14 Agustus

17/06/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 587 kali

[Index Kalender Fransiskan]

14 AGUSTUS
SANTO MAXIMILIANUS MARIA KOLBE
IMAM, ORDO I
(PFAK)

14-maximilianus-kolbe-2Maximilianus Kolbe dilahirkan di dekat Lodz (Polandia) dalam tahun 1894. Dalam tahun 1910 ia menjadi anggota Ordo Saudara Dina Konventual. Ia dikirim ke Roma untuk berkuliah dan memperoleh gelar doktor dalam filsafat dan teologi. Di Roma ia membentuk suatu kelompok yang diberinya nama “Milisi Maria tak bernoda”; tujuannya: dengan doa dan kegiatan apostolik hendak mempertobatkan musuh-musuh Gereja. Setelah ditahbisman menjadi imam ia kembali ke Polandia dan memulai kerasulan pers (1922). Dari tahun 1930 hingga tahun 1936 ia berkarya di Jepang dan mendirikan pusat publisistik di Nagasaki. Kembali ke Polandia, ia lagi bergiat di negerinya. Tak lama kemudian Polandia diduduki kaum Nazi Jerman. Ia ditawan Gestapo (Polisi rahasia) dan dimasukkan kamp konsentrasi kota Auschwitz. Atas permintaannya sendiri ia menggantikan seorang bapak keluarga, yang dihukum mati di kamp itu, dan ia dijebloskan ke dalam “sel lapar”. Ia meninggal selaku martir cinta kasih dalam tahun 1941.

Rumus umum Beberapa Martir, Ibadat Harian hlm876, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari surat Santo Maximilianus Maria Kolbe.
Untuk penyelamatan dan pengudusan jiwa-jiwa dituntut kegiatan apostolis.

Saudara terkasih, saya diliputi dengan sukacita besar atas semangat Anda yang bernyala-nyala dengan mengusahakan bertambahnya kemuliaan Allah. Dengan amat sedih kita melihat, bahwa dewasa ini menjalar penyakit menular yang disebut indifferentisme, dan bukan hanya di kalangan kaum awam, melainkan juga di kalangan para biarawan. Karena itu haruslah pertama-tama dan lebih-lebih menjadi urusan kita, untuk memuliakan Allah sejauh itu mungkin sesuai dengan keterbatasan kita, karena Allah patut mendapat kemuliaan yang tak terhingga. Tentu saja kemuliaan yang selayaknya itu kita insan yang lemah ini tidak pernah mampu memberikannya. Kemuliaan itu bersinar dengan cahaya cemerlang lebih-lebih dalam menyelamatkan jiwa-jiwa yang telah ditebus Kristus dengan darah-Nya sendiri. Karena itu haruslah menjadi tugas hidup berasulan yang mendesak dan utama, untuk mengusahakan penyelamatan dan pengudusan banyak jiwa. Sekarang saya hendak mengutarakan dengan perkataan singkat, mana jalan yang tepat untuk tujuan ini, yakni kemuliaan Allah dan pengudusan jiwa-jiwa. Allah sebagai Pengetahuan dan Kebijaksanaan itu sendiri tahu dengan sebaik-baiknya, apa yang harus selalu kita perbuat untuk mencapai kemuliaan-Nya. Apa yang dikehendaki-Nya, ditunjukkan-Nya kepada kita lebih-lebih dengan wakil-Nya di dunia. Adalah ketaatan, yah hanya ketaatanlah yang memberitahukan dengan pasti kehendak Ilahi itu. Memang mungkinlah seorang pembesar keliru, tetapi tidak mungkinlah kita ini keliru, jika kita mengikutinya dalam ketaatan. Tidak usah dituruti, jika ia memerintahkan sesuatu yang terang-terangan melanggar perintah Allah, pun dalam hal yang kecil-kecil. Ini tidak sesuai dengan kehendak Allah dan dalam hal iniorang beriman tidak diwajibkan untuk taat.

Allah, ya Allah semata-mata adalah Tuhan yang tak terhingga, bijaksana, kudus dan baik hati. Pencipta dan Bapa, Awal dan Akhir, Kebijaksanaan dan Kekuasaan dan Kasih: semuanya itu adalah Allah itu sendiri. Semuanya yang ada di luar Allah hanya mempunyai nilai apabila itu dihubungkan dengan Allah. Ia adalah Asal segala sesuatu, Penebus bangsa manusia dan tujuan terakhir segala ciptaan. Oleh karena itu Dia sendirilah yang memberitahukan kehendak-Nya yang patut disembah kepada kita melalui wakil-Nya di dunia dan menarik kita kepada diri-Nya, dan oleh karena itu pun Ia mau menarik jiwa-jiwa lain (yang lain-lain) kepada diri-Nya melalui kita dan mempersatukan mereka dalam kasih sempurna dengan diri-Nya melalui kita dan mempersatukan mereka dalam kasih yang sempurna dengan diri-Nya. Saudara terkasih, lihatlah betapa besarnya nilai pangkat kita itu oleh karena kerahiman Allah itu! Dalam ketaatan kita melampaui kekurangan kita dan disamakan dengan kehendak Ilahi; sebab ini menghantar kita ke dalam kebijaksanaan-Nya yang tak terhingga dan kearifan-Nya untuk berbuat tepat. Ya kita menjadi lebih kuat daripada semua, apabila kita pasrah kepada kehendak Ilahi yang tidak dapat ditentang makhluk mana pun jua. Inilah lorong kebijaksanaan dan kearifan. Inilah jalan satu-satunya kita dapat memuliakan Allah dengan sebaik-baiknya. Seandainya ada jalan lain yang lebih baik, niscaya Kristus menunjukkan itu kepada kita dengan sabda serta teladan-Nya. Tetapi Kitab Suci meringkaskan tinggal-Nya di Nasaret bertahun-tahun lamanya dengan perkataan ini: “Ia tunduk kepada mereka” (Luk 2:51). Pun jalan hidup selanjutnya bertandakan ketaatan, dengan dinyatakan secara ringkas: “Ia datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa-Nya”. Saudara terkasih, kita ingin amat mengasihi Bapa surgawi yang maha baik. Bukti kasih sempurna kita hendaknya ketaatan kita, khususnya jika dituntut dari kita pengurbanan kehendak kita sendiri. Untuk maju dalam kasih kepada Allah kita tidak mengenal kitab yang lebih luhur daripada Yesus Kristus yang tersalib.

Semuanya itu akan kita peroleh dengan lebih mudah melalui Santa Perawan yang tak bernoda. Dalam kebaikan-Nya Allah telah mempercayakan kepadanya pembagian belas kasihan-Nya. Tidak ragu-ragu lagi, bahwa bagi kita kehendak Santa Maria adalah kehendak Allah itu sendiri. Jika kita membaktikan diri kepadanya, maka di dalam tangannya kita akan menjadi alat kerahiuman Ilahi, sebagaimana dia sendiri halnya di dalam tangan Allah. Maka, biarlah kita pun dibimbing oleh Santa Maria! Biarlah kita digandeng tangannya. Hendaklah kita tenang-tenang saja di bawah bimbingannya dan tanpa kekuatiran! Sebab ia sendiri akan memperhatikan kita dalam segala-galanya; ia akan berjaga-jaga untuk kita. Ia akan bersedia menolong kita di dalam kesusahan jiwa dan raga dan akan menyingkirkan kesukaran-kesukaran dan kesesakan-kesesakan.

LAGU BERGILIR
P: Jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak terkasih, dan hiduplah dalam sebagaimana Kristus Yesus telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita * sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah. U: Jadilah. P: Sebagai hamba Kristus, tepatilah kehendak Allah dengan ikhlas. U: Sebagai.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah memberi Santo Maximilianus Mari Kolbe kasih yang khas kepada Santa Maria yang tak bernoda dan telah meliputinya dengan semangat apostolis dan cinta kasih kepahlawanan; berilah karena pengantaraannya, supaya kami dengan jiwa besar mengerahkan diri untuk pelayanan sesama manusia demi kemuliaan-Mu dan menyerupai Ptera-Mu hingga mati. Kami mohon ini dengan perantaraan Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah yang Esa, kini dan sepanjang masa. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Kristus harus dimuliakan pada tubuhku, entah aku hidup entah aku mati; karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

IBADAT SORE

BACAAN SINGKAT
(Rom 8:28-30)
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

LAGU SINGKAT
P: Tuhan telah mengasihinya * dan menghiasinya dengan kemuliaan dan kehormatan. U: Tuhan. P: Kemegahan dan keluhuran dikenakan-Nya padanya dan menghiasinya. U: Dan menghiasinya. P: Kemuliaan. U: Tuhan telah.

KIDUNG MARIA
Antifon: Dalam inilah kita telah mengenal kasih itu, bahwasanya Ia telah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Demikian pun kita harus menyerahkan hidup untuk saudara-saudara.