12 Juni

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 648 kali

[Index Kalender Fransiskan]

12 JUNI
BEATA YOLENTA
BIARAWATI, ORDO II
(PFAK)

beata-jolenta-1

Yolenta lahir sekitar tahun 1235 di Hungaria. Ia puteri raja Bela dan adik kandung Beata Kunegunda (23 Juli). Pada tahun 1256 ia menikah dengan Boleslas, pangeran agung Polandia yang mendapat julukan “si Saleh”, karena cara hidupnya. Mereka dikaruniai tiga puteri. Yolenta mengusahakan karya cintakasih, khususnya membantu orang-orang sakit dan orang-papa. Setelah suaminya meninggal, ia menjadi Klaris, bersama seorang puterinya; kemudian ia dipilih menjadi abdis. Ia menonjol dalam hal doa dan kerendahan hati. Meninggal tahun 1298.

Rumus umum Wanita Kudus dan Biarawati, Ibadat Harian hlm 946 dan 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura “Perihal cara hidup kesempurnaan bagi para suster”
Puncak kesempurnaan adalah kemiskinan Injil.

Keutamaan kemiskinan adalah begitu perlu untuk keutuhan kesempurnaan, sehingga tanpa itu tak seorang pun dapat menjadi sempurna. Ini dinyatakan Tuhan, yang berkata dalam Injil: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.” (Mzm 19:21). Nah, karena puncak kesempurnaan itu terletak di dalam keluhuran kemiskinan, maka orang tidak boleh mengira, bahwa ia telah mencapai puncak kesempurnaan, sebelum ia menjadi penganut sempurna kemiskinan Injili.

Tetapi engkau, hai perawan Kristus, hamba Tuhan, dengan semangat manakah engkau mencari kekayaan, pada hal engkau telah mengikrarkan kemiskinan, telah hidup di antara kaum miskin Kristus, telah mau menjadi putera bapa Fransiskus, dan telah berjanji untuk menjadi pengikut ibu Klara yang miskin itu? Ketamakanku dan ketamakanmu sangat dipermalukan sebab walaupun kita berkaul kemiskinan, namun kita menukar kemiskinan dengan ketamakan manakala kita menginginkan yang tak halal, dan menginginkan apa yang dilarang anggaran dasar. Padahal Putera Allah telah menjadi miskin untuk kita!

Aku tahu, bahwa demikianlah halnya: semakin hangat kalian menjadi pecinta kaul kemiskinan dan semakin sempurna kalian menjadi penganut kemiskinan Injili, semakin berlimpah-limpah pulalah kalian akan segala barang jasmani dan rohani. Tapi jika kalian berpaling kepada kebalikannya, yaitu jika kalian meremehkan kamiskinan, yang telah kalian ikrarkan, maka kalian juga akan menjadi miskin akan barang jasmani dan rohani.

Hal ini pernah dikatakan Maria, Bunda miskin Yesus yang miskin: “Orang luar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan, orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.” (Luk 1:53). Adakah kalian tidak membaca dan tidak mendengar, bahwa dalam Injil Mateus tak kan berkata kepada rasul-rasul-Nya: “Janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Bapakmu di surga kan tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” (Mat 6:31.32b). “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1Ptr 5:7).
Hai hamba Allah yang berbahagia, ingatlah akan kemiskinan Tuhan kita Yesus Kristus yang miskin; camkanlah dalam hatimu kemiskinan bapamu Fransiskus yang miskin, ingatlah akan kemiskinan ibumu Klara; dan dengan segala usaha dan segenap pengerahan diri, berpautlah kepada kemiskinan dan peluklah tuan puteri kemiskinan itu, dan demi nama Tuhan, janganlah mencintai sesuatu lain dari pada kemiskinan, bukan kehormatan, bukan barang jasmani apa pun dan bukan pula kekayaan. Tetapi berusahalah menepati dengan teguh kemiskinan suci yang telah kamu ikrarkan. Memiliki dan mencintai kekayaan sia-sia, mencintai kekayaan dan tidak memilikinya itu berbahaya. Memiliki kekayaan tetapi tidak mencintainya itu melelahkan. Maka itu tidak memkiliki dan tidak mencintai kekayaan itu bermanfaat dan bebas dari kekhawatiran itu menggembirakan, dan merupakan suatu tindakan keutamaan yang sempurna. Dari sebab itu, nasihat dan teladan Tuhan tentang kemiskinan, harus menggerakkan dan menyemangati setiap umar Kristiani akan cinta kasih kepada kemiskinan. Kemiskinan yang berbahagia, betapa engkau membuat pencintamu terkasih di hadapan Allah, dan betapa tenteramnya kaubuat orang yang mencintaimu itu, di dunia.

LAGU BERGILIR
P: Kerajaan dunia dan kekayaan bumi telah kuabaikan, karena kasih kepada Tuhanku Yesus Kristus. U: Yang telah kulihat, kucintai dan kupercayai. P: Hatiku meluapkan kata-kata indah, aku mempersembahkan laguku kepada Raja. U: Yang telah kulihat, kucintai dan kupercayai.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mengajar Beata Yolenta untuk mengutamakan hal mengikuti Puteri-Mu dengan rendah hati di atas kehormatan dan kekayaan duniawi; berilah karena pahala serta pengantaraannya, kami dapat menghinakan yang fana itu untuk mencari hal-hal surgawi dengan tulus hati. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku (Mat 12:50).

KIDUNG MARIA
Antifon: Kamu yang telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku, akan menerima kembali seratus kali lupat dan akan memperoleh hidup yang kekal (bdk Mat 19:29)


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM

Pembacaan dari karya Santo Bonaventura “Perihal cara hidup kesempurnaan bagi para suster”