13 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 572 kali

[Index Kalender Fransiskan]

13 JULI
BEATA ANGELINA MARSCIANO
BIARAWATI, ORDO III
(PFAK)

angelina-marsciano

Angelina dilahirkan dari keluarga bangsawan di Umbria dalam tahun 1377. Setelah menikah dua tahun, suaminya meninggal; ia lalu masuk Ordo Ketiga, mengurusi para janda dan yatim piatu dan giat berusaha mengembalikan para pendosa ke hidup Kristiani, Ia mendirikan beberapa biara untuk para wanita yang mengikuti Anggaran Dasar Ordo III Regular St. Fransiskus. Meninggal di Foligno pada tgl 13 Juli 1435.

Rumus umum Wanita Kudus, Ibadat Harian hlm 945, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya St. Bonaventura “Perihal kesempurnaan hidup untuk Suster-suster”, Bab 7 nomor 1-4.
Kasih membawa orang kepada hidup yang berbahagia.

Untuk mematikan cacat jiwa, untuk berkembang dalam rahmat, untuk mencapai kesempurnaan tertinggi segala keutamaan, tidak ada sesuatu pun yang dapat dikatakan lebih baik dan dianggap lebih dari pada cinta kasih. Dari sebab itu, dalam bukunya tentang hidup kontemplatif, Prosper berkata: “Cinta kasih adalah kehidupan bagi segala keutamaan dan kematian bagi segala cacat jiwa; dan ‘seperti lilin meleleh di depan api’ (Mzm 68:3), demikianlah cacat jiwa luluh karena cinta kasih”.

Kasih adalah keutamaan yang begitu unggul, sehingga hanya kasih sajalah yang disebut “keutamaan” di antara segala keutamaan. Siapa yang memilikinya adalah kaya, mewah dan terberkati, sedangkan yang tidak memilikinya adalah miskin, melarat dan malang. St. Agustinus berkata: “Jika keutamaan membawa kita kepada hidup yang berbahagia, maka saya berani menegaskan: tidak ada sesuatu pun yang dapat disebut keutamaan selain cinta kasih tertinggi kepada Allah”. Maka, karena cinta kasih itu begitu bernilai, hendaklah kita mengejarnya melebihi segala keutamaan lainnya; namun, bukanlah sembarang cinta kasih, melainkan melulu cinta kasih, yang mengasihi Allah di atas segala sesuatu, dan sesama manusia, demi Allah.

Bagaimana engkau harus mengasihi Penciptamu, itu pun diajarkan oleh Mempelaimu, di dalam Injil: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:37). Perhatikanlah dengan seksama, hai hamba terkasih Yesus Kristus, kasih yang bagaimanakah yang dituntut Yesus, kekasihmu itu, dari padamu! Apa yang akan kau perbuat, agar engkau pasti mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati? Apa gerangan artinya: dengan segenap hati? Dengarlah, St. Yohanes Krisostomus mengajar engkau: “Mengasihi Allah dengan segenap hati berarti: hatimu tidak boleh condong kepada sesuatu pun lebih dari pada Allah; engkau tidak boleh menyukai daya tarik dunia lebih dari pada Allah; bukan kehormatan, bukan pula ayah-ibumu.” Namun engkau harus mengasihi Tuhan Allah Yesus Kristus bukan hanya dengan segenap hati, tetapi juga dengan segenap jiwa. Apa artinya dengan segenap jiwa? Dengarlah, St. Agustinus mengajar engkau begini: “Mengasihi Allah dengan segenap jiwa, berarti: mengasihi-Nya dengan segenap kehendak, tanpa perlawanan sedikit pun.” Nah, engkau pasti mengasihi-Nya dengan segenap jiwa, apabila engkau berbuat bukan yang kaukehendaki, bukan apa yang dinasihatkan dunia, bukan apa yang dibisikkan daging, melainkan apabila dengan senang hati dan tanpa perlawanan, engkau berbuat apa yang setahumu dikehendaki Allah; dan apabila engkau, demi kasih akan Yesus Kristus, menyerahkan nyawamu kepada maut, jika hal itu memang perlu.

Namun, kasihilah Mempelaimu, Yesus Kristus, bukan hanya dengan segenap hati dan bukan hanya dengan segenap jiwa, tetapi juga dengan segenap akal budimu. Apa artinya: dengan segenap akal budimu? Dengarlah sekali lagi St. Agustinus yang mengajar engkau dengan berkata: “Mengasihi Allah dengan segenap akal budi ialah mengasihi-Nya dengan selalu ingat kepada-Nya, tanpa melupakan-Nya.”

LAGU BERGILIR
P: Hanya satu saja yang perlu; U: Ia telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. P: Ia duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan-Nya. U: Ia telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menghias Beata Angelina dengan kerendahan hati yang ulung dan dengan karunia cinta kasih; perkenankanlah dengan rela, supaya dengan meneladannya kami mencapai sukacita surgawi. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Juallah milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua; sediakanlah bagimu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak digerogoti ngengat (Luk 12:33).

KIDUNG MARIA
Antifon: Berbahagialah orang yang menaruh belas kasih kepada orang yang menderita; siapa yang percaya kepada Allah, menyukai belas kasihan (Amsal 14:21).


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM