang pecah di Perancis pada akhir abad ke 18 menggoyahkan hubungan agama dan masyarakat profan. Dan revolusi itu berkecamuk hebat, khususnya melawan Gereja dan pejabat-pejabatnya. Penjahat-penjahat merajalela. Mereka melampiaskan kebenciannya yang bergelora terhadap Gereja, dengan berkedok filsafat. Menurut kenyataannya mereka hendak melenyapkan nama kristiani dari muka bumi Perancis. Geram keji berkecamuk terhadap para uskup, para pemimpin kelompok religius dan para imam, karena mereka menentang undang-undang yang tak adil, dan membela iman katolik dengan teguh. Zaman lama penganiayaan rupa-rupanya hidup kembali, dan mempelai Kristus yang tak bercela, yaitu Gereja, bercahaya kembali dengan terang oleh karangan bunga mulia para martir. Sungguh kejilah penumpahan darah yang di awal September 1792 itu, memerahi kota Paris dengan aliran darah termulia itu. Dengan tepat sekali dapat dipakai istilah “kemartiran” yang nyata dan suci para pahlawan kristiani yang tak terkalahkan itu, yang dibantai karena kebencian terhadap iman. Kurban pembantaian itu adalah 3 uskup, sejumlah besar imam praja serta religius, dan sejumlah besar kaum beriman yang berpangkat tinggi dalam masyarakat. Nah, antara sejumlah saksi-saksi iman yang tak terkalahkan itu termasuk pula beato Yohanes Fransiskus Burte, dari Ordo Konventual, Apollinaris Morel dari Ordo Kapusin, dan Severinus Girault dari Ordo III Regular. Dahulu mereka menonjol karena kegiatan mereka selaku imam dan karena cinta kasih mereka kepada kaum pelarian. Kini mereka tewas bersama-sama dengan kawan-kawannya, sebagai martir, mereka menunjukkan kekuatan jiwa yang teguh dan mengakui iman mereka dengan tegas. Demikian pula di antara korban penganiayaan Perancis itu terdapat sembilan belas martir mendapat tempat yang mulia; mereka dibantai dalam tahun 1794 di dekat kota Laval, karena kesetiaannya kepada Gereja dan Sri Paus. Termasuk dalam kelompok itu ialah beato Yohanes Baptista Priquerie, Konventual, seorang imam yang giat dan pemelihara tata tertib fransiskan. Ketika hendak dipaksa untuk menyangkal imannya, ia dengan berani mengaku dirinya seorang putera Santo Fransiskus dan berkata: “Saya berteguh setia kepada Kristus, sampai mati.” Para pejuang yang mulia itu dicantumkan oleh Paus Pius XI dan Pius XII dalam daftar para martir yang berbahagia.

LAGU BERGILIR
P: Jika berada dalam pertempuran dan berjuang untuk iman, maka Allah memandang kepada kita; para penonton adalah para malaikat dan Kristus pun memandang kepada kita. * Alangkah mulia dan bahagianya berjuang di hadirat Allah dan menerima palma kemenangan dari Kristus, sang hakim. U: Jika berada. P: Kita hendak mempersenjatai diri dengan kekuatan dan memperlengkapi diri kita dengan roh murni dalam perjuangan untuk iman yang jelas dan untuk kebajikan yang tersayang. U: Alangkah mulia.

DOA PENUTUP
Tuhan Allah kami, buatlah supaya kami meneladan iman beato Yohanes Fransiskus, Severinus dan Apollinaris serta kawan-kawannya. Mereka telah setia sampai mati mengabdi Gereja-Mu dan telah memperoleh mahkota kemartiran. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM