12 Mei

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 595 kali

[Index Kalender Fransiskan]

12 MEI
BEATO LEOPOLD MANDIC DARI CASTELNUOVO
BIARAWAN, ORDO I
(PFAK)

03-leopold-mandic2

Leopold dilahirkan di Castelnuovo, Yugoslavia, tanggal 12 Mei 1866. Ia menjadi Kapusin. Sepanjang hidupnya selaku imam, ia melayani umat dalam kamar pengakuan. Ucapan-ucapannya mengandung pengampunan. Ia mengurbankan dirinya untuk mengembalikan saudara-saudara Gereja Timur ke dalam kesatuan Gereja. Ia meninggal di Padua pada tahun 1942.

Rumus umum Pria Kudus Biarawan, Ibadat Harian hlm 936 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari Sambutan Paus Paulus VI pada peresmian Leopold menjadi Beato.
Hamba yang baik dan setiawan.

Siapa gerangan beato ini? Dalam namanya kini kita berhimpun di sini untuk merayakan kecerlangan Injil Kristus. Sebuah fenomena yang tak terkatakan tetapi jelas dan umum; sebuah pantulan cahaya indah dalam diri seorang biarawan yang sederhana dan rendah hati; seorang pribadi yang unggul, mengagumkan dan transparan.
Lihatlah, dialah gambaran Santo Fransiskus! Lihat, betapa mskin, betapa sederhana dan manusiawinya dia itu! Memang St. Fransiskus begitu rendah hati, begitu riang dan begitu mendalam; nampaknya ia dapat riang dan gembira dalam penampakan apa saja dari kehadiran Allah yang tak kelihatan tetapi yang sekaligus begitu dekat, begitu dapat dijangkau, begitu suka membantu, seakan-akan Ia mau dikenal, menanti kita, mamahami perkara-perkara kita dan dapat membaca kedalaman hati. Tetapi marilah kita perhatikan lebih dekat lagi. Ia adalah seorang Kapusin yang miskin, kecil dan kelihatannya menderita dan gemetar, tetapi secara luar biasa menyinarkan kepastian yang begitu besar, sehingga kita dengan kagum merasa tertarik kepadanya. Pandanglah dia dengan mata Santo Fransiskus. Perhatikanlah baik-baik. Apakah engkau ragu-ragu? Siapakah yang telah kau lihat? Ya, kita melihat seorang manusia, tetapi samar-samar ia sungguh gambaran Yesus, yaitu Yesus yang berbicara dengan Allah yang tak terhingga, Bapa-Nya, Tuhan langit dan bumi dan sekaligus bersama dengan wujud kita yang sangat kecil, yang mendengar Dia yang tertawan dalam dimensi kebenaran kita yang papa dan penuh derita. Apa yang hendak dikatakan Yesus dalam gambaran “si miskin kecil” itu? Rahasia besar tentang transendensi, yang mengikat kita dalam bentuk ungkapannya, menggugah dan menarik kita; orang mengira mendengar serian Injil: “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesyu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu!” (Mat 11:28).
Siapakah dia itu? Itulah Pater Leopold, yang dilahirkan tanggal 12 Mei 1866 dan meninggal di Padua tanggal 30 Jul 1942, dalam usia 76 tahun. Setelah masuk Ordo Kapusin ia menghabiskan sebagian terbesar hidupnya di dunia, di dalam kamar pengakuan. Rincian lebih jauh dari riwayat hidupnya, tidak dapat kami berikan. Ia berasal dari pantai timur laut Adriatik, dari Castelnuovo di daerah Cattaro. Ia selalu memelihar cinta yang setia kepada tanah kelahirannya, walaupun semasa hidupnya di Padua, tidak sedikit juga ia tertarik kepada tanah airnya yang itu dan melakukan pelayanan yang tak kenal lelah dan diam-diam kepada rakyatnya. Tokoh Beato Leopold ini mewujudkan kewargaan rangkap, untuk meleburnya menjadi lambang keramahan dan persaudaraan, sehingga siapa saja yang menghormatinya, harus memilikinya juga. Rincian hidup Beato Leopold ini terwujud dalam satu gagasan, suatu tekad yang menguasai seluruh hidupnya yang kita sekalian kenal, yakni “ekumenisme” sebelum kata itu memberi artian ini, yaitu: ia memimpikan, meramalkan dan memajukan tanpa melaksanakan pemulihan kesatuan penuh gereja-gereja, yang harus mutlak mengindahkan aneka kekhususan tatanan etnisnya.
