18 November

17/10/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 512 kali

[Index Kalender Fransiskan]

18 November
Beata Salomea dari Krakau
Ordo II
(PFak)

salome-dari-krakau

Salomea dilahirkan di Krakau dalam tahun 1211. Sewaktu masih muda ia diperisteri oleh putera Raja Hungaria. Tetapi setelah suaminya meninggal, ia masuk biara Klaris di Krakau, pada tahun 1245. Ia menonjol karena kerendahan hati dan ketaatan. Ia meninggal dalam tahun 1268.

Rumus Umum Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura, Uskup, “Perihal Kesempurnaan Hidup Bagi Para Suster”
Untuk memperoleh kesempurnaan, tiada sesuatu pun yang lebih bermanfaat dari pada kasih.

Untuk mematikan cacat, untuk dapat berkembang dalam rahmat, untuk mencapai kesempurnaan tertinggi dalam segala keutamaan, tiada sesuatu pun dapat dianggap lebih bermanfaat, dan tiada sesuatu pun dapat dipikirkan lebih berguna dari pada kasih. Kasih mengandung keutamaan sedemikian besar, sehingga ia sendiri saja dapat menutup neraka; ia melulu dapat membuka surga; ia melulu memberikan harapan akan keselamatan, ia melulu membuat berkenan kepada Allah. Kasih itu mengandung keutamaan sedemikian besar, sehingga dari antara segala keutamaan hanya kasih yang dapat disebut “keutamaan”. Siapa yang memilikinya, adalah kaya raya dan berbahagia. Siapa yang tidak memilikinya, adalah miskin, papa dan malang. Karena kasih itu keutamaan yang begitu besar, maka harus diusahakan lebih dari segala keutamaan lainnya. Itu pun bukan sembarang kasih, melainkan hanya kasih yang mengasihi Allah melebihi segala sesuatu dan yang mengasihi sesama manusia.

Bagaimana engkau harus mengasihi sang Pencipta, diajarkan kepada kita oleh sang Pengantin di dalam Injil: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segala akal budimu.” (Mat 22:37). Hamba Yesus Kristus yang terkasih, perhatikanlah dengan saksama, kasih macam apa yang diharapkan oleh Yesus, kekasihmu itu dari padamu. Kekasihmu itu menghendaki, supaya engkau menyerahkan segenap hatimu, segenap jiwamu, seluruh akal budimu kepada sang kekasih sehingga tiada seorang lain pun mendapat tempat dalam segenap hatimu, dalam segenap jiwamu dan dalam seluruh akal budimu, bersama Dia. Jadi, apakah yang harus kauperbuat untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu? Bagaimana dengan segenap hati itu? Dengarkanlah kata-kata Santo Yohanes Krisostomus: “Mengasihi Allah dengan segenap hati ialah: Hatimu jangan condong untuk mencintai apa-apa pun jua, selain mencintai Allah, sehingga engkau lebih menyukai keindahan dunia, entah kehormatan, entah ibu bapa, dari pada Allah.” Nah, apabila cinta hatimu dikuasai oleh apa pun dari hal-hal duniawi, maka engkau tidak mencintai dengan segenap hati. Aku minta kepadamu, hai hamba Kristus, janganlah engkau terkecoh dalam kasihmu. Apabila engkau mengasihi barang sesuatu yang tidak kaukasihi dalam Allah atau demi Allah, maka engkau tidak lagi mengasihi dengan segenap hati. Apabila engkau mengasihi sesuatu, yang karena kasih kepadanya engkau tidak maju dalam kasih Allah, maka engkau tidak mengasihi dengan segenap hati. Apabila engkau mengasihi sesuatu yang untuk kasihnya engkau melalaikan apa yang diwajibkan kepadamu oleh Kristus, maka engkau pun tidak mengasihi lagi dengan segenap hati.

Bukan hanya dengan segenap hatimu, tetapi juga dengan segenap jiwa, Tuhan dan Allah Yesus Kristus haruslah dikasihi. Apa gerangan artinya dengan segenap jiwa? Dengarkanlah, Santo Agustinus mengajar engkau: “Mengasihi Allah dengan segenap jiwa ialah mengasihi Dia dengan segenap kehendak, tanpa menentang. Sudah pasti engkau mengasihi dengan segenap jiwamu bilamana engkau tidak melakukan apa yang kaukehendaki atau apa yang dinasihatkan dunia, atau apa yang dibisikkan dagingmu, melainkan bilamana engkau melakukan dengan suka hati tanpa menentang, apa yang setahumu dikehendaki Allah. Sudah pasti engkau mengasihi Allah dengan segenap jiwa, bilamana jika perlu, demi kasih kepada Yesus Kristus, engkau mempertaruhkan nyawamu kepada maut, dengan suka hati. Jika engkau lalai dalam salah satu dari semua hal itu, maka engkau sudah tidak lagi mengasihi dengan segenap jiwa. Nah, kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa, yaitu selaraslah kehendakmu dengan kehendak Ilahi dalam segala-galanya. Bukan hanya dengan segenap hati. Bukan juga hanya dengan segenap jiwa; tetapi kasihilah mempelaimu, Tuhan Yesus, juga dengan segenap budi. Apa itu artinya? Dengarkanlah sekali lagi Santo Agustinus yang mengajarmu: “mengasihi dengan segenap budi ialah mengasihi dengan segala ingatan tanpa lupa sedikit pun.”

LAGU BERGILIR
P: Barangsiapa mengasihi Aku, akan dikasihi oleh Bapa-Ku. * Dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. U: Barangsiapa. P: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku dan bapa-Ku akan mengasihi dia. U: Dan Aku pun.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah memanggil beata Salomea dari urusan pemerintahan duniawi untuk mengejar kasih yang sempurna; perkenankanlah, supaya berkat teladan dan pengantaraannya kami mengabdi kepada-Mu dengan hati yang murni dan sederhana, dan oleh karenanya sampai kepada kemuliaan yang kekal. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Jika seorang melakukan kehendak Bapa-Ku, dia itulah saudara-Ku, saudari-Ku dan ibu-Ku, sabda Tuhan.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kamu yang telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Aku, akan menerima seratus kali lipat dan akan memiliki hidup yang kekal.

Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM