19 Oktober

06/09/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 744 kali

[Index Kalender Fransiskan]

19 OKTOBER
SANTO PETRUS ALKANTARA
IMAM – ORDO I

19-s-petrus-alkantara-2Petrus dilahirkan pada 1499. Setelah dia menyelesaikan studinya di Salamanca, dia menggabungkan diri dalam Ordo Saudara-saudara Dina; ditahbiskan menjadi imam dan memegang berbagai tugas dalam Ordo. Pada 1554 dia memperoleh ijin untuk melaksanakan Anggaran Dasar dengan lebih keras dan memperoleh pengikut-pengikutnya. Mereka ini diperintahkannya untuk melakukan ulah tapa, berpuasa, berdoa dalam waktu yang lama dan kemiskinan yang ketat. Digerakkan oleh semangat bagi jiwa-jiwa, dia mengkhususkan diri untuk berkhotbah dan memperoleh hasil yang besar dan dia pun, dengan petuah-petuahnya, membantu Santa Theresia dari Avila dalam karyanya di antara Suster-suster Karmelit. Dia juga menulis karya, di mana dia mendasarkan pengalaman-pengalaman asketisnya, khususnya pada dasar devosinya terhadap Sengsara Kristus. Dia meninggal dunia pada 18 Oktober 1562.

Rumus umum Gembala Umat atau Pria Kudus, Ibadat Harian hlm 904 atau 935, kecuali:

Antifon Pembukaan:
Marilah kita menyembah Tuhan, yang menakjubkan dalam orang-orang kudus-Nya.

IBADAT BACAAN

MADAH

Segala noda hidup berbahaya
Yang sia-sia kauberantas tegas
Pun kemewahan; doa memadamkan
Murkanya Tuhan.

Hati yang murni tegas kauplihara
Tubuh kautaklukkan dengan puasa
Matiraga semadi serta doa
Dan hidup miskin.

Kini dengarkan keluh kesah kami
Semoga kami juga suci murni
Selamat kini, bahagia abadi
Di surga nanti.

Bapa Pencipta bersama Putera
Dan Roh Kudus, Penghibur Allah Esa
Berilah kami bahagia surga
Kekal selamanya.
Amin.

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II

Pembacaan dari surat Santo Petrus dari Alkantara kepada Santa Theresia.
Betapa manisnya Tuhan bagi mereka yang mengabdi kepada-Nya.

Aku betul-betul heran sekali, bahwasanya tuan puteri telah menyerahkan masalah semacam ini kepada orang-orang terpelajar yang bukan ahli di bidang ini. Kalau ada masalah tentang pertentangan atau kesulitan batin, maka amat baiklah bila meminta nasihat pada para ahli hukum atau ahli theologi, dan mengikuti pendapat mereka. Tetapi mengenai kesempurnaan hidup, kebijaksanaan terbaik menganjurkan supaya kita hanya meminta nasihat pada mereka dengan amat jelas menunjukkan bahwa dalam hal ini tiada seorang pun dapat mempunyai pengertian atau pendapat yang lebih tepat daripada mereka. Adapun nasihat-nasihat Injil, tidak perlulah meminta pertimbangan orang, kecuali pertimbangan tentang apakah nasihat-nasihat itu patut dipeluk atau dapat dijalankan atau tidak; dan hal itu jelas merupakan tanda tidak percaya!

Sebab nasihat Allah itu hanya dapat baik adanya, dan pelaksanaannya tidak mengkin sulit, selain bagi orang yang tidak percaya atau kurang berharap pada Allah; sebab orang-orang seperti itu, dibimbing hanya oleh patokan kebijakan insani saja. Sesungguhnya, Sang Pemberi nasihat, yang berkuasa dalam segala-galanya, juga menganugerahkan penawar. Sedangkan manusia, dari dirinya sendiri, tidak dapat memberikan nasihat yang baik, tanpa ingin dirinya dipandang baik adanya; padahal dia sendiri, menurut kodratnya, adalah jahat. Betapa lagi Dia, yang adalah kebaikan itu sendiri, ingin dan dapat membuat, bahwa orang yang mengikuti nasihat-nasihat-Nya, maju dalam keutamaan.

Jika orang mau mengikuti nasihat Kristus ke arah kesempurnaan yang lebih besar, hendaknya ia mengikutinya, lewat jalan yang dianugerahkan, baik bagi pria maupun bagi wanita. Kristus sendiri akan membuat supaya mereka berhasil baik, sebagaimana banyak orang lain yang telah mengikutinya. Sebaliknya, jika ia mau mengikuti nasihat orang-orang terpelajar yang tidak berpengalaman di bidang hidup rohani, maka biarlah dia saja yang memperoleh banyak untung. Maka ia dapat mengetahui, mana yang lebih berguna; mengikut nasihat orang-orang ahli dan mendapat untung besar, ataukah serba kekurangan dalam segala hal, menuruti nasihat Tuhan.

