17 Mei

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 584 kali

[Index Kalender Fransiskan]

17 MEI
SANTO PASKHALIS BAILON
BIARAWAN – ORDO I
(PW)

05-paskalis-baylon-1

Paskhalis dilahirkan di Spanyol pada tahun 1540. Di masa remajanya ia menjadi gembala. Kebaktiannya kepada sakramen Ekaristi kudus, yang dirindukannya di tempat penggembalaannya itu, sangat besar. Sudah terkenal akan kesalehannya, ia masuk Ordo Saudara-saudara Dina pada tahun 1564 (1561?). Dalam Ordo ia diserahi pekerjaan-pekerjaan sederhana, karena pendidikannya yang rendah.
Tetapi ia dikaruniai anugerah-anugerah ilahi untuk memberikan nasehat-nasehat rohani yang bijak kepada orang-orang lain. Ia sangat menghormati sakramen Ekaristi dan Santa Perawan Maria, Bunda Allah. Pada tahun 1897 Paus Leo XII mengangkat dia menjadi pelindung kongres dan perserikatan ekaristi. Pengalaman-pengalaman rohaninya terkumpul dalam karya kecil kerohaniannya. Ia meninggal pada tahun 1592.

Rumus umum Pria Kudus dan Biarawan, Ibadat Harian hlm 936 dan 953, kecuali:

Antifon Pembukaan:
Marilah kita menyembah Kristus Raja, yang mengangkat orang yang hina-dina (WP Alleluya).

IBADAT BACAAN

MADAH

Saudara Dina riang merayakan
Pesta Paskhalis bakti penuh hormat
Menyambut Tamu dalam Ekaristi
Berlimpah kasih. 

Di masa muda gembala di padang
Rindu menyambut santapan surgawi
Kini memandang Yesus selamanya
Di surga mulya

Rindu selalu akan altar suci
Direnungkannya santapan rohani
Berpaut erat luluh kasih mesra
Bersinar hangat.

Setya menghardik musuh-musuh iman
Menyambut Roti Yesus Kristus Tuhan
Tuk jadi martir cuma kehendaknya
Siap selalu 

Kristus buatlah hati kami murni
Berkat Paskhalis agar kami layak
Sering menyambut santapan surgawi
Khidmat dan bakti.

Semoga kami diberi ya Allah
Bapa Putera beserta Roh Kudus
Tetap memuji di semesta bumi
Keluhuran-Mu.
Amin.

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari tulisan Santo Paskhalis Bailon.
Carilah Allah di atas segala-galanya.

Allah ingin sekali memberikan anugerah-anugerah-Nya kepada kita. Karena itu, dalam segala doamu percayalah dengan teguh, bahwa Allah akan memberikan kepadamu segala sesuatu yang kau mohon. Tetapi janganlah memohon apa pun, jika engkau sebelumnya tidak digerakkan oleh Allah untuk memohon; sebab Ia lebih dahulu bersedia mendengarkan permohonanmu dari pada engkau siap memohonnya. Ia selalu mengharapkan bahwa kita memohon-Nya. Dari sebab itu, hendaknya kehendak Allah yang mau memberikan kepadamu, mendorong engkau untuk memohon lebih dari pada kebutuhanmu untuk memohon. Doa kita hendaknya dipanjatkan dengan memandang pahala misteri hidup Tuhan kita Yesus Kristus. Latihlah jiwamu dengan perbuatan terus-menerus secara giat. Carilah segala apa yang dicari Allah. Jauhkanlah dari pada kehendakmu segala kepentingan atau keuntungan, yang dapat diharapkan sampai kepadamu dari permohonan itu. Bahkan carilah ini, yaitu bahwa Allah sendiri harus dicari di atas segala sesuatu. Dan layaklah kiranya bahwa sebelum dan di atas segala sesuatu, Allah dicari, pun karena hadirat Ilahi menghendaki agar kita memperoleh apa yang kita cari; sebab dengan demikian kita akan lebih sanggup mengabdi kepada-Nya, dan dapat mengasihi-Nya secara lebih sempurna. Segala doamu hendaknya dibubuhi dengan niat tersebut; dan bilamana engkau memohon, buatlah permohonan itu, dengan tekun dan mendesak, demi kasih dan berdasarkan kasih. Lepaskanlah dirimu dari hal-hal dunia ini, dan renungkanlah, tidak ada sesuatu pun di dunia ini selain engkau dan Allah. Jangan pernah engkau menjauhkan hatimu dari Allah, meski sejenak saja. Hendaklah pikiranmu sederhana dan bersahaja, dengan perbatian yang tak kenal lelah terarah kepada dirimu sendiri, dan kasih kepada Allah bagaikan minyak tercurah meresapi segala-galanya. Bersyukur kepada Allah tak lain dan tak bukan adalah perbuatan batin; yaitu orang yang menerima suatu anugerah surgawi mengakui Allah yang tak terbatas dan Tuhan semesta alam, asal segala kebaikan, maka ia bersukacita atas kemuliaan Allah yang besar, justru karena ia layak mendapat angerah itu, dan oleh karenanya ia bersedia untuk lebih mengasihi Allah dan mengabdi kepada Pembagi segala anugerah itu.
Nah, bilamana engkau menerima suatu anugerah dari Allah, maka persembahkanlah dengan riang dan gembira segenap keberadaanmu kepada-Nya. Rendahkanlah dirimu dan anggaplah dirimu tak berharga, sangkallah kehendakmu, sehingga engkau dapat membaktikan dirimu untuk pengabdian kepada-Nya. Nyatakanlah banyak syukur, bahkan dengan tak kunjung putus, dan bersukacitalah atas kekuasaan dan kebaikan Tuhan yang melimpahi engkau dengan anugerah dan pemberian, yang atasnya engkau bersyukur kepada-Nya. Jika engkau ingin menyampaikan syukur yang berkenan kepada Allah, maka sebelum bersyukur, rendahkanlah dirimu, sangkallah dirimu dan hinakanlah dirimu di hadapan Allah seraya mengakui kekurangan dan kepapaanmu, agar engkau insyaf bahwa segala apa yang kau miliki berasal dari kemurahan hati Allah, seraya bersukacita dan bergembiralah karena kau lihat engkau dilimpahi dengan anugerah serta menganggap tak berarti barang fana dan keuntungan yang kau dapat. Dengan demikian engkau dapat mengabdi kepada Allah dengan lebih baik.

LAGU BERGILIR
P: Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai. U: Tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil (Alelluya). P: Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. U: Tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil (Alleluya).

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menghias Santo Paskhalis dengan kasih sayang yang menakjubkan kepada misteri kudus Tubuh dan Darah Putera-Mu. Perkenankanlah dengan rela, supaya sebagaimana dia menerima kelimpahan roh dari perjamuan Ilahi, kami pun dapat menerimanya pula. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

IBADAT PAGI

MADAH

Cahaya semarak Bapa
Yesus bantulah hamba-Mu
Melambungkan lagu puji
Pujian Santo Paskhalis

Hari cerah memancarkan
Pujiannya di dunia
Berhiaskan palma jaya
Ia masuk surga mulya.

Bersinarkan kebajikan
Cemerlang di masa muda
Saleh sopan bercahaya
Murni seluruh hidupnya.

Jalan sempit para dina
Ditempuh penuh semangat
Berpegang anggaran dasar
Setia tanpa menyimpang.

Mengikuti Kristus miskin
Tak ingin selain Dia
Jadi kaya di dunia
Melarat seperti Dia.

Teguh kokoh hingga ajal
Sungguh taat pada Tuhan
Beban hidup ditanggungnya
Pantang kalah oleh dosa.

Puji selamanya Yesus
Yang telah kalahkan maut
Bersama Bapa, Roh Kudus
Kekal selama-lamanya.
Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Dalam kekudusan dan kebenaran ia melangkah di hadapan Tuhan, dan diterimanya ajaran keselamatan untuk pembinaan umat-Nya (Alleluya).

KIDUNG MARIA
Antifon: Orang yang hina dina diangkat-Nya; orang yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan (WP Alleluya).


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM