17 November

10/10/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 1.370 kali

[Index Kalender Fransiskan]

17 November
Santa Elisabet Dari Hongaria
Pelindung Ordo III
(Pesta)
17-elisabet-dari-hongaria-1
Elisabet dilahirkan dalam tahun 1207 sebagai puteri raja Hongaria, Andreas II. Di masa muda ia diperisteri oleh Ludovikus, Landgraf Thuringen (Jerman). Ia melahirkan tiga putera. Dalam usia 20 tahun ia sudah menjanda. Selaku tertiaris ia menonjol dalam hal ulah tapa, semadi dan karya amal dan cintakasih sesama. Setelah diusir dari istananya, ia mendirikan rumah sakit dan merawat sendiri orang sakit yang miskin dan papa. Ia meninggal di Marburg, pada tanggal 17 November 1231. Dinyatakan Santa dalam tahun 1235.

Rumus Umum Wanita Kudus yang melakukan karya amal, Ibadat Harian hlm 947 dan 956, kecuali:

Pembukaan Ibadat Harian
Antifon: Marilah memuji Allah kita di dalam karya-karya Santa Elisabet.

[Ibadat Bacaan] [Ibadat Pagi] [Ibadat Siang] [Ibadat Sore]

IBADAT BACAAN

MADAH

Salam wanita perkasa
Selalu utuh hidupmu
Kami lambungkan pujian
Pada pesta meriahmu.

Tipu daya kaukalahkan
Harta fana kauremehkan
Diusir dari istana
Kaucara selamat surga.

Kembara di negerimu
Kaupungut anak terlantar
Kau suapi kaum papa
Kau lindung yang tuna wisma.

Kaupikul salibmu rela
Kauikut Kristus ceria
Hingga saat ajal tiba
Kau masuk surga mulia.

Mulialah Allah Bapa
Dan Putera-Nya yang tunggal
Roh Kudus Penghibur pula
Kini dan sepanjang masa.

Amin.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Ia memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan supaya tubuh dan jiwanya kudus.
Mazmur dari Rumus Umum Wanita Kudus, Ibadat Harian hlm 926.
Ant. 2. Kakinya tetap mengikuti jejak Tuhan dan tidak menyimpang; ia telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.
Ant. 3. Hati suaminya percaya kepadanya; ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang
umurnya.

BACAAN I
Pembacaan dari Kitab Amsal 31:10-31: Isteri yang takut akan Tuhan.

BACAAN II
Pembacaan dari surat Konradus dari Marburg, pembimbing rohani santa Elisabet, yang ditulis kepada Sri Paus dalam tahun 1232.
Elisabet mengenali dan mengasihi Kristus dalam diri orang-orang miskin.

Sejak dini Elisabet mulai kokoh dalam hal keutamaan-keutamaan. Sebagaimana sepanjang hidupnya ia adalah pelipur kaum miskin, demikian pun waktu itu ia menjadi dermawan sepenuhnya bagi orang-orang yang kelaparan; ia menyuruh bangun rumah sakit dekat salah sebuah purinya, dan di sana ia mengumpulkan banyak orang sakit dan orang cacat. Kepada semua orang yang minta sedekah kepadanya, dibagi-bagikannya juga derma cintakasih dengan berlimpah-limpah; dan bukan hanya di situ saja tetapi juga di seluruh wilayah kekuasaan suaminya. Seluruh penghasilan yang diperolehnya dari keempat daerah kekuasaan suaminya ditanggalkannya sepenuhnya, sedemikian sehingga akhirnya seluruh perlengkapan dan semua busana berharga dijualnya demi kepentingan orang-orang msikin. Dua kali sehari, pagi dan sore, ia mengunjuingi sendiri orang-orang sakitnya, malahan sendiri merawat orang-orang yang paling menjijikkan dari antara mereka: yang satu disuapinya, yang lain dibaringkannya dan yang lain lagi dipanggul di atas pundaknya; masih banyak tugas kemanusiaan lain yang dilakukannya. Di dalam semuanya itu ia diperhatikan dan dibenarkan oleh suaminya, yang kini sudah almarhum. Akhirnya setelah suaminya meninggal ia mengejar kesempurnaan paling luhur, dengan meminta dengan cucuran air mata kepada saya, agar diizinkan meminta-minta dari pintu ke pintu. Dan tepat pada hari Jumat Agung, ketika semua altar telah ditelanjangi, maka sambil meletakkan tangannya di altar pada sebuah kapel kotanya, yang dianugerahkannya kepada Saudara-saudara Dina, maka di depan beberapa hadirin ia melepaskan kehendak sendiri, segala semarak duniawi dan apa saja yang dalam Injil, seturut nasihat sang Penyelamat, harus ditinggalkan. Setelah melakukan hal itu, dan karena ia melihat, bahwa terserap oleh keramaian dunia dan kemuliaan duniawi negeri tempat ia pernah berkecimpung mulai sewaktu suaminya masih hidup, maka biarpun tanpa persetujuanku ia mengikuti saya ke Marburg. Di sana ia membangun sebuah rumah sakit dan mengumpulkan orang sakit dan orang-orang cacat, dan mengajak mereka yang paling papa dan hina makan semeja dengannya. Selain kegiatan-kegiatan aktif itu, harus saya akui juga bahwa jaranglah saya mengenal seorang wanita yang memiliki kurnia kontemplasi tingkat atas seperti dia. Beberapa biarawan dan biarawati telah menyaksikan, bahwa apabila ia kembali dari berdoa sendirian, sering mereka melihat wajahnya bercahaya dengan ajaib dan dari matanya terpancar sinar seperti sinar matahari. Sebelum ajalnya, saya sempat mendengar pengakuan dosanya. Ketika saya tanyakan, apa yang mesti diatur mengenai harta benda dan segala perabot miliknya, maka ia menyahut bahwa apa yang tampak sebagai miliknya adalah kepunyaan orang miskin. Lalu ia minta dengan sangat kepada saya untuk membagi-bagikan semuanya kepada mereka itu, kecuali pakaian dalam yang sedang dipakainya, dan agar ia dimakamkan dengan baju tersebut. Lalu ia menyambut tubuh Tuhan, dan sampai sore hari ia terus berbicara tentang hal-hal terbaik yang telah didengarnya dalam khotbah-khotbah. Kemudian ia memohon doa dari para hadirin kepada Allah, dan setelah itu mengembuskan nafasnya seakan-akan ia tidur dengan tenangnya.

LAGU BERGILIR
P: Lahir dari keturunan raja, Elisabet berjaya di surga dengan berhiaskan pahala rangkap tiga, * sebab ia meninggalkan tiga rangkap teladan di bumi. U: Lahir. P: Ia melangkah tanpa cela sebagai anak dara, isteri dan janda. U: Sebab ia.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah memberi Santa Elisabet karunia untuk mengenal dan menghormati Kristus dalam diri orang-orang miskin; berilah, agar karena pengantaraannya kami melayani orang-orang papa dan tertindas dengan kasih yang tetap. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Pages: 1 2 3 4