15 Desember

01/12/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 408 kali

[Index Proprium Fransiskan]

15 Desember
Beata Maria Frances Schervier
Perawan – Ordo III

Dilahirkan di Aachen (Jerman) pada 1819, Maria Frances Schervier sudah pada masa mudanya terbiasa dengan kekejaman yang terjadi pada masa sesudah Napoleon. Pada 1840 dia bergabung dengan perkumpulan wanita-wanita yang mengkhususkan diri bekerja dalam bidang cinta kasih. Lima tahun kemudian dia meletakkan dasar kerja bagi Kongregasi “Suster-suster Fransiskan dari Orang-orang Miskin”, yang disahkan oleh Uskup pada 1851. Pada saat kematiannya, pada 14 Desember 1876, jumlah anggotanya sudah mencapai 2500 orang suster, tersebar di dalam dan di luar Eropa. Seluruh hidup Maria Frances dipersembahkan demi pelayanan orang-orang miskin dan menderita. Dia dimakamkan di biara induk di Aachen.

Rumus Para Perawan, Ibadat Harian hlm 924.

IBADAT BACAAN

BACAAN II
Dari sepucuk surat B. Maria Frances kepada para Suster Kongregasinya, ditulis pada hari Senin Paskah, 1868.
Kasih meringankan semua kesulitan dan memaniskan semua kepahitan

Dalam khotbah perpisahan-Nya, Tuhan berkata kepada murid-murid yang dikasihi-Nya bahwa semua orang akan mengenal mereka sebagai murid-murid-Nya, bila mereka saling mencintai, dan bahwa tanda kasih mereka pada-Nya itu akan berupa kesetiaan mereka melaksanakan perintah-perintah-Nya. Kemudian Tuhan menambahkan: Kamu adalah sahabat-Ku, jika kamu mengerjakan apa yang saya perintahkan kepadamu. Perintah yang kuberikan kepada kalian adalah ini, bahwa kalian saling mencintai. Pada waktu sekarang ini, marilah kita meresapkan dalam hati kita khususnya perintah khusus dari Tuhan kita ini, marilah kita terapkan perintah ini dalam diri kita sendiri dan berusaha untuk melaksanakannya dalam perbuatan-perbuatan nyata.

Bila kita dengan setia dan penuh semangat melaksanakannya, kita akan mengalami kebenaran kata-kata bapa kita Santo Fransiskus, yang berkata bahwa cinta itu meringankan semua kesulitan dan membuat semua kepahitan menjadi manis. Demikian juga kita akan mengambil bagian dalam berkat yang dijanjikan St. Fransiskus kepada semua muridnya, baik yang sekarang maupun yang pada masa yang akan datang, setelah menasehatkan mereka untuk saling mengasihi sebagaimana dia sendiri telah dan terus menerus mencintai mereka.

Dan sekarang, karena kita telah mengetahui kehendak Tuhan Yesus, yang sedemikian setia diungkapkan dalam nasehat bapa kita St. Fransiskus, maka hanya tinggal satu hal saja, yakni: bahwa kita melaksanakan hal yang sama itu dan dengan setia dan percaya diri menantikan “diberkati dengan berkat abadi oleh Tuhan kita Yesus Kristus” dan bapa serafik kita Fransiskus.

LAGU BERGILIR (Yoh 15:16,9)
P: Bukan kamu yang memilih aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. * Pergilah dan hasilkanlah buah. U: Bukan kamu. P: Hiduplah dalam kasih-Ku. U: Pergilah.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Bapa kami, Engkau telah menganugerahkan anugerah kasih yang menakjubkan kepada Beata Maria Frances, perawan, untuk menolong orang-orang miskin dan sakit. Berkat teladannya, anugerahkanlah kepada kami untuk dapat menghayati semangat kemiskinan dengan bijaksana dan untuk melayani para saudara dengan penuh perhatian. Kami mohonkan ini dengan perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putera-Mu, yang hidup dan bertakhta bersama dengan Engkau dan Roh Kudus, Allah yang Esa, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

(Dari “Proper Offices of Franciscan Saints and Blesseds in Liturgy of the Hours”, Washington, 1977, p. 440. Diterjemahkan oleh: Alfons S. Suhardi, OFM)