Ciri sesungguhnya heroisme dan kekuatan kharismatik Beato Leopold berbentuk lain. Siapakah yang tidak mengetahui hal itu? Ciri itu ialah: pelayaan di kamar pengakuan. Acara harian hidupnya adalah sebagai berikut: habis merayakan misa pagi-pagi, lalu ia duduk di kamar pengakuan, tempat ia sepanjang hari siap melayani orang yang hendak mengaku dosa. Pelayanan itu dilakukannya selama lebih kurang empat puluh tahun, tanpa mengeluh sedikit pun. Itulah alasan utama, megapa, Kami kira, Kapusin yang bersahaja ini patut diresmikan menjadi Beato, yang sekarang ini Kami rayakan. Ia telah menguduskan dirinya lebih-lebih karena melayani sakramen pengakuan.
Kami tinggal saja bersyukur kepada Tuhan, bahwa dewasa ini Gereja memberikan tokoh yang khas ini, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada pelayanan sakramen pertobatan yang penuh rahmat itu; seorang tokoh, yang dari satu segi mengingatkan pra imam akan karya teramat penting, yang bernilai pedagogis dan kerohanian yang tiada tara bandingnya, dan dari segi lain mengingatkan kaum beriman, entah mereka itu rajin, entah tumpul, entah acuh tak acuh, akan pelayanan yang amat membantu dan berarti dewasa ini, Yahudi dewasa ini lebih penting pengakuan pribadi bagi mereka; yaitu sumber rahmat dan ketentraman, suatu tempat latihan hidup kristiani, hiburan yang tiada tara bandingnya, di jalanperantauan duniawi ke arah kebahagiaan yang kekal.
Semoga Beato kita ini memanggil banyak, yah banyak jiwa, yang ditumpulkan oleh hidup modern yang palsu di depan pengadilan keras sakramen pertobatan, yang bagi banyak orang merupakan pengungsian penuh kasih sayang dan hiburan kejujuran batin, penghidupan kembali rahmat dan penguatan dalam cara hidup kristiani yang sejati. Dengan demikian mereka akan mengalami pula hiburan-hiburan penuh rahasia yang membangun dari Kabar Sukacita, percakapan dengan Bapa di surga, perjumpaan dengan Kristus, penerangan oleh Roh Kudus dan mengharapkan yang baru lagi di dalam pemeliharaan kepentingan orang lain untuk kebenaran dan martabat hidup.

LAGU BERGILIR
P: Allah yang penuh kerahiman telah menghidupkan kembali kita, yang telah mati karena dosa-dosa kita, bersama Dia. U: Dalam kasih-Nya yang agung, yang dengannya Ia telah mengasihi kita. P:Ia mau menunjukkan kerajaan rahmat-Nya yang berlimpah-limpah. U: Dalam kasih-Nya yang agung, yang dengannya Ia telah mengasihi kita.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau adalah kesatuan yang sempurna dan kasih yang tertinggi. Engkau telah memanggil Beato Leopold menjadi imam dan memenuhinya dengan kebaikan serta belaskasih kepada para pendosa, dan kerajinan untuk kesatuan umat kristiani. Baharuilah hati kami, agar kami dapat menyampaikan kasih kepada saudara dan saudari kami, dan dengan penuh kepercayaan berusaha mempersatukan semua kaum beriman dengan ikatan damai. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Berbahagialah orang yang baik hati dan bersedia membantu; tidak pernah ia akan goyah.

KIDUNG MARIA
Antifon: Aku masih mempunyai domba-domba yang lain, yang tidak termasuk kawanan ini; mereka pun harus Kupimpin, maka akan ada satu kawanan dan satu gembala.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM