19 November

17/10/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 572 kali

[Index Kalender Fransiskan]

19 November
Santa Agnes dari Assisi
Ordo II
(PW)

agnes-dari-asisi

Agnes dilahirkan di Asisi dalam tahun 1197. Ia mengikuti jejak kakak kandungnya, Santa Klara, masuk biara dalam tahun 1212. Selama beberapa tahun ia menjadi abdis di Florence. Kembali ke Asisi, ia meninggal tidak lama sesudah St. Klara. Boleh jadi tgl 27 Agustus 1253.

Rumus Umum Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

IBADAT BACAAN

MADAH

Agnes permata perawan tersuci
Kini bahagia dalam surga tinggi
Kami puji hidupmu suci murni
Teladan kami.

Bahaya hidup sungguh kau fahami
Namun kau tabah teguh dalam hati
Kritik tekanan tak mampu ungguli
Dara perwira.

Berjubah kasar mengikuti Kristus
Engkaulah murid setia Fransiskus
Engkau mencari semadi dan tapa
Hidup biara.

Bantulah kami Sang Mahakuasa
Berkat pahala p’rawan Agnes mulia
Supaya kami suci tanpa cela
Masuk ke surga.

Amin.

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan surat Santa Agnes kepada kakak kandungnya, Santa Klara.
Satu tubuh dan satu jiwa dalam Kristus.
Kepada yang terhormat ibu dan tuan puteri dalam Kristus, tuan puteri Klara yang amat terkasih beserta seluruh komunitas, Agnes, hamba Kristus yang bersahaja dan hina dina menyampaikan salam bahagia!
Karena nasib semua orang begitu tabiatnya, sehingga tak pernah dapat berada dalam keadaan yang sama, maka begitu orang mengira bahwa ia berada dalam keberuntungan, saat itu juga ia tenggelam dalam kemalangan. Maka dari itu, ketahuilah ibuku, bahwa kesesakan amat besar dan dukacita yang tak terhingga telah menghimpit jiwa ragaku, dan saya pun tertekan berat dan tersiksa hebat, yang hampir tak dapat saya utarakan, anda dan para saudariku yang lainnya: padahal saya berharap dapat hidup dan mati bersama kalian di dunia ini. Kesesakan ini ada awalnya, tetapi tidak ketahuan akhirnya; tidak pernah berkurang, tetapi selalu bertambah. Baru saja terbit nampaknya bagi saya dan sama sekali belum condong untuk terbenam. Kesesakan ini selalu dekat pada saya dan tidak pernah mau menjauh. Saya sebenarnya mengira bahwa orang-orang yang akrab dan bersatu di surga, juga hidup dan mati bersama di bumi ini; dan bahwa satu liang kubur akan menampung orang-orang yang kodratnya serupa. Tetapi seperti yang saya saksikan, ternyata saya keliru. Saya merasa kesesakan, ditinggalkan, dan saya gelisah dari segala sudut.

Hai saudari-saudariku yang teramat baik, berdukacitalah bersama saya. Saya minta, bantulah saya dengan doa-doa suci kalian agar kesesakan saya dapat saya tanggung dan tidak menekan saya. Ibu yang terkasih dan tuan puteri, apa gerangan akan saya katakan, karena saya tidak boleh berharap dapat melihat kalian kembali, saudari-saudariku. Dari segi ini, tidak ada seorang pun dari antara semua kekasihku yang dapat menghibur saya (bdk. Rat 1:2); tetapi dari segi yang lain, saya amat terhibur, dan kalian juga boleh bergembira bersamaku. Sebab yang saya peroleh adalah kerukunan yang besar, bukan perpecahan, lebih dari apa yang telah saya perkirakan. Semua menerima saya dengan gembira dan riang. Dengan amat setia dan dengan hormat mereka menyerahkan diri kepada Allah dan memohon doa kalian dan doa dari komunitas kalian. Doa saya sendiri mempercayakan diriku serta mereka kepada kalian dalam segala hal, dan dengan menggunakan segalanya, untuk sudi menaruh perhatian terhadap saya dan mereka sebagai saudari-saudari dan puteri-puteri kalian. Kalian boleh yakin bahwa saya dan mereka, sepanjang masa hidup kami, mau menepati nasihat-nasihat dan perintah-perintah kalian dengan seutuh-utuhnya.

LAGU BERGILIR
P: Betapa eloknya engkau perawan Kristus, * engkau telah patut menerima dari Mahkota Tuhan, yaitu mahkota keperawanan abadi. U: Betapa. P: Tak seorang pun dapat merebut palma keperawanan dari padamu dan dapat memisahkan engkau dari kasih Putera Allah. U: Engkau.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mengemukakan perawan Santa Agnes, sebagai teladan kesempurnaan Serafin bagi banyak anak dara; kami mohon, berilah supaya dengan mengusahakan keutamaan-keutamaannya di dunia, kelak kami juga menikmati sukacita kekal bersama dia. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

IBADAT PAGI

MADAH

Perawan berbudi mulia
Seperti kakanda Klara
Kaunanti dengan pelita
Menyongsong Kristus Pengantin.

Api kasihmu menjulang
Derita bukan penghalang
Cobaan bukan perintang
Kau kokoh oleh sengsara.

Mengenakan jubah tobat
Tidur pun cuma sejenak
Air setetes minummu
Hanya roti santapanmu.

Wajahmu cerah-ceria
Meski kau berulah tapa
Puasa menguatkanmu
Riangkan bakti hatimu.

Budimu mencapai bintang
Kauremehkan yang terbentang
Tegas kautinggalkan dunia
Matamu menatap surga.

Di surga kini kau mulya
Namun pandang kami semua
Kami pun inginkan bekal
Menuju ganjaran kekal.

Puji bakti, Alah Bapa
Syukur bagi sang Putera
Roh Kudus Penghibur jua
Luhur selama-lamanya.

Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Engkau telah meninggalkan orang tuamu; upah penuh kau terima dari Tuhan; kepada-Nya engkau datang berlindung di bawah sayap-Nya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kekasihku adalah kepunyaanku dan aku adalah kepunyaannya; ia menggembala di tengah-tengah bunga bakung; kutemukan yang dicintai jiwaku, kupegang dia dan takkan kulepaskan.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM