17 September

09/02/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 1.778 kali

[Index Kalender Fransiskan]

17 SEPTEMBER
PESTA STIGMATISASI BAPA KITA SANTO FRANSISKUS

stigmata-fransiskus

[Ibadat Bacaan] [Ibadat Pagi] [Ibadat Siang] [Ibadat Sore]


Sejak awal bertobatnya, St. Fransiskus menaruh devosi yang mendalam dan hormat yang besar kepada Yesus yang tersalib. Ini diwartakannya pula dengan perkataan dan perbuatan. Dalam tahun 1224, ketika sedang bermenung dalam kontemplasi di gunung Alverna, Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerakan secara ajaib kelima luka-Nya pada tubuh Fransiskus. Stigmatisasi ini dibawanya serta sampai ke makam.

Pembukaan Ibadat Harian:
Antifon: Marilah kita menyembah Kristus, Raja yang tersalib, yang membaharui kelima luka-Nya dalam tubuh Fransiskus.

IBADAT BACAAN

MADAH

Kelima luka dihormati lagi
Kami rayakan kini dengan puji
Karena bapa Fransiskus menanggung
Jaminan hidup.

Direnungkannya slalu dalam hati
Fransiskus pun tersalib dalam batin
Diterimanya dengan sedu sedan
Kelima luka.

Gua bertebar di gunung Alverna
Saksi Fransiskus meratapi Yesus
Mendapat gambaran sengsara Yesus
Dalam tubuhnya.

Kembaran Kristus dalam sengsara-Nya
Pilihan Tuhan bapa dina mulya
Tergurat luka tandakan kasih-Nya
Di dalam hati.

Puji syukur, hormat mulya bagi-Mu
Allah Tritunggal bertakhta selalu
Semoga kami memuji Penebus
Slama-lamanya.

Amin.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Tangan Tuhan ditumpangkan di atas aku, dan menghantar aku ke atas gunung yang tinggi.
Mazmur dan Kidung dari Rumus Umum Para Gembala Umat, Ibadat Harian hlm 844.
Ant. 2. Aku melihat penglihatan yang besar itu dan aku bergentar dalam hatiku.
Ant. 3. Penampakan Kemuliaan Tuhan tampak laksana api yang bernyala, di puncak gunung.

BACAAN I
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Galatia (Gal 5:24-26; 6:2.7-10.14-18)
Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.

BACAAN II
Pembacaan dari “Legenda Major” karya St. Bonaventura.
Karena stigmatisasi Fransiskus membawa gambaran Yang Tersalib.

Dua tahun sebelum Fransiskus, hamba setiawan dan pelayan Kristus itu, menyerahkan kembali rohnya ke surga, ia memulai di gunung yang sunyi, gunung Alverna namanya, puasa selama empat puluh hari untuk menghormati malaikat Agung Mikhael. Kenikmatan kontemplasi surgawi memenuhinya dengan lebih melimpah dari pada biasanya. Dan api keinginan-keinginan surgawi bernyala-nyala lebih hangat. Ia mulai merasakan hal itu sebagai pemberian anugerah surgawi.

Sementara ia, oleh nyala api serafin mengalami bahwa keinginan-keinginan itu terangkat ke atas kepada Allah, maka pada suatu pagi, sekitar pesta Pemuliaan Salib, sementara berdoa di lereng gunung itu, ia melihat seorang Seraf bersayap enam, yang bercahaya dan bernyala-nyala, turun dari ketinggian langit. Seraf itu terbang amat cepat, lalu melayang di udara dekat hamba Allah. Seraf itu tidak hanya bersayap, tetapi juga nampak tersalib. Melihat itu, hamba Tuhan terperanjat dengan hebatnya. Sukacita bercampur dukacita menghinggapi dia. Lalu penampakan Kristus penuh rahmat, yang tampak ajaib dan amat akrab itu menjiwainya dengan sukacita yang tak terhingga; dan pemakuan ngeri pada salib yang dilihatnya itu menembus jiwanya dengan perasaan duka penuh kasihan. Ketika sehabis percakapan yang rahasia dan mesra, penampakan itu menghilang, maka di dalam hatinya, ia dikobarkan oleh api Seraf itu, sedang tubuhnya dibagian luar, ditandai dengan gambaran Yang Tersalib, sehingga nyala api yang seakan-akan mencair itu menerakan meterai padanya. Sebab segera di tangan dan kakinya mulai nampak tanda-tanda paku; adapun kepala paku itu, nampak di tangan pada bagian dalam, dan pada kakinya di bagian atas, sedangkan ujungnya menganjur di sebelah lain. Lambung kanannya seakan-akan tertikam tombak, dan menunjukkan parut merah, yang seringkali mengeluarkan darah. Nah, sesudah Fransiskus, manusia baru dengan keajaiban baru yang mencengangkan itu, sebab dalam abad-abad sebelumnya anugerah seistimewa itu tidak pernah dikaruniakan, nampak ditandai yaitu dihias dengan stigmata, maka ia lalu turun dari gunung, membawa sertanya gambaran Yang Tersalib, bukannya pada loh batu atau papan kayu yang dilukis tangan seniman, tetapi yang diterakan pada anggota-anggota tubuhnya oleh jari tangan Allah yang hidup.

LAGU BERGILIR
P: Aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam Salib Tuhan kita Yesus Kristus, * sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. U: Aku sekali-kali. P: Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. U: Sebab olehnya..

DOA PENUTUP
Ya Allah, untuk mengobarkan hati kami dengan kasih-Mu, Engkau telah membaharui tanda-tanda sengsara Putera-Mu dalam tubuh bapa tersuci Fransiskus secara menakjubkan; perkenankanlah, karena pengantaraannya itu, supaya kami, dengan menyerupai wafat Putera-Mu itu, juga sekaligus ikut ambil bagian dalam kebangkitan-Nya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Pages: 1 2 3 4