Namun, kalau kami melihat ada kekurangan-kekurangan dalam biara-biara para suster yang memprofesikan hidup miskin, maka menurut hemat kami, hal itu tidak berasal dari nasihat Injil itu, melainkan dari kenyataan bahwa mereka menanggung kemiskinan itu tidak dengan rela. Saya tidak memuji kemiskinan begitu saja, melainkan hanya kamiskinan-kemiskinan yang ditanggung dengan sabar demi kasih akan Penebus kita yang tersalib; dan yang lebih diidam-idamkan lagi ialah kemiskinan yang kita terima dengan sukarela demi kasih kepada-Nya. Sekiranya saya berpendapat atau berpandangan lain, maka saya merasa tidak begitu aman dalam kepercayaan saja.

Sebaliknya, dalam semua ini saya percaya kepada Kristus, dan percaya dengan teguh, bahwa nasihat-nasihat-Nya adalah yang terbaik, karena berasal dari Allah. Tentu saja nasehat-nasehat itu tidak diwajibkan di bawah ancaman dosa, namun orang yang mengikutinya diwajibkan hidup lebih sempurna daripada mereka yang tidak mengikutinya tanpa dosa. Saya katakan, bahwa nasihat-nasihat itu mewajibkan, sejauh menasihatkan orang ke arah kesempurnaan, dan oleh karenanya menjadikan orang lebih suci dan lebih berkenan kepada Allah. Makanya, saya anggap berbahagia, seturut sabda Allah sendiri, orang-orang yang miskin dalam roh, yaitu para sukarelawan; saya sendiri telah mengalami hal itu. Namun saya lebih percaya pada Allah daripada kepada pengalaman saya sendiri.

Semoga Tuhan mengurniai tuan puteri terang yang begitu banyak, sehingga dapat memahami kebenaran ini dan melaksanakannya, dan tidak pernah percaya kepada mereka yang menyatakan apa yang kebalikannya, entah karena kekurangan terang, entah karena kurang percaya atau karena tidak pernah mengenyam betapa manisnya Allah bagi orang yang mengabdi kepada-Nya, yang mengasihi-Nya, dan karena kasih kepada-Nya melepaskan segala barang duniawi yang tidak perlu. Sebab penasihat-penasihat semacam itu adalah musuh salib Kristus dan tidak percaya akan kemuliaan, yang kelak akhirnya akan datang. Semoga Tuhan menganugerahi Tuan Puteri, juga supaya tidak bimbang dalam kebenaran yang nyata ini. Dan janganlah menerima nasihat dari siapa pun, kecuali dari mereka, yang sungguh-sungguh telah menganut nasihat Injil ini. Sebab, pastilah orang-orang lain yang menepati perintah-perintah yang mewajibkan mereka, menjadi selamat; namun, pada umumnya mereka tidak mendapat terang yang lebih besar daripada yang berkaitan dengan apa yang mereka kerjakan. Dan betapa pun baiknya nasihat mereka, nasihat Kristus Tuhan kita tentu saja lebih baik, sebab selain anugerah nasihat, Ia pun memberikan bantuan pelaksanaannya; dan akhirnya, menganugerahkan ganjaran kelak kepada orang-orang yang menaruh kepercayaan penuh kepada Dia dan bukannya kepada barang-barang duniawi.

LAGU BERGILIR
P: Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini, untuk menjadi kaya dalam iman, dan ahli waris kerajaan, * yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. U: Allah memilih. P: Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. U: Yang telah.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah berkenan menerangi Santo Petrus dengan anugerah ulah tapa yang menakjubkan dan kontemplasi yang luhur; perkenankanlah dengan rela, supaya karena bantuan pahalanya dan dengan bermatiraga dalam daging, kami patut mendapat bagian dalam ganjaran surgawi. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

IBADAT PAGI

MADAH

Petrus turunan mulia
Kami puji bahagia
Engkau miskin bagi Tuhan
Murid Fransiskus setyaman.

Kasih Kristus kauturuti
Pertobatan kaujalani
Harapan yang putus asa
Teladan para pendosa.

Lapar dahaga kaugugat
Kaupakai busana tobat
Pulihkan dosa dan cacat
Dengan matiraga ketat.

Cambuk ngeri yang kautanggung
Darah mengalir di punggung
Kausiksa tubuhmu bengis
Hingga daya pun terkikis.

Engkau sembah kayu silang
Salib memancarkan terang
Wajahmu cerah cemerlang
Tanda hatimu yang lapang.

Puji syukur pada Bapa
Putra, Roh Kudus tercinta
Bila Petrus kami tiru
Kami pun bahagya slalu.
Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Aliran rahmat disalurkannya kepada umat, maka diterimanya busana kemuliaan akan pahala kebajikannya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Hidup dalam tubuh ia melangkah menurut roh, tiada sesuatu pun di bumi diinginkannya; kewargaannya ada di surga senantiasa.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM