19 Agustus

17/06/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 593 kali

[Index Kalender Fransiskan]

19 AGUSTUS
SANTO LUDOVIKUS
USKUP, ORDO I
(PW)

19-st-ludovikus-uskup

Ludovikus dilahirkan pada tahun 1274 sebagai putera raja Napoli, Karolus II. Ia melepaskan hak atas takhta Kerajaan. Ia diangkat menjadi uskup Toulouse (Perancis) tetapi tidak mau menerima jabatan tersebut sebelum kaulnya terlaksana, yaitu masuk Ordo Santo Fransiskus. Setelah itu ia menjalankan jabatannya, tetapi hanya dua tahun. Ia menonjol dalam hal kemiskinan, kerendahan hati dan kasih sayang kepada orang-orang miskin. Ia meninggal pada tahun 1297 dalam usia 23 tahun, ketika ibunya masih hidup.

Rumus umum Gembala Umat, Ibadat Harian hlm908, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan daririwayat hidup Santo Ludovikus ditulis oleh orang yang semasa.
Ia diberikan sebagai tanda keselamatan dan hiburan kaum beriman.

Ludovikusdianugerahkan kepada dunia oleh surga untuk menjadi terang bagi bangsa manusia. Allah mau lekas-lekas melepaskan dia dari dunia yang bobrok ini dan memutuskan untuk melepaskan rohnya yang bercahaya dan yang amat berkenan kepada-Nya dengan cuma-cuma dari tengah-tengah lumpur kejahatan dan hendak menggabungkan dia dengan kalangan roh-roh murni. Tetapi sebelum Allahmembawanya ke dalam firdaus, dengan penuh cinta Ia menunjukkan dia sebagai cermin teladan kebajikan untuk kemuliaan-Nya sendiri, dan menghantar dia di sekeliling dunia dan memperlihatkan dia demi keselamatan dan hiburan kaum beriman. Adapun Ludovikus ditaruh Allah di atas kaki dian, seperti pelita yang dinyalakan untuk menerangi semua orang yang ada di dalam rumah, yaitu Gereja, guna menarik dan membimbing hati sekalian orang kepada kasih Ilahi. Oleh keputusan Ilahi ia pun laksana tabut perjanjian Allahdibawa berkeliling di pelbagai wilayah dunia untuk menggelisahkan kaum kufur, untuk menyingkirkan sesatan, untuk memperkuat Gereja dan untuk memuliakan iman yang benar. Nah, kepada pria dengan wajah malaikat, dengan perbuatan-perbuatannya yang mengagumkan dan dengan budi pekerti yang menonjol ini, datanglah baik pria maupun wanita dari segala lapisan berbondong-bondong dan berduyun-duyun dari mana-mana untuk melihat dia. Dan itu pun sedemikian rupa, sehingga kadang-kadang karena terlampau berdesak-desakan orang-orang hanya dapat melihat dia dengan bahaya maut. Segenap umat disemangatkan dalam perayaan yang begitu khidmat, karena khotbahnya yang begitu mengesankan, karena kerendahan hatinya yang begitu mendalam, karena belaskasihnya yang tulus ikhlas, karena pergaulannya yang begitu sopan dan karena ketenteramannya yang begitu tenang; singkatnya, orang mengaguminya karena perbuatan, tutur kata dan tingkah lakunya. Siapa gerangan tidak keheran-heranan melihat pemuda rupawan, putera raja besar yang begitu menyolok kemurahan hatinya, begitu luhur martabatnya, begitu tinggi kewibawaannya, begitu menonjol kerendahan hatinya, begitu hidup-hidup matiraganya, begitu cemerlang kebijaaksanaannya, yang berpakaian amat sederhana, sungguh fasih bicaranya dan sopan santunnya begitu gemilang. Sungguh, pria ini adalah manusia surgawi yang kudus dan malaikat duniawi tampak oleh orang-orang yang memandang pribadi dan hidupnya. Pada hari kelima belas sakitnya, yaitu pada hari ini beralih ke rumah Tuhan, pagi-pagi ia mengucapkan doa sebagai berikut ini: “Tuhan Allah yang mahakuasa, Engkau telah membuat kami tiba pada awal hari ini…. dan seterusnya.” Ini tidak dilakukannya selama ia sakit. Dan pada jam sembilan ketika ia disangga orang untuk duduk di atas ranjangnya, ia mengangkat matanya ke surga sambil memegang tanda kemenangan (salib) di tangannya atau di depan mukanya, sambil – karena amat lemahnya, ia tidak dapat memegangnya di tangannya – terus-menerus hingga petang hari, berkata: “Kami menyembah Engkau Tuhan Yesus Kristus…. dan seterusnya.” Juga doa Salam Maria, seraya sering menandai dirinya dengan tanda salib. Ketika bruder perawat bertanya kepadanya, mengapa ia begitu sering berdoa “Salam Maria”, maka sahutnya: “Karena tidak lama lagi aku akan mati dan Santa Perawan kiranya akan menyelamatkan daku.” Setelah pada Ludovikus, yang dikasihi Allah dan manusia itu, terpenuhi segala misteri Ilahi, maka jiwanya yang suci lepas dari tubuhnya dan diterima dalam pangkuan kemuliaan abadi, dan ia meninggal dalam Tuhan.

LAGU BERGILIR
P: Dijauhinya nafsu-nafsu orang muda, dikejarnya keadilan, kesetiaan, kasih dan damai, bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan. * Ia dipindahkan, sementara ia masih hidup ditengah-tengah orang berdosa. U: Dijauhinya. P: Orang benar akan mendapat istirahat, meskipun mati sebelum waktunya. Karena berkenan kepada Allah, maka orang benar dikasihi. U: Ia dipindahkan.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mengajar Santo Ludovikus, Uskup, untuk mengutamakan kerajaan surgawi di atas yang duniawi dan menghiasinya dengan kemurnian yang tak bercela serta cinta kasih mulia kepada orang-orang miskin; perkenankanlah, supaya dengan meneladan keutamaannya itu di dunia, kami dapat dimahkotai juga bersama dia di surga. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Dalam segala hal dia menunjukkan bahwa ia adalah pelayan Allah, dalam jerih-payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa, dalam kemurnian hati, pengetahuan kesabaran dan dalam kasih yang tak munafik. (2 Kor 6:4)

KIDUNG MARIA
Antifon: Karena sempurna dalam waktu yang singkat, maka orang benar memenuhi waktu yang panjang. Tuhan berkenan kepada jiwanya, maka ia pun diambil dari tengah-tengah kejahatan. (Keb 4:13.